Sugar Baby Sang Cassanova

Sugar Baby Sang Cassanova
BAB 72 - Kamu mengingatu?


__ADS_3

Dengan perasaan yang masih tidak dapat Agny utarakan, dia bernapas lega setelah menghabiskan beberapa menit di dalam toilet. Setidaknya, alasan dia yang membuat resah sedikit berkurang dan dapat kembali pada suaminya. Akan tetapi, lututnya mendadak lemas begitu mengingat tatapan pria yang menjadi alasan kuat Agny menyerahkan diri pada Justin kala itu.


Dia sudah berusaha melupakan, sekalipun tidak ada hal yang terjadi sebelumnya, tapi tetap saja di mata pria itu Agny tidak lebih dari wanita bayaran. Dia hanya takut, jika pria itu sampai membuka aibnya maka citra Justin akan rusak secepat itu.


"Kenapa harus ketemu lagi?"


Agny menatap pantulan wajahnya di cermin besar itu. Dia merapikan rambutnya agar tetap terlihat menawan sebagai pendamping Justin, padahal sama sekali tidak ada yang salah dengan dirinya.


Tidak ingin terlalu lama lantaran di sini juga sepi, Agny segera berlalu keluar. Semua terlihat baik-baik saja, akan tetapi baru beberapa meter Agny lewati, wanita itu dikejutkan dengan sosok yang sejak berbulan-bulan lalu membuatnya takut.


Winarto tersenyum tipis ketika kembali menemukan gadis impiannya. Mata itu masih sama, tubuhnya masih menggoda bahkan semakin cantik hingga membuat pria yang tengah mengalami puber kedua itu semakin gila rasanya.

__ADS_1


Tidak sia-sia dia mengelabui para orang-orang itu. Dia yang sejak awal melihat kedatangan Agny sudah mencari kesempatan, jelas saja akan menggunakan sejuta cara agar bisa bicara dengan gadis itu.


"Kita bertemu lagi, kamu masih mengingatku?" tanya pria itu tersenyum tipis sembari mencoba menggenggam tangan Agny, beruntung saja wanita itu secepat kilat menghindar.


"Tidak, Anda siapa ya?"


Senyum Winarto semakin mengembang, dia sangat suka tipe gadis jinak-jinak merpati. Tidak salah jika Edward mematok harga luar biasa tinggi untuk seorang Agny, pikirnya.


"Saya suka kamu begini, tapi kenapa tiba-tiba menghilang? Padahal Saya sudah mempersiapkan rumah untuk kita tinggali berdua, dan kamu tahu? Rumahnya bahkan lebih luas dibandingkan rumah untuk istriku yang lain," ucapnya tanpa sedikitpun rasa malu dan itu membuat Agny menatapnya penuh amarah.


"Tunggu manis, kita belum selesai bicara ... kamu tahu berapa uang yang sudah saya keluarkan untuk mendapatkanmu? Bisa-bisanya pergi padahal saya sudah menyelesaikan separuh pembayarannya, paham?!!" tanya Winarto mencengkram pundak Agny setelah bersusah payah menangkap gadis itu karena memang tenaganya cukup kuat.

__ADS_1


ˆItu bukan urusan saya, dan saya tidak peduli!! Lepaskan, Anda tidak ingin mati konyol di tangan suami saya, 'kan?"


Jika dulu dia takut karena memang terbelenggu kekuasaan Edward. Saat ini tidak sama sekali, dia berani menata tajam pria di hadapannya. Tidak peduli meski lututnya seakan lemas, apalagi napasnya yang bau itu membuat Agny benar-benar mual.


"Ayolah, jangan terlalu ganas ... Saya jadi penasaran berapa pria itu membayarmu untuk menjadi istri pura-pura malam ini? Setelah makan malam, apa kamu juga akan melayaninya? Realistis saja, lebih baik ikut saya ... lebih kaya dan hidupmu lebih terjamin dibandingkan bersama pemuda itu."


"Jaga bicara Anda, apa tidak malu seorang pria terhomat seperti Anda bicara serendah ini?"


.


.

__ADS_1


.


- To Be Continue -


__ADS_2