Sugar Baby Sang Cassanova

Sugar Baby Sang Cassanova
BAB 56 - Tenggelam


__ADS_3

Seperti yang sudah Keyvan atur, keberangkatan mereka ke tempat itu tiba juga akhirnya. Dengan melibatkan Bastian yang jadi sopir dadakan Justin untuk mengantar ke bandara, pria itu sebal sendiri kenapa harus menjadi saksi dari kehidupan pasangan pengantin ini.


Keyvan tidak ikut andil kali ini, bukan karena dia tidak peduli Justin lagi. Akan tetapi, pria itu khawatir istrinya ikut merengek minta bulan madu juga karena memang Mikhayla tidak merasakan hal semacam itu selepas menikah.


Setelah perjalanan panjang tersebut, mereka tiba di sebuah surga yang turun ke dunia. Agny menatap kagum hamparan laut yang dapat dia pandang dengan sepuasnya dari resort tempat mereka melakukan segalanya di sana, termasuk menggarap proyek manusia mini yang Justin rencanakan, sama sekali dia tidak mengetahui jika bulan madu ini adalah hadiah teman-teman Justin, yang dia ketahui ini adalah cara Justin membahagiakan istri, itu saja.


"Kamu kaya banget berarti?"


Tanpa basa basi ataupun khawatir dikatakan mandang harta, Agny tetap bertanya karena menurutnya hal semacam ini perlu dia pertanyakan. Justin tertawa sumbang dengan pertanyaan spontan Agny yang penuh kejujuran.


"Serius, aku sempat cek di internet berapa banyak yang harus di keluarkan kalau ingin ke sini, dan nominalnya membuatku bingung sendiri ... kalau jadi cash uangnya sebanyak apa?"


"Tidak juga, tapi harta kekayaan kita bisa bertahan sampai anak cucu nanti, Agny."


Justin tidak menyebut harta kekayaanku, melainkan kekayaan kita. Itu artinya, dia benar-benar menanamkan diri Agny sebagai bagian hidupnya. "Kenapa diam? Kamu berharap suamimu ini sekaya apa? Hm?"


"Lupakan, aku ngomong apa sih."


Dia yang bertanya tapi dia juga yang risih sendiri membahas harta. Agny mendadak malu, apalagi ketika Justin tiba-tiba menghampirinya. Sejak dahulu dia bukan tipe orang yang suka ikut campur urusan orang lain, akan tetapi untuk kali ini tampaknya lidahnya gatal jika tidak bertanya.


Sama sekali Justin seakan tidak ada lelahnya, pria itu menarik pergelangan tangan Agny hingga kini basah kuyup lantaran dia menarik sang istri tanpa aba-aba ke kolam yang menghadap ke laut secara langsung.


"Hooah!! Aku belum siap!!"

__ADS_1


Agny protes, meski tidak dapat dipungkiri dia suka tetap saja keterkejutan itu membuat hidungnya seakan penuh, sementara Justin hanya terkekeh tanpa dosa dengan tangan yang sudah sibuk melucuti pakaian Agny hingga membuat wanita itu mendadak cosplay jadi kepiting saus padang.


"Kenapa dilepas?"


"Memang begitu konsep berenang, masa pakai baju ... apa tidak risih?"


"Ya tapi kenapa semuanya dibuka begini?"


Agny sedikit menjaga jarak, seraya menutupi bagian atas yang tetap terlihat di bawah air. Ini adalah pemandangan favorit bagi Justin, bahkan mungkin mengalahkan indahnya pulau ini. Terbiasa dengan tempat-tempat seperti ini, bagi Justin danau milik Agny lebih indah dari segalanya.


Keduanya sudah dalam keadaan sama-sama polos, adegan selanjutnya sudah dapat ditebak hingga membuat Agny memerah dan mencoba menciptakan riak air kolam demi menghilangkan rasa gugupnya. Aneh, dan ini sangat nyata. Sudah menikah, bahkan melakukan hubungan badan sebelum menikah adalah hal lumrah bagi mereka, akan tetapi entah kenapa dia masih malu jika Justin tatap sebegitu intensnya.


"Kamu suka air?"


"Ehm, lumayan ... tapi tidak terlalu suka, karena dulu aku pernah tenggelam," jawab Agny mulai menceritakan pengalaman buruknya di masa lalu, berharap sekali hal itu berhasil membuatnya tampak tenang di hadapan Justin.


"Dimana? Waktu kapan?" tanya Agny serius sekali, dia berpikir jika Justin benar-benar mengalami pengalaman yang sama buruknya dengan dirinya. Akan tetapi, senyum itu kemudian tampak menegaskan sebuah perbedaan makna yang Justin ucapkan.


"Hm beberapa waktu lalu, tenggelam di lautan madu bersama wanita yang ternyata adalah calon istriku di masa depan," ucapnya kemudian tersenyum tengil dan menatap Agny lekat-lekat, jelas saja hal itu membuat sang istri kembali memerah tiada hentinya.


"Ih apasih."


Ini adalah kali pertama Justin menggombal dan nyatanya sukses membuat Agny merah padam. Setelah Agny dia buat polos tanpa sehelai benangpun, kini kembali dia buat semakin salah tingkah hingga tanpa sadar tangan Agny mencubit perut Justin.

__ADS_1


"Aaarrggghh, Sayang ... kukumu tajam sekali, belum di potong lagi ya?"


Sepertinya Agny hanya bercanda, tapi Justin seakan ditusuk belati hingga membuat wajah Agny pucat pasi. Ya, meski sudah sedikit paham suaminya pandai sekali berpura-pura, Agny tetap saja tertipu hingga dia menggosok pelan perut Justin di bawah air.


"Aku pikir tidak sekuat itu, sakit ya?" Agny memang semudah itu khawatir tentang suaminya, sama sekali dia tidak mengira Justin hanya bercanda atau bagaimana karena memang pria itu pandai sekali mengatur raut raut wajah seakan benar-benar serius


"Sakit lah, kamu lupa bekas luka di perutku? Kalau disentuh sakit, apalagi dicubit," ucapnya berisik sekali dan hal itu masuk akal bagi Agny karena memang di bagian perut Justin terdapat luka jahitan, sepertinya luka di masa lalu.


"Tapi tadi tidak disana, aku cubitnya di sini," ujar Agny membela diri dan menyentuh bagian yang dia cubit, memang tidak berada tepat di atas bekas luka yang Justin maksud. Akan tetapi, entah kenapa pria itu mempemasalahkannya.


"Ck, bukan di sana, agak bawahan tadi kamu cubitnya."


"Bener di sini kok."


"No, Sayang tapi di sini."


Mata Agny membeliak kala Justin mengarahkan tangannya di bagian bawah perut Justin dengan senyum tengil yang kerap kali membuat Agny takut. Justin sudah tidak waras lagi sepertinya, pria itu menuntun Agny untuk benar-benar menyelam di lautan madu setelah ini.


"Dia bangun karena kamu berisik, tidurkan," titah Justin sementara Agny mengalihkan pandangannya karena jujur dia malu, ingin rasanya loncat ke laut dan pergi bersama paus dari dasar laut sana.


.


.

__ADS_1


.


- To Be Continue -


__ADS_2