Sugar Baby Sang Cassanova

Sugar Baby Sang Cassanova
BAB 53 - Penutup Kisah


__ADS_3

Sederhana kata Justin, akan tetapi belum apa-apa dada Agny sudah dibuat berdebar hebat ketika melihat semewah apa pakaian yang akan membalut tubuhnya pagi ini. Pantaskah seorang wanita seperti dia perlakukan seperti ini? Justin benar-benar membuatnya seolah ratu negeri dongeng meski hanya untuk sehari.


"Kamu cantik ... aku dulu menikah tidak begini, jadi pengen nikah lagi," ucap Mikhayla memuji kecantikan dari istri pria yang kerap dia jadikan pelampiasan jika Keyvan tidak di sampingnya.


Agny dibuat terkejut ketika Justin mengenalkannya kepada Khayla. Wanita cantik yang tampak seumuran dengannya, keduanya saling mengagumi. Baik Khayla maupun Agny, mereka adalah dua gadis belia yang jatuh dalam pelukan pria dewasa dengan waktu yang tidak terduga.


"Aku pikir aku paling muda, ternyata masih ada kamu."


Agny hanya tersenyum kala Khayla memujinya seraya merapikan rambut wanita itu. Sedikit marah rasanya, Justin tidak mengenalkan Agny padanya sejak lama. Padahal sedari dulu, Khayla penasaran siapa kekasih Justin karena memang sama sekali tidak memperlihatkan tanda-tanda pria itu memiliki kekasih.


"Tapi kita terlihat sama, memangnya usiamu berapa?"


"Sekarang 20 tahun, tapi anakku sudah 2 tahun."


"Menikah muda, enak ya?"


"Enaklah, suami kita pengalamannya banyak kita cuma diem doang," bisik Mikhayla dan Agny sontak memerah, bukan itu yang Agny maksud. Bingung sendiri kenapa lingkungan Justin messum semua, kini istri Keyvan ikut-ikutan mengatakan hal semacam itu.


"Maksudnya, Khay?" Jurus pura-pura polos meski tahu kemana tujuan pembicaraan Mikhayla.


Secepat itu mereka dekat, Justin baru mengenalkan Agny beberapa hari lalu. Kini, Khayla sudah bisa membawa diri hingga Agny masuk dan merasakan kedekatan bersama wanita yang dia ketahui tetap memiliki masa depan cerah meski sudah menikah.


"Nanti saja lah, kamu paham sendiri kalau sudah melewati malam pertama."

__ADS_1


Yang Khayla maksudkan adalah malam pertama, Agny tersenyum getir dan dia bingung hendak menjawab apa. Bahkan malam kesekian mereka lewati kemarin, dan memang Agny akui ucapan Khayla memang benar adanya.


Selesai mendampingi Agny dihias secantik mungkin, Khayla kembali ke samping Keyvan dan menyaksikan pernikahan Justin yang penuh kehangatan ini. Di hadapan semua orang, Justin mengucapkan janji suci untuk hidup berdampingan dengan Agny seumur hidupnya.


Tidak peduli apa yang telah mereka lalui, saat ini Agny adalah istrinya meski memang dibuka dengan cara yang tidak baik-baik saja. Setelah pemberkatan berlangsung, Justin diperbolehkan mendaratkan kecupan pertama untuk sang istri. Namun bukannya di kening, pria itu justu mengecup bibir Agny cukup lama bahkan teriakan Keyvan dan Keny sudah mendominasi.


"Dasar gilaa!! Sabar woy!!"


Justin hanya menepuk dadanya dan memperlihatkan pada mereka jika memang dia berhak tentu saja.


"Yee sarap, dikira ini kamar atau bagaimana?"


"Biarkan saja, dia sedang menunjukkan pada dunia Agny adalah miliknya," ungkap Keyvan kemudian dan membuat Mikhayla yang berada di sampingnya kini bertepuk tangan dan memeluk lengan Keyvan kemudian.


"Kan sudah aku nikahi."


"Ya tapi tidak begitu, lihat baju Agny cantik ... Bang Justin juga pakai jasnya aduh ya Tuhan, aku nikahnya mau begini."


"Astaghfirullah Khayla tobat!! Kamu mau menikahnya di hadapan pendeta begitu?"


"Ya bukan begitu maksudnya, tapi ah ya Tuhan akad nikah kita dulu tidak semanis ini huaaa aku pengen."


"Dasar sarap, kita juga mengadakan pesta pernikahan, Khayla ... apa kurangnya?"

__ADS_1


Perdebatan mereka cukup panjang, hingga Khayla baru diam ketika Zavia menepuk bibir mamanya karena sejak tadi tidak berhenti bicara. Keyvan terbahak, tampaknya suasana hati putrinya sedang khusyu menikmati kebahagian Justin, terlihat jelas sejak tadi Zavia bertepuk tangan saat seraya tersenyum lebar ke arah Justin.


"Diam, Mama."


"Ck, Via sew_"


Plak


"Diam Mama."


"Ih kok kamu diam aja sih? Dia nabok aku begitu, Evan tega."


"Papa, ukan Evan Mama."


Pesta ini adalah penutup dari ketiga duda gila yang akhirnya menemukan pelabuhan terakhirnya. Berharap sekali ini adalah cinta terakhir Justin, Keyvan dan Keny berharap amat besar untuk pernikahan mereka. Meski sempat seakan kesulitan ekonomi, Keny tetap berperan untuk membiayai pesta pernikahan Justin, tidak hanya itu tanpa Justin duga kedua sahabatnya menyiapkan bulan madu ke Maldives untuk dua minggu. Ya, meskipun Keyvan dan Keny dahulu tidak bulan madu, akan tetapi terkhusus Justin mereka ingin lebih berkesan sebelum istrinya benar-benar hamil.


.


.


.


- To Be Continue -

__ADS_1


__ADS_2