Sugar Baby Sang Cassanova

Sugar Baby Sang Cassanova
BAB 60 - Rumitnya Wanita


__ADS_3

Malam menjelang, hembusan angin kian terasa nyata menusuk kulit. Agny terbiasa menghabiskan waktu sendirian tanpa kehadiran Justin, suaminya tidur persis mati suri dan Agny tidak ingin menganggu. Wanita itu menatap jauh ke depan, langit di atas lebih damai menurutnya. Mungkin malam ini kedua orang tuanya menjadi saksi jika kebahagiaan telah menjemput wanita cantik bermata indah itu.


Tanpa Agny ketahui, jika saat ini suaminya terlonjak dari tempat tidur kala menyadari dirinya tertinggal sendirian. Justin sontak turun dan berlalu keluar demi mencari istrinya, dengan mata yang memerah akibat tidur terlalu lama, Justin melangkah sembari mulai memanggil Agny dengan suara seraknya.


"Ck, kemana dia ... apa susahnya tetap di sisiku, kebiasaan meninggalkan begini ... menyebal_"


"Dia sedang apa di situ? Apa kulitnya tidak dingin?"


Omelan Justin terhenti kala dia menatap sang istri tengah duduk membelakanginya di pinggir kolam. Pria itu menghela napas perlahan, menyesal juga dia mengomel lantaran khawatir telinga Agny justru mendengar suaranya.


"Hai, kenapa di luar?"


Justin melingkarkan tangan di perut sang istri seraya mengecup pundaknya. Agny yang sejak tadi menyelam dalam lamunan jelas saja terkejut bahkan hampir saja tamparan mendarat di wajah Justin.


"Bikin kaget, hampir saja," ujar Agny menurunkan tangannya, tindakan spontan semacam itu kerap sekali dia lakukan karena sejak dulu begitulah cara dia melindungi diri.


"Kamu terkejut? Sudah tahu hanya ada kita berdua di sini, tidak mungkin orang lain yang memelukmu begini," ujar Justin kemudian terkekeh lantaran sang istri yang masih saja kerap terkejut padahal memang Justin setanggap itu masalah sentuhan.


"Datangnya diam-diam, aku dari tadi melamun ... jadi tidak sadar."


"Melamun? Apa yang kamu pikirkan memangnya? Hm?"


"Banyak, salah satunya Mama," jawab Agny tersenyum getir kemudian bersandar lemah ke dada bidang Justin. Tidak dapat dipungkiri, keinginanya untuk bermanja persis wanita lain juga mengalir begitu saja.


"Mama? Kenapa memangnya?"


"Aku rindu saja, kalau Mama tahu kelakuanku pasti marah," ucapnya kemudian memainkan jemari Justin yang sejak tadi mengelus perutnya, entah apa maksud Justin yang jelas sentuhan seperti itu membuat Agny semakin tenang.


"Kelakuan yang mana?"


"Aku gagal menjaga mahkotaku seperti pesan Mama. Kita melakukannya sebelum menikah, bukan hanya sekali dan konsepnya bukan lagi jual diri ... tapi aku yang mau, rasanya murrahan sekali," tutur Agny tersenyum getir dan dia tengah berenang di lautan fakta, awalnya memang karena terpaksa. Akan tetapi, beberapa kali memang kerap dia yang menginginkan Justin tanpa sadar.


"Shuut, kenapa bicaramu begitu? Fine, soal itu memang salahku ... berhenti bicara begitu, kamu tidak murahhan dan sekali lagi aku jelaskan mahkota itu di kepala, bukan di selangka-ngan, Sayang."

__ADS_1


Agny terkekeh, padahal Justin tengah serius membahasnya. Ucapan sang istri sedikit mengusik batinnya, rasa bersalah Justin seakan menyeruak dalam batin dan jujur dia ingin marah jika Agny kembali mengatakannya.


"Benar juga, aku lupa soal itu."


Wanita itu menghela napasnya perlahan, sejenak terpejam kemudian kembali menatap langit. Udara di luar memang dingin, tapi dekapan Justin terasa hangat. Di tengah merasakan manisnya hubungan itu, tiba-tiba otak Agny berkelana ke luar dan dia membayangkan dua istri Justin sebelum dia.


"Ck, awas."


Nalurinya sama-sama wanita, memang tidak berbeda dan hal itu membuat Justin bingung. Tidak ada hal yang dia lakukan dan tiba-tiba bangun kemudian menjauh dari Justin, jelas saja dia bingung kenapa berubah secepat itu.


"Sayang kenapa?"


Matanya menatap tajam Justin, sungguh perubahannya secepat kilat hingga membuat Justin memutar otak dimana letak salahnya. "Apa? Aku salah apa?"


"Kamu pernah begini juga sama mantan istri kamu, 'kan?"


"Astaga, dia kenapa lagi?"


"Pasti pernah."


"Tidak, apa yang kamu pikirkan sebenarnya?"


Agny cemberut, benar-benar berpikir seburuk itu. Hanya karena sebuah potongan video terkait mantan yang sempat dia tonton minggu lalu, Agny benar-benar membayangkan bagaimana Justin dengan mantan istrinya, dan hal itu sangat mengusik pikirannya.


"Is ngaku apa salahnya sih? Pasti pernah peluk-peluk seperti tadi."


Justin menghela napas kasar seraya memejamkan mata, harus bagaimana dia menghadapi wanita serumit Agny. Istrinya memang penurut, namun sesekali terkadang sulit dihadapi dan kali ini sungguh cemburunya Agny membuat otaknya panas seketika.


"Tidak pernah," jawab Justin sedikit berbohong karena memang faktanya tidak mungkin dia tidak pernah memeluk mantan istri walau hanya sekali.


"Bohong, jawab yang jujur," pinta Agny sebal dan ini benar-benar bencana bagi seorang Justin.


"Ayo jawab," desak Agny mendekat dan mengikis jarak hingga dia kembali menekan perut datar Justin.

__ADS_1


"Hm, pernah."


Mau tidak mau Justin harus mengaku, dia menjawab malas dan biasanya hal semacam ini adalah awal bencana segala bencana. "Tuh kan pernah!!" sentak Agny lebih kesal lagi kala Justin menjawab jujur pertanyaannya.


Plak


"Aawww, katanya harus jujur."


Justin mengu-lum senyum melihat Agny yang semakin kacau begitu. Inikah cemburu? Atau hanya sekadar potongan sikap menyebalkan Agny yang muncul saat ini. "Kamu kenapa? Namanya nikah sama duda, ya jelas pernah lah," ucap Justin tekekeh kemudian dan membuat Agny bahkan seperti akan menangis, matanya sudah membasah dan hal itu terlihat lucu bagi Justin.


"Ya tapi kan setidaknya_"


"Setidaknya apa? Jaga hati? Itu masa lalu, sekarang cuma kamu ... pelukanku, ciumanku, dan semuanya untukmu. Apa yang perlu dipermasalahkan?"


Memang benar sebenarnya, Justin adalah miliknya saat ini. Hanya saja, membayangkan bagaimana Justin pernah melakukan hal sama dengan wanita selain dirinya entah kenapa Agny tidak terima, rasanya dia ingin sekali membuat mereka-mereka di luar sana terbakar karena pernah Justin peluk.


"Ya Tuhan, aku kenapa sebenarnya?" - Agny


.


.


.


- To Be Continue -


Yang pernah cari masalah sama suami/pacarnya ayo ngaku, nggak mungkin cuma Agny sendiri.


Masih mau manis-manisnya? Bosen gak kira-kira kalau masih bahas bulan madunya?


Aku up rada telat, tapi ini sedikit panjang. Tungguin ya, sementara mampir dlu ke karya satu ini.


__ADS_1


__ADS_2