Sugar Baby Sang Cassanova

Sugar Baby Sang Cassanova
BAB 100 - Sudah Dewasa


__ADS_3

Sebagaimana pasangan yang sudah memiliki anak, Justin dan Agny harus berhati-hati dan tidak bisa asal mau melakukan hubungan suami istri. Jelas hal itu demi menjaga mata putranya, Justin ingin mata Renaga melihat yang sewajarnya saja.


Jika sebelumnya dia mungkin bisa segera meng-eksekusi istrinya di atas sofa, kali ini Justin harus mencari tempat yang lebih aman. Dia harus memastikan kamar dalam keadaan terkunci meski hasrratnya sudah diujung tanduk.


Satu minggu terakhir Justin sedikit sibuk, pekerjaan serta hadirnya Renaga membuat waktu Justin untuk memadu kasih bersama sang istri sedikit berkurang. Saat ini dia tidak setega itu untuk memaksakan kehendak kala Agny sudah tertidur akibat terlalu lama menunggunya keluar dari kamar Renaga.


Beruntungnya, sang istri tidak merasa diabaikan dan kecewa dengan perubahan sikap Justin. Entah itu karena Agny yang juga ingin istirahat dari hantaman Justin, atau karena dia benar-benar ingin Renaga mendapatkan perlakukan hangat dari sosok papanya.


"Aku merindukanmu,' bisik Justin menatap lekat sang istri yang kini tengah tersenyum di bawahnya.


"Sama, aku juga."


Agny menjawab demikian seraya mengusap bibir basah Justin dengan jemarinya. Dalam waktu yang tidak lama, Justin benar-benar merubahnya hingga berani menyentuh Justin sesukanya.


Keduanya sama-sama dibuai kerinduan. Agny menginginkan belaian begitupun dengan Justin. Tidak munafik, waktu mereka yang sedikit berkurang jelas membuat Agny sedikit kesepian. Akan tetapi, dia tidak ingin egois dan lebih memikirkan Renaga di atas dirinya.

__ADS_1


Tidak peduli kapan waktunya, sekalipun siang kedua insan ini tetap sama gilanya. Agny yang terbiasa mengimbangi Justin mulai berani mencoba segala hal demi menciptakan kepuasan lebih untuk suaminya.


Benar kata Keyvan, jika wanita dewasa bermain dengan dewasa ya memang sudah sewajarnya. Akan tetapi, jika gadis belia yang dipaksa dewasa dan dia melakukan hal dewasa di atas ranjang, maka sensasinya lebih gila lagi.


Tidak ada lagi ketakutan dan hambatan ketika mereka memulainya. Jika dahulu Agny khawatir miliknya robek akibat Justin gagahi, kini dia sendiri yang merasa Justin adalah candunya.


Justin menengadah kala Agny menggerakkan tubuhnya dengan tangan yang menekan perut datar Justin. Makin hari skill istrinya tidak bisa diragukan lagi, Justin terlena dan merasa pria paling bahagia memiliki istri seperti Agny.


Istri yang tidak hanya pandai di dapur, melainkan juga di atas ranjang. Ya, pria manapun jelas menginginkan hal yang sama. Tidak sia-sia dia mengeluarkan uang sebanyak itu demi mendapatkan istrinya karena kini Justin mendapatkan lebih bahkan tidak bisa ternilai dengan uang.


"Ini kah yang kamu pelajari satu minggu ini?" tanya Justin dengan suara berat seraya menatap sang istri yang berada di atasnya dengan penuh damba.


"Oh my god, istriku sudah dewasa," puji Justin yang memang tengah dibuat kagum dengan kemampuan sang istri.


Bisanya, Agny selalu merengek dan protes lantaran pegal jika Justin meminntanya berpindah posisi walau sebentar saja. Kini, dia tampak tidak keberatan sama sekali. Jelas saja Justin bahagia, dia tidak perlu menguras tenaga jika bercinta dengan posisi semacam ini.

__ADS_1


"Capek?" tanya Justin setelah beberapa saat Agny manjakan.


Tidak ingin berbohong, jujur saja pinggangnya seakan mau copot. Seniat itu membuat Justin tidak berpaling. Agny memang tampak tenang dengan kembalinya Vanya, akan tetapi ketakutan akan perginya Justin masih saja ada.


Bukan berarti dia membenci Vanya, Agny hanya berusaha memberikan yang terbaik agar suaminya benar-benar tidak berdaya dan hanya takluk padanya. Namun, dia memang belum mampu bertahan cukup lama hinggga ketika Justin bertanya Agny mengangguk lemah.


Tanpa pikir panjang, Justin merubah posisi demi membuat tenaga Agny tidak begitu terkuras. Ambil posisi aman, tidak menyakiti dan dua-duanya terpuaskan. Hanya saja, hassrat Justin dan kemampuan bertahan di atas ranjang yang begitu lama tetap membuat istrinya lemas.


Kali kesekian istrinya memekik kala mencapai puncak kepuasan. Justin selalu merasa pria paling sempurna di saat begitu. Setelah beberapa saat memberikan kesempatan istrinya mengatur napas, Justin kembali merengkuh sang sitri dan memasukinya dalam-dalam dengan satu hentakan.


Akan tetapi, beberapa saat Justin berkuasa, Agny merasa berbeda. Kenapa tiba-tiba sakit dan punggungnya nyeri, dia berpikir jernih dan rasanya belum jadwal datang bulan. Tunggu, sakitnya berbeda dan selama mereka melakukan hubungan tidak sesakit ini.


Agny tidak mampu menahannya, ini sakit dan dia mencoba menyadarkan Justin yang tengah terbuai dan memacu gerakannya begitu cepat. "Sayang, stop ... sak_"


.

__ADS_1


.


- To Be Continue -


__ADS_2