Sugar Baby Sang Cassanova

Sugar Baby Sang Cassanova
BAB 117 - Tanda-Tanda


__ADS_3

Jika di sisi lain Keny baru aja dibuat pucat pasi akibat kehadiran Mikhail, di sisi lain para istri tengah dibuat panik kala menyadari ada yang berbeda dengan Agny. Sejak tadi dia terlihat gelisah, ditanya kenapa jawabnya hanya menggeleng pelan dan hal itu membuat para ibu-ibu muda di sana jelas saja khawatir.


"Agny, jangan ditahan kalau ada pa-apa ... mumpung acaranya belum mulai" ucap Khayla cemas, dia memang belum menjadi dokter sungguhan tapi dia bisa menerka apa yang akan terjadi dalam waktu dekat.


"Aku tidak apa-apa, cuma sedikit peg_ aduh ...."


Semakin mengkhawatirkan saja, sejak tadi dia sudah merasa aneh namun memilih diam dan tidak mengatakannya pada Justin. Hingga kepanikan terjadi kala Sonya menyadari sofa tempat Agny duduk basah.


Dia yang akan menjadi MC dalam acara itu sontak heboh sendiiri, microphone yang baru saja dia hidupkan beberapa saat lalu membuat teriakan Sonya terdengar jelas hingga membuat seisi rumah panik seketika, bahkan mungkin tetangga.


"Basah!! It-itu ... Bang Justin istrimu mau lahiran!!" teriaknya memekakan telinga dan berhasil membuat Agny malu tidak terkira, yang benar saja dia membuat acara penting ini kacau tanpa terduga.


Perkiraan kelahiran masih beberapa hari lagi, lantas kenapa harus hari ini dan di saat begini, pikirnya. Zia dan Kanaya sebagai yang lebih berpengalaman kini mendekat, dia khawatir sekali akan terjadi sesuatu yang tidak-tidak nantinya.


Sakit yang tadinya tidak seberapa, mendadak kian brutal kala orang-orang mengkhawatirkannya. Renaga sudah meangis, begitupun dengan Giska dan Zavia. Secepat mungkin para pengasuh mengambil alih, terkhusus Giska yang tidak memiliki pengasuh jelas saja menjadi tanggung jawab Zean.


"Sayang, kita ke rumah sakit sekar_"


"Bang Justin!! Kenapa harus ke rumah sakit, di sini ada bu dokter ... lahiran di sini saja," ucap Sonya seenak dengkul dan membuat Justin geram seketika, bisa-bisanya dia melarang kepergian Justin di saat Agny sedang kesakitan begini.


"Do-dokter?"


"Iya, Khayla kan dokter," jawabnya santai, menurutnya akan lebih baik ditangani secepatnya lantaran khawatir macet dan sebagainya.


Justin menggeleng cepat, sekalipun Mikhayla benar-benar menjadi dookter tampaknya dia tidak bisa mempercayakan sang istri pada Mikhayla. "Bisa, 'kan, Khay?" tanya Sonya memastikan sekali lagi.


"Bisa."


"Tidak, aku ke rumah sakit saja .. Awas Sonya!!"


Justin melangkah cepat untuk membawa sang istri ke rumah sakit. Diikuti Keyvan dan juga Keny, tidak ketinggalan Sonya dan Khayla. Tinggalah kelurga inti Megantara yang kini sama cemasnya, sementara Zean harus berltih kesabaran dengan perannya sebagai pengasuh dadakan.


"Ya Tuhan semoga mereka selamat."

__ADS_1


"Ada apa, Pa? Ma?"


Dunia sudah bubar, Sean baru muncul dengan wajah baru bangun tidurnya. Usaha Zean membangunkan pria itu sejak tadi memang tidak sia-sia walau waktunya cukup lama.


"Tidur lagi saja kau, Sean," titah Mikhail menggeleng pelan, entah kenapa putranya yang satu ini terlampau berbeda.


"Ck, terus kenapa Zean bangunin?"


.


.


Sama-sama panik, membuat otak ketiga pria tampan itu sedikit tidak berfungsi. Di saat istrinya tengah kesakitan, Justin kembali diuji kesabaran dengan Keyvan dan Keny yang tiba-tiba ikut masuk dan duduk di sampingnya.


"Tenang, Agny ... Jangan panik okay." Suara Keny memang cukup menenangkan, tapi jujur saja mengganggu.


"Tolol!! Kenapa kalian duduk di sini ... siapa yang mengemudi, Bodoh?"


Kesal sekali rasanya Justin, di saat terdesak begini kedua sahabatnya justru jadi masalah. Baru saja Keyvan hendak turun, kursi depan kini tersisi dan ketika pintunya tertutup ketiganya membeliak seketika.


"Okay ... tenang Agny, serahkan padaku ... aku pernah jadi supir ambulance," ucapnya benar-benar yakin dan membuat Keyvan pucat pasi.


Khayla, dengan mode seriusnya siap menyetir dan percayalah Keny yang mengingat Mikhayla sebagai penyebab kematian mantan istri Keyvan, sontak berpegang erat dan tidak lagi berusaha memberikan ketenangan pada Agny.


"Sayang aku saj_"


Belum sempat Keyvan menyudahi kalimatnya, mobil itu sudah melaju keluar dari perumahan. Jangan tanyakan kecepatannya, sebagaimana ucapan Khayla dia pernah mengemudikan ambulance, entah ambulance mana yang dia kemudikan.


"Astaga!! Justin sempit tolonglah."


"Mau bagaimana lagi? Khayla sudah jalan," sentak Keny tengah meratapi dosa-dosanya dimasa lalu.


"Aaaaarrrrrrrrggghhh, sakit."

__ADS_1


Agny yang kini berada di pangkuan Justin sudah menggila, dia tidak lagi peduli dengan keadaan hingga tangannya berusaha menarik appapun di sekitarnya. Kemeja Keyvan jadi sasaran, kedua pria itu kini tidak berjarak dan jelas saja menimbulkan keributan.


"Sudah kukatakan harusnya kalian bawa mobil sendiri badjingan!!"


"Aarrggh, kau diam keparrat ... Leherku, ya Tuhan Agny tolong lepaskan."


Tampaknya ini adalah pembalasan karena dahulu justin luar biasa tersiksa ketika mikhayla melahirkan. Menyesal sekali Keyvan duduk di sisi Justin, tidak hanya berusaha menarik kemejanya, tapi Agny juga menggigit tangan Keyvan hingga teriakan di dalam mobil tersebut bersatu padu persis paduan suara anak ayam.


"Aaaaaarrrrrhhh ... jariku patah, Justin tolong."


"Jangan membentaknya, Van."


"Aku tidak membentaknya ya Tuhan ... Khayla tolong, Sayang."


Sementara Keyvan dan Justin berdebat, saat ini Keny tengah terpejam dan duduk manis di sebelah Justin tidak peduli bagaimana kaki Agny menyakitinya, yang jelas dia khawatir ini hari terakhir dia melihat dunia.


Keyvan sudah paling cepat dalam mengemudi di antara mereka bertiga, akan tetapi saat ini kecepatan MIkhayla mengalahkan sang suami hingga Keny tidak mampu lagi berkata-kata.


"Kiri, Khay!! Gas!! Lanjuuuut!!"


Tidak jauh berbeda brutalnya dari Khayla, Sonya juga memastikan keadaan. Dia bahkan berteriak ke luar sana sebagai isyarat jika mereka tengah dalam keadaan darurat.


"Woey minggir!!"


"Maaf, Pak ... Mau lahiran!!"


Entah terdengar atau tidak, yang jelas Sonya berusaha meminta maaf. Khayla dengan fokus yang luar biasa tinggi, tidak punya tujuan lain selain harus sampai di rumah sakit dalam waktu dua menit. Tidak peduli bagaimana teriakan Keyvan meminta tolong padanya.


Jika biasanya Khayla anti sekali suaminya dipegang orang lain, untuk kali ini dia tidak mempermasalahkan sekalipun Keyvan menangis darah.


.


.

__ADS_1


- To Be Continue _



__ADS_2