Sugar Baby Sang Cassanova

Sugar Baby Sang Cassanova
BAB 115 - Devano


__ADS_3

"Maaf, aku hanya takut kamu pergi dariku ... kehilangan Vanya lima tahun lalu membuatku hampir gila, dan hal itu bermula karena aku mengabaikan dia yang kerap bertemu pria lain. Aku penakut, Agny tolong pahami."


Justin menatap istinya sesendu itu, kehadiran Devano benar-benar mengacaukan Justin. Apalagi, kala dia mengingat bagaimana ucapan Keny terkait seorang pria yang berkedok sepupu atau lainnya.


"Sudah aku katakan, tempatku pulang ya di sini ... kenapa suamiku masih ragu juga?" tanya Agny lembut sekali seraya menunjuk dada Justin.


"Tahu, tapi bukankah setiap orang bisa berubah ... kamu tahu seberapa buruknya orang ketiga jika sudah nekat. Mulut kamu mungkin mengatakan tidak ada hal aneh, tapi dia belum tentu."


Agny tidak menjawab lagi, dia hanya menunduk dan menatap siomay yang tinggal sedikit itu. Walau memang ucapan Justin benar, apalagi antara dia dan Devano tidak ada hubungan darah yang nyata.


"Kamu keberatan aku begini?"


"Tidak, buktinya sekarang aku baik-baik saja," jawab Agny sedikit berbohong karena pada faktanya, dia sedikit tersiksa dengan perubahan Justin.


Agny masih terus menyuapi Justin hingga pria itu tidak sadar siomay yang dia ragukan gizinya begitu nikmat masuk ke perutnya. Pemandangan yang cukup menggemaskan di mata orang-orang di sini.


"Mereka kenapa? Apa ada yang salah dengan penampilanku?"


Justin yang menyadari tengah menjadi pusat perhatian mulai mengomel dan tidak suka dengan tatapan mereka.


"Tidak ada, jangan emosian kenapa sih? Nih minum," ucap Agny menyodorkan air mineral yang entah dia beli dari mana.


"Bersih?"


"Ck, bersih ... tidak mungkin aku sembarangan, Justin.'

__ADS_1


"Siapa tahu saja, otak wanita biasanya tidak terduga," balasnya hingga membuat Agny menepuk pundaknya.


Tidak ada pertengkaran setelahnya, hari ini dia akan membebaskan istrinya. Setelah memiliki Renaga, mereka hampir tidak pernah menghabiskan waktu berdua di luar. Justin hanya ingin tidak ada satupun hal yang terbuang sia.


Puas menghabiskan waktu di sini, Agny memintanya pulang segera. Namun, celaka besar justru datang kala Devano menghampirinya. Entah kenapa sejak tadi dibahas mereka justru dipertemukan, hal itu tentu saja membuat Justin melingkarkan tangan di pinggang istrinya.


"Biby? Kamu kemana saja? Aku sampai cariin kamu di sekolah itu loh."


Benar kata keyvan, remaja memang lebih menyulitkan daripada orang dewasa ketika menghadapi masalah. Justin masih memilih diam, dia tetap menatap datar kala agny mengenalkan Justin pada Devano.


"Devan, Om."


Justin memilih diam, terlanjur malu Devano segera menarik uluran tangannya. Pertemuan pertama yang cukup berkesan hingga hari tua.


"Kami pergi dulu ya, suamiku tidak enak badan."


Justin hampir saja meledak, andai saja dia sendiri mungkin anak itu sudah dia tendang ke tengah jalan. sok kenal sekali, Devano sama sekali tidak ada takut-takutnya melihat mata tajam Justin.


"Aku sudah berhenti anak kecil." Justin geram? Tentu saja, jangan ditanya lagi dia segeram apa pada sepupu Istrinya.


"Oh iya? Tapi sepertinya Om pencandu berat ... sehat-sehat, Om. Adik saya belum siap jadi janda," tutur Devano seenak jidat dan amarah Justin kian meledak-ledak rasanya.


"Maksudmu? Kau berdoa aku cepat mati?"


"Tidak, sekadar saran saja. Jangan suka marah-marah, Om takutnya darah tinggi."

__ADS_1


"Kau benar-benar cari mati sepertinya."


Kesabaran Justin hangus terbakar api hingga dia bergerak untuk melayangkan pukulan di wajah Devano. Namun, secepat mungkin anak itu menghindarinya hingga yang terjadi Justin memukul angin begitu saja.


"Fuckk!! Kemari kau siallan!!"


"Sudah, jangan begitu malu," pekik Agny panik lantaran Justin hendak mengejar Devano, tampaknya dia benar-benar marah dan tersinggung dengan ucapan pemuda itu.


"Menyebalkan sekali sepupumu itu, awas saja nanti."


Demi menjaga martabat sang istri, Justin berhenti hingga pria itu memejamkan mata untuk mendapat sedikit ketenangan. "Apa aku setua itu? Jawab jujur," pinta Justin setelah dia sedikit lebih tenang.


"Ti-tidak, siapa yang bilang tua ... lebay deh, tua tuh seperti bapak itu," ujar Agny seraya menunjuk tukang siomay yang sebelumnya sempat sebal dengan ucapan Justin.


"Apa iya? Tapi dari caranya bicara seakan aku sudah sangat tua."


"Tidak, masih muda kok."


"Jawab jujur, Sayang ayolah ... aku tua?"


"Jujur gimana lagi? Sudah jujur begini masih saja."


.


.

__ADS_1


- To Be Continue -


Hai guys, aku mau infoin meski lebelnya end ini belum tamat ya, tapi sebentar lagi tamat. Oh iya, ada yang penasaran sama kisah cinta Keny-Sonya engga? Beberapa waktu lalu aku sempet lihat ada yang tanya di kolom komentar, kalau banyak yang request, dalam waktu dekat Keny rilis.


__ADS_2