Sugar Baby Sang Cassanova

Sugar Baby Sang Cassanova
BAB 66 - Tauge Semua


__ADS_3

Jika malam kelam tengah dialami keluarga tanpa masa depan itu, di sisi lain Agny tengah merasakan nikmatnya menjadi istri Justin. Hanya karena tangannya terkena percikan air panas di siang hari, malam ini Justin menyiapkan makan malam sendiri. Setelah tadi sore dia menyempatkan diri ke supermarket, malam ini Justin memasak khusus untuk istrinya.


"Kok tauge semua? Aku tidak suka, rasanya persis rumput."


Agny sebenarnya tidak pilih-pilih makanan, akan tetapi entah kenapa jika sudah tauge semua mendadak yang dia ingat adalah rumput. Terlebih lagi, Justin memasaknya cukup singkat bahkan bisa dipastikan masih mentah.


"Rumput? Memang pernah makan rumut?" tanya Justin tersenyum tipis, dia paham istrinya mungkin tidak akan terlalu suka.


Namun, ini adalah bagian dari usaha Justin karena menurut Keny sayuran itu akan membantu kesuburan, dia menginginkan anak untuk saat ini. Ya, setelah sempat berdebat dan mengatakan pada Evan dia cukup dengan Zavia, setelah bersama Agny lama-lama prinsip itu berubah.


"Ck, aku serius ... lagian kenapa tiba-tiba makanannya sehat begini? Biasanya kita makan ayam goreng sama minum cola, kenapa jadi berubah?"


"Namanya usaha, tidak semuanya tauge, Sayang ... ini ayam bakar, dada kiri kesukaan kamu," ucap Justin kemudian dan berhasil membuat Agny mengerutkan dahi, pasalnya dia sama sekali tidak pernah mengatakan suka bagian itu.


"Kapan aku bilang begitu? Aku sukanya sayap, bukan dada."


Justin lupa, tampaknya itu adalah makanan kesukaan orang lain. Kalau tidak istri Evan, tentu saja istri Keny. Karena memang kedua pria itu kerap merepotkan Justin dengan memintanya keliling mencari ayam bakar bagian dada kiri dan itu sangat memakan waktu bagi Justin.


"Ck, siallan ... aku lupa itu makanan kesukaan siapa, Khayla atau Sonya sebenarnya? Inilah akibatnya kalau ikut-ikutan sibuk ketika istri orang ngidam, di depan istri sendiri malah salah bicara ... kalau dia salah paham bagaimana? Mati aku!!"


Justin tersenyum kaku kemudian tersenyum tipis, dia menatap Agny sedikit gugup karena khawatir istrinya berpikir yang tidak-tidak.


"Ah iya? Aku lupa, tapi kamu coba dulu ini, enak sekali."


"Oh iya? Seingatku sama saja."

__ADS_1


Justin sudah was-was istrinya akan mempermasalahkan hal ini, tapi faktanya tidak begitu. Agny terlihat tidak mempermasalahkan hal semacam itu, padahal beberapa waktu lalu da bahkan sempat cemburu dengan masa lalu Justin. Bukankah seharusnya dia juga cemburu perkara ini, pikir Justin.


"Coba saja dulu."


Justin benar-benar menyiapkan segala sesuatu untuk istrinya, bahkan jika Agny tidak menolak pria itu ingin sekali menyuapi istrinya sekalian. Sayangnya, Agny sedang tidak dalam suasana hati ingin bermanja-manja untuk malam ini.


"Bisa sendiri, aku bukan lagi bayi."


"Tapi tanganmu ...."


"Ini hanya luka bakar kecil, bukan patah," jawab Agny kemudian mulai menikmati makan malam hasil jerih payah suaminya, sedikit gosong namun tidak masalah lantaran masih bisa dinikmati.


"Bagaimana? Enak?"


Wajah Agny terlihat ragu, tampaknya dia sedikit kecewa engan masakan Justin kali ini. Hendak bicara jujur tapi dia khawatir menyakiti sang suami, akan tetapi jika dia memuji khawatir Justin justru memintanya makan banyak malam ini.


"Lumayan? Apa maksudnya? Enak atau tidak sebenarnya?"


"Enak, tapi kelamaan jadi sedikit pahit begini," jawabnya kemudian dan membuat Justin mengusap wajahnya kasar, dia tidak punya pengalaman jadi koki. Selama ini juga selalu beli, jadi wajar saja jika sama sekali Justin tidak mengerti bagaimana memasak secara sempurna.


"Tapi tenang saja, ini tidak gagal. Hanya saja sedikit ... sedikit overcooked kalau kata Chef Junaedi."


"Ck, bilang saja gosong apa susahnya."


Agny terbahak, ini terlalu lucu baginya. Sejak awal sudah dia katakan, memasak adalah tugasnya, akan tetapi Justin yang sedang berusaha jadi suami serba bisa tidak mau mengalah dan meyakinkan Agny jika malam ini adalah tanggung jawabnya.

__ADS_1


"Kita makan di luar saja."


Justin menarik pergelangan tangan sang istri dan terlanjur malu karena merasa benar-benar gagal malam ini. Itu baru ayam bakar, belum tauge yang dia olah dengan memasukan bumbu berdasarkan feeling semata. Ya, bisa dipastikan rasanya akan lebih kacau lagi.


"Kenapa tiba-tiba? Kita sudah di depan makanan begini?"


"Naffsuku hilang, ayo pergi."


Justin adalah seseorang yang jika ada keinginan maka tidak bisa dibantah. Mau tidak mau, Agny harus menurut dan mengikuti kemauan Justin untuk makan di luar.


"Ah iya, ganti bajumu lebih dulu ... jangan terlalu feminim, di luar banyak pria lemah iman," ucapnya seakan tidak sadar diri.


"Iya, tunggu sebentar."


.


.


.


- To Be Continue -


Aku up sekaligus tiga, dan ini partnya rada pendek. Konflik di Justin emang kagak terlalu berat untuk sekarang ya Beb, gapapa ya jangan pada tegang ewkwk.


Dah, sementara up mampir ke novel satu ini ya. Ucapin salam dulu pas mampir ke sana❤

__ADS_1



__ADS_2