Sugar Baby Sang Cassanova

Sugar Baby Sang Cassanova
BAB 57 - Kamu Pakai Cukuranku?


__ADS_3

"Kamu yang beris_ Aaarrgghh!!" Belum selesai Agny bicara, Justin mengangkat tubuh wanita itu ke bibir kolam hingga keduanya kembali dibuat berdesir kala mata mereka saling menatap.


"Aku merindukanmu, sudah selesai, 'kan?" Satu minggu terakhir Agny datang bulan dan hal itu membuat Justin tersiksa setengah mati, entah kenapa hal semacam itu terjadi setelah dia menikah dan sang istri jadi miliknya.


"Belum."


"Bohong, coba aku periksa," ungkap Justin dan hal itu berhasil membuat Agny cemas, niatnya berbohong karena ini masih siang. Namun, secepat itu Justin sadar kebohongannya hingga ketika pria itu memeriksa sendiri dengan caranya.


"Bersih, artinya kamu sudah selesai." Justin tersenyum simpul kala mengangkat jemarinya, tidak ada bercak kemerahan ataupun aroma darah yang biasa diproduksi wanita ketika menstruasi.


Bak menang undian, Justin sebahagia itu dengan keadaan Agny yang siap saji, tentu seorang Justin tidak akan mampu menahan diri untuk tidak memakannya.


"Agny kenapa jadi begini?" tanya Justin kala dia menyadari sebuah perubahan yang tampak jelas di matanya. Sekalipun memang kemarin-kemarin tidak bertemu, jelas saja Justin menyadari perubahannya.


Hal itu seharusnya tidak perlu ditanya, Agny malu sekali meski Justin adalah suaminya sendiri. Hendak menolak juga percuma, karena saat ini Agny benar-benar terjebak dalam kuasanya.


"Tidak, memang begitu aslinya."


"Bohong, ini kamu buat habis dan ada sedikit lukanya ... kamu pakai cukuranku ya jangan-jangan?"


Sebenarnya memang tidak terlalu berbeda, akan tetapi kemarin Agny tertarik begitu melihat cukuran suaminya dan berpikir jika benar-benar bersih akan lebih cantik karena biasanya pria menyukai sesuatu yang mulus, pikirnya. Akan tetapi, hal tersebut justru jadi bencana karena pada akhirnya Justin justru mempertanyakan hal itu.


"Lupa."


Untuk saat ini, jurus pura-pura lupa masih menjadi andalan Agny. Pria itu tersenyum simpul kala mendengar Agny menjawab lupa, dia mendongak dan ingin melihat bagaimana wajah sang istri setelah dia wawancara masalah ini.


"Lupa? Sepertinya ini baru ...."


"Maaf, aku penasaran ketajamannya saja."

__ADS_1


"Aku tidak marah, tapi kenapa melakukannya sendirian kalau ketajamannya saja kamu tidak tahu? Akhirnya apa? Lihat kamu luka begini, apa tidak perih?"


Agny salah menduga, dia pikir Justin marah hanya karena pencukur kumis Justin dia pakai disana. Ya, dia juga menyesal sebenarnya. Di luar dugaan Justin justru fokus dengan bekas luka yang ada di permukaan miliknya, Agny akui itu memang sedikit perih awalnya. Dia juga panik karena pisau cukur Justin lebih tajam dari omongan tetangga.


"Kita hanya akan begini terus?"


Jangan ditanya bagaimana rasanya, saat ini Agny tengah merasa menjalani pemeriksaan oleh seorang dokter spesialis dadakan. Tepatnya, dokter cabbul.


"Tentu saja tidak, sudah kukatakan aku menginginkanmu."


Kalimat pembuka sebelum Justin menyentuhnya hingga tubuh Agny panas seketika. Bulan madu dibawah terik matahari, Agny merasakan panas menusuk kulitnya. Akan tetapi sesuatu dari dalam dirinya lebih panas lagi mengalir dalam setiap nadinya. Justin belum memfokuskan kepuasan pribadi, dan ini adalah hal yang sejak dahulu dia tanamkan jika bercinta dengan seorang wanita yang dia sukai.


Agny meracau, dia terengah lantaran Justin benar-benar membuatnya gila di setiap sentuhannya. Tidak ada lagi rasa malu, yang ada hanya cinta yang mengalir dalam diri keduanya. 33 tahun dia menjalani hidup, jujur saja sejak dahulu perkara asmara memang Justin selalu kalah. Bukan karena dia tidak mencoba, tapi sudah dua wanita yang dia ajak serius menjalani bahtera rumah tangga namun tetap yang dikatakan cinta itu tidak pernah Justin rasakan.


Pengkhianatan, kebohongan dan hal-hal semacam itu adalah ujian yang tidak henti-hentinya Justin rasakan. Bahkan, secara nyata dia yang merasa tiada kurangnya ini dikhianati oleh sang istri dan memilih pergi bersama pria yang dahulu mengenalnya.


Kini, Justin justru dibuat jatuh sejatuh-jatuhnya pada wanita seperti Agny yang secara kasat mata jauh dari kata seksi. Memang benar dari body bukan tipe Justin sama sekali, akan tetapi sedari awal memang dia meminta Agny lantaran pertemuan pertamanya dengan Agny tidak diawali dengan hal baik.


Begitu lembut, Justin kembali menarik Agny dalam air. Dia belum pernah merasakan, tapi batinnya berteriak ingin mencoba di dalam riak air yang cukup dalam untuk tubuh Agny yang pendek itu.


Napas Agny masih belum begitu stabil setelah Justin membuat jiwanya melayang sendirian di langit Maldives, pria itu merengkuh tubuh Agny begitu erat. Ya, Justin melakukannya lagi dan lagi hingga istrinya hanya bisa menerima tanpa berani melakukan apa-apa.


"Ini terlalu gila, kenapa aku tidak ada puasnya?"


.


.


.

__ADS_1


- To Be Continue -


...Visual Cast...


Versi Author ya, kalian boleh bayangkan versi kalian sendiri ya. Kenapa gue ganti Visual Justin, kan dulu pernah ada. (Ga ketemu versi ngadep depannya, Guys) Aku selipin Evan sama Keny biar rindunya terobati.


Justin Anderson



Agny Tabina



Giovandino Kenny Aksara



Keyvan Wilantara



Emaknya gamau ketinggalan (Mikhayla Qianzy)



Primadona masa depan Azkayra Zavia Qirany


__ADS_1


__ADS_2