Sugar Baby Sang Cassanova

Sugar Baby Sang Cassanova
BAB 98 - Saingan


__ADS_3

Jika di luar tampak bahagia dengan sikap Renaga, di sisi lain dua wanita yang kini tengah berperang dengan gejolak batin masih terdiam usai Vanya mengutarakan keinginannya.


"Aku mengenalmu dari Arga, kita pernah bertemu dulu dan aku yakin kamu pasti wanita yang baik ... jaga putraku baik-baik, Agny."


Tentu, tanpa diminta Agny akan lakukan hal itu. Dia menerima Renaga sebagai darah daging Justin dengan segenap kasih sayangnya. Agny bisa jamin anak itu tidak akan kekurangan kasih sayang jika bersamanya.


"Pasti, kak Vanya tidak perlu khawatir soal itu."


Vanya menatap lekat Agny yang duduk di sampingnya. Justin mendapatkan apa yang seharusnya, jika ditanya menyesal atau tidak, jelas saja iya. Akan tetapi, sama sekali Vanya tidak memiliki keinginan untuk kembali mengusik hidup Justin. Selain karena penyakit yang jadi alasan, Vanya sangat sadar dan malu dengan semua perbuatannya.


"Renaga mungkin akan merepotkan, dia tidak suka makan nasi ... putraku takut melihatnya sejak bayi. Dia tidak suka hujan dan juga takut gelap."


Vanya mulai mengatakan hal-hal yang seharusnya Agny ketahui sejak awal agar tidak terkejut nantinya. Sejak dahulu memang Renaga sudah berbeda, dan hal itu jelas ada alasannya.


Pemicu utama memang Arga, kegelapan dan air adalah hal yang membuat Renaga gemetar bahkan membisu. Hal itu diakibatkan kebodohan Arga yang marah tanpa etika, dia mengunci pintu dari dalam dan membiarkan Renaga berteriak histeris di luar padahal malam itu tengah hujan lebat.


"Mungkin putraku akan merepotkanmu, tapi aku mohon jangan menyakitinya andai nanti Renaga membuat kamu marah."


Ketakutan Vanya tentang umurnya hanya itu, dia masih berharap akan hidup seribu tahun lama lagi demi putranya. Hanya saja, jika Tuhan telah menghadirkan pengganti dirinya untuk Renaga, sama sekali Vanya tidak keberatan andai Tuhan merenggut nyawanya detik ini juga.


"Ah iya, satu hal yang mungkin akan membuatmu kewalahan ... Renaga tidak menyukai pria dewasa, mungkin karena terbiasa melihat pertengkaranku dengan Arga. Tapi, aku percaya kamu bisa merubahnya pelan-pelan."


Besar sekali harapan Vanya pada wanita ini, dia tersenyum simpul meski tubuhnya bahkan seakan sulit untuk bernapas lebih lama. Tubuhnya semakin lemah, padahal Justin sudah berusaha memberikan yang terbaik.


Akan tetapi, senyum Renaga yang dia lihat tadi membuat Vanya sedikit lebih baik. Putranya terlihat segar dan wangi, pakaian yang dia gunakan juga berbeda. Tidak ada lagi Renaga menangis karena baju kesayangannya basah, bersama Justin hidup Renaga memang akan terjamin.


Vanya memang salah, dia egois dan terlalu malu mengakui keadaan. Andai saja mengaku sejak dulu, setidaknya Renaga akan hidup dan tumbuh dengan kasih sayang tulus tanpa kekurangan. Sayangnya, ego Vanya terlalu tinggi dan tetap mengajak sang putra menyelam di lautan derita.


"Iya, aku akan melakukan yang terbaik untuk Renaga, dan maaf kalian harus menderita di tangan kakakku," ucap Agny yang membuat Vanya tidak habis pikir, kenapa bisa dia meminta maaf atas ulah pria segila Arga.

__ADS_1


"Jangan meminta maaf atas namanya, Agny. Kamu juga merasakan akibat perbuatannya," tutur Vanya yang paham betapa bejjatnya Arga.


Tidak ada kebencian dan kebohongan di mata dua wanita ini. Satu hal yang membuat Vanya salut, istri Justin benar-benar menerimanya. Padahal, hingga saat ini Justin saja masih terlihat membencinya.


Beberapa saat berlalu, Justin membuka pintu dan memanggilnya untuk keluar. Lihatlah, Justin bahkan enggan mendekat dan meminta Agny keluar hanya dengan mimik wajahnya.


"Pulanglah, suamimu sudah menunggu," ucapnya tersenyum getir, dari kejauhan dia masih dapat melihat dengan jelas ketampanan Justin. Pria yang dia khianati hanya karena terbuai janji manis dan bualan Arga.


"Hm, lekas membaik ... Renaga pasti juga menunggu."


Tidak ada jawaban dari Vanya, hingga baru saja Agny hendak berlalu, Keny dan sang istri bergantian masuk. Gaya sok akrab Keny membuat kesedihan dalam benak Vanya hilang seketika, memang benar pria itu adalah Happy Virus dalam setiap momennya.


"Lama tidak bertemu, Vanya apa kabar? Sehat?"


"Cih ... matamu mana, Keny," balas Vanya ingin sekali memukul pria itu, sudah jelas keadaannya begini dan dia masih bertanya.


"Wih masih kenal aku ternyata, kamu kemana saja? Dunia begitu cepat ternyata."


"Ada, kamu terlalu sibuk."


"Dan kamu menghilang setelah dicerai bonggol pisang itu, kasihan sekali ... oh iya, ini Sonya istriku, calon besanmu di masa depan," ungkap Keny mengenalkan sang istri dan hal itu lagi-lagi membuat jiwa kesepian Vanya seakan benar-benar hidup.


"Besan? Kalian suka Renagaku?"


"Suka, pasti kalau sudah besar persis Daddy-nya ... putriku pasti bahagia punya pendamping seperti Aga, ah jadi tidak sabar."


Awal masuk dia pikir Sonya pendiam, setelah berkenalan dia sama saja seperti Keny. Berbeda dengan Justin yang terlihat marah, Vanya justru memberikan reaksi sebaliknya.


"Syukurlah jika Aga diterima dengan baik, sepertinya Aga juga senang ... tadi pagi dia bercerita punya teman namanya Zavia, pasti itu putri kalian, 'kan?"

__ADS_1


Pertanyaan Vanya sukses membuat wajah Keny dan Sonya berubah. Zavia? Gawat, mereka telat selangkah. Tampaknya Keny salah cara, harusnya dia bawa Giska juga hari ini.


"Zavia?"


"Ehm, sejak kecil Renaga tidak punya teman ... tapi tadi pagi dia terlihat bahagia menceritakan Zavia, terima kasih sudah melahirkan putri yang bisa membuat putraku tersenyum."


Kampret!! Si Evan memang kebiasaan maen tikung sembarangan.


Keny membatin dan jujur saja dia merasa keberatan jika harus saingan bersama pria itu. Apalah daya dirinya yang hanya bawahan dan tidak seberkuasa Keyvan Wilantara.


"Ehm, putriku namanya Giska ... memang belum pernah bertemu, tapi aku yakin pesona Giska tidak kalah dari Zavia." Berbeda dengan Keny yang putus asa, seorang Sonya dengan kepercayaan diri luar biasa yakin betul Giska akan menjadi bagian hidup Renaga.


.


.


- To Be Continue -


Hai, aku up lagi nanti ya. Hari ini aku ada urusan sedikit, Justin menjelang End ... ada request yang perlu kita masukin apa di sini? Ah tapi sebelum itu Author mau kasih pengumuman seperti biasa. Sementara aku up, mampir dulu ke karya temen aku yang satu ini ya❤


Judul : Bidadari Yang Diabaikan.


Aisyah dan Andromeda adalah mahasiswi dan dosennya yang menjadi korban salah sasaran. Mereka meminum syrup yang sudah diberi obat perangsang. Akhirnya kedua orang itu melakukan sesuatu yang dilarang oleh agama.


Akibat dari kejadian itu, Aisyah hamil bayi dari laki-laki dingin dan cuek. Untuk menjaga nama baik semua orang, keduanya pun menikah dan hidup bersama di satu atap.


Akankah kedua orang itu saling membuka hati untuk menyembuhkan luka di hati mereka?


Atau mereka memilih untuk berpisah setelah bayi itu lahir?

__ADS_1



__ADS_2