Sugar Baby Sang Cassanova

Sugar Baby Sang Cassanova
ISTRI KONTRAK CEO DUDA - UNCHIHA SANSKEH


__ADS_3

Hai-hai, aku ngiklan dulu sebelum lanjut Abang Justin. Mampir ya, Beb🤗



Blurb :


Maria, gadis cantik berusia 21 tahun. ia berasal dari keluarga miskin di desa. saat ayahnya sedang sakit keras, ia terpaksa mengikuti tawaran dari tetangganya bekerja di kota untuk membiayai perobatan sang ayah. namun sayang, ia justru di jual sebagai wanita penghibur. saat hendak melayani tamu pertamanya, ia kabur dan ditemukan oleh Diaz.


Diaz adalah duda 39 tahun yang kaya raya. namun ia diceraikan oleh istrinya. karna dianggap tak bisa memberikan keturunan. ia masih sangat mencintai sang istri namun juga sakit hati karena ditinggal sebelah pihak.


Maria pikir ia sudah aman karena diselamatkan oleh Diaz. namun ternyata Diaz malah menyekap dan memanfaatkan keadaan Maria yang membutuhkan uang dengan mengajaknya kawin kontrak. Maria dipaksa untuk melayani Diaz, sampai Maria mampu memberikan anak untuknya. ia menggunakan Maria untuk membuktikan pada sang mantan istri bahwa ia tidak lah mandul.


akankah keinginan Diaz untuk membuktikan pada mantan istrinya, bahwa ia mampu memiliki anak akan terpenuhi dan dapat membuat sangat istri kembali padanya atau justru perasaan cinta lambat laun dapat tumbuh diantara ia dan Maria?


Cuplikan Eps


Maria mengusap usap kedua matanya, sesekali mengintip keluar. ada beberapa pria berkemeja berjaga diluar. dia memutar otak mencari cara untuk dapat keluar. kemudian ia menoleh ke arah meja rias, ada beberapa vas bunga yang terbuat dari keramik.


Maria langsung mengambil vas bunga dan melemparnya ke lantai.


praangg


vas bunga itu pecah berhamburan di lantai.


"tolong... tolong" teriak Maria.


para penjaga diluar terkejut dan membuka pintu bergegas masuk. Maria yang sudah menunggu di balik pintu langsung cepat berlari keluar. para penjaga yang menyadari langsung berteriak agar Maria menghentikan langkahnya.


"hei, dia kabur" teriak penjaga ke penjaga lainnya.mereka berlari mengejar maria.


"aku harus cepat, tidak boleh aku tidak boleh ditangkap."


Maria terus berlari tentu saja di belakangnya ada beberapa penjaga yang mengejar. Maria melepas high heels untuk mempercepat langkahnya. sambil sesekali menoleh ke belakang. namun sayang, ia kehilangan keseimbangannya.

__ADS_1


gubrak


Maria terjatuh di pelukan seorang pria, pria tinggi yang mengenakan setelan jas berwarna emas dengan pin ular naga di kerah kemeja, penampilannya terlihat lebih mencolok dibanding dengan beberapa rombongan pria lain ber tuxedo hitam di belakang dan sekelilingnya. Maria mendongakkan kepalanya ke atas, pria yang memeluknya itu menatapnya dingin. matanya tajam meskipun terhalang kaca mata hitam.


"uhuk uhuk" Maria batuk karena asap rokok pria itu.


"hei kamu" para penjaga yang mengejar Maria datang. namun langkah mereka langsung terhenti, karena melihat Maria dalam rombongan pria lain.


"tu.. tu.. tuan Diaz" kata salah satu penjaga.


"Tuan tolong saya!!" Maria menggenggam lengan Diaz, memegangnya dengan keras dengan tatapan memelas.


"saya tidak tahu kalau saya dijual lalu mereka mengejar saya untuk melayani pria, saya tidak mau. tolong saya tuan" Maria menunjuk rombongan penjaga di depan.


Diaz kemudian mengalihkan pandangannya ke arah para rombongan penjaga yang mengejar Maria. Diaz menatap mereka tajam, sehingga membuat mereka ketakutan.


"tu... tu... tuan tapi perempuan i.. itu.. " jawab salah satu penjaga terbata-bata.


"apa sekarang kamu suka mengambil barang orang lain? Diaz?" ucap pria yang tiba-tiba muncul dengan beberapa rombongan pelayan di belakang para penjaga.


"dia milikku bukan?" sambung pria itu menatap Diaz tajam.


"tapi sekarang dia malah datang padaku loh, Calix" jawab Diaz tersenyum dingin.


"apa itu bisa disebut milikmu?" jawab Calix datar.


"apa yang datang padaku akan menjadi milikku"


Maria membolak-balikkan pandangannya, menatap Calix dan mendongakkan kepala sesekali menatap Diaz. ia semakin bingung dengan apa yang di bicarakan Calix dan Diaz.


"kembalikan" balas Calix singkat.


"tidak.. tapi" Diaz berbalik menarik tangan Maria

__ADS_1


"bagaimana kalau kita berebut mainan" sambung Diaz, kini Maria dalam dekapan nya. ia memeluk Maria dari belakang, bertopang dagu di bahu Maria. ia menatap Calix remeh dengan sedikit senyum. membuat Calix naik pitam, Diaz berhasil meremehkannya secara langsung sebagai tuan dari perempuan yang berada di pelukan Diaz.


"tidak tahu diri" Calix mengumpat kecil.


"berebut mainan, baiklah. 2 hari, kalau dia juga pergi dari kamu. apa yang dapat aku rebut darimu?" Calix menaikkan pandangannya ke depan menatap Diaz sinis.


Diaz mengangkat kepalanya, berdiri tegap.


"anak perusahaan di industri kota Brunch" jawab Diaz enteng.


"tahan dia, aku tak suka kalah" sambung Diaz.


****


sudah pukul 7.00 pagi. Maria menggosok gosok matanya melihat sekeliling, terasa sangat asing. ia menggosok kembali kedua matanya, dan betapa terkejutnya ia saat melihat beberapa orang perempuan mengenakan pakaian maid, berdiri di depan pintu kamar. mereka tersenyum ramah. namun ia lebih terkejut ketika menarik selimut, ia melihat pakaiannya sudah berganti.


"selamat pagi Nona, tidur anda sangat nyenyak. mari kami bantu". para pelayan maju mendekati Maria.


Maria memukul kepala nya, berusaha mengingat apa yang ia alami.


"saya dimana?"


para pelayan tersenyum ramah, "anda di rumah tenang tuan Diaz nona, semalam para penjaga dan pelayan pribadi tuan Diaz yang mengantar anda kemari."


Maria akhirnya ingat apa yang terjadi padanya, tentang bagaimana ia akan di jual dan bagaimana ia bertemu dengan Diaz pertama kali.


"aku ingin keluar dari sini, aku ingin pulang. kamu tidak berhak menahan ku begini. kamu penculik" teriak Maria pada Diaz saat di ruang makan.


para pelayan ter belanga karena ucapan dan tindakan Maria kepada Diaz. sebab sebelumnya tak pernah ada dan tak akan pernah ada yang berani berbicara pada Diaz seperti itu.


"no.. nona, tolong jaga ucapan anda pada tuan Diaz nona" ucap pelayan di belakang ketakutan.


"tidak tahu Terima kasih" Diaz bangkit dari tempat duduk dan berjalan ke arah maria

__ADS_1


"jangan coba coba pergi dari sini, kalau aku sampai kehilangan anak perusahaan hanya karena menyelamatkan tikus jalanan seperti kamu. aku akan mencari kamu kemana pun. kamu akan tahu bagaimana akibatnya" bisik Diaz pada Maria.


Samperin ke lapaknya ya, Cinta. Ucap salam dulu jan lupa❤


__ADS_2