Sugar Baby Sang Cassanova

Sugar Baby Sang Cassanova
BAB 71 - Makan Malam Pertama


__ADS_3

Ada yang berbeda setelah mereka bulan madu, status Justin yang sudah berganti sebagai pengantin baru tampaknya harus dia perlihatkan kepada khalayak ramai. Malam ini, dia bersama sang istri tengah menghadiri makan malam bersama para petinggi perusahaan dan beberapa orang penting lainnya.


Tentu hal ini Justin gunakan sebagai ajang pamer agar mata orang-orang itu terbuka. Maklum saja, setelah Keyvan dan Keny menikah Justin dijuluki sebagai pria kesepian yang terkesan menyedihkan. Keduanya tampak serasi dengan pakaian warna senada, Agny dengan long dress biru muda sementara Justin dengan kemeja dan jas andalannya.


"Nyaman bajunya?"


"Lumayan, tapi aku tidak bebas."


Sudah Justin duga istrinya tidak benar-benar nyaman, sejak tadi Agny sudah berkali-kali berusaha mengubah posisi duduk sedikit demi sedikit. Istrinya memang sedikit berbeda dengan Khayla maupun Sonya, di saat mereka terlihat santai dengan gaun elegan yang melekat di tubuhnya, Agny justru merasa kikuk malam ini.


"Sabar ya, ini tidak akan lama."


Agny hanya tersenyum tipis dan mencoba bertahan agar tidak membuat suaminya malu. Walau bisa saja dia merengek minta pulang atau lainnya, hanya saja Agny tidak akan melakukan hal sekonyol itu dan membuat Justin menyesal mengajaknya dalam acara sepenting ini.


"Justin, jadi benar kau sudah menikah?"


"Iya, benar ... kenapa memangnya? Bapak tertarik pada istri saya kah?"


Ditanya baik-baik, Justin justru melontarkan pertanyaan yang menohok pada pria buncit yang memang terkenal mata keranjang itu. Sebenarnya alasan Justin marah sangat jelas, dia hanya tidak senang istrinya diusik.


"Hahaha, aku suka gayamu, Just. Tapi tidak perlu curiga, aku hanya bertanya. Wajah istrimu familiar dan rasanya aku pernah bertemu dengannya. Eum tapi dimana ya?" Masih dengan tatapan yang terus tertuju pada Agny dan itu berhasil membuat Agny risih.


"Oh iya? Memangnya Papa pernah ketemu dia dimana?" Wanita di sampingnya turut bertanya, dia terlihat tenang, tapi ekor matanya tertuju pada Agny.


"Entahlah, mungkin pernah lihat di suatu acara saja. Mama kan tahu sendiri Papa sibuk, banyak tempat yang Papa kunjungi selama satu tahun ini," jawab pria itu seakan pria bijak sekali, Agny yang mendengarnya muak seketika.


"Haha iya mungkin begitu. Ayo lanjutkan makannya, tolong jaga pandangan Anda. Jangan membuat istri saya semakin tidak nyaman," ungkap Justin terang-terangan hingga membuat beberapa orang di meja makan itu menatap ke arahnya.


Sejak tadi dia biarkan, dan mata Winarto selalu terpaku pada istrinya. Meski tidak terlalu kentara karena di sisi pria itu ada istrinya, akan tetapi naluri Justin sebagai suami Agny jelas saja tidak dapat dibohongi.

__ADS_1


"Just ... jangan cari masalah."


Keny berbisik pelan, kebetulan mereka berdekatan hingga secepat mungkin Keny ambil tindakan. Agny yang menyadari suaminya menangkap tingkah pria berdasi di hadapannya itu mencoba bersikap tenang meski sebenarnya sejak tadi dia was-was. Sungguh, sama sekali tidak Agny duga jika Jutsin justru mengenal pria itu.


"Sejak tadi dia lirik istriku, kau tidak tahu rasanya bagaimana?"


"Paham, tapi jangan gila dan jangan cari masalah. Kau lupa dia siapa? Pejabat, Just!"


Mereka masih berbisik ria, sementara Keyvan berusaha menciptakan suasana menjadi tenang-tenang saja. Memang sepertinya salah Keyvan turut mengundang pria itu malam ini, dia juga bingung kenapa Winarto justru mengusik Justin.


"Aku tidak peduli, Evan juga kenapa ikut-ikutan mengundang makhluk itu ... apa Evan punya cita-cita jadi politikus sampai berteman dengan mereka," balas Justin masih berlanjut dan itu memang pelan sekali.


"Astaga, kau tahu sendiri Evan memang banyak temannya. Pak Winarto adalah rekan mendiang papanya, sejak dulu memang begini dan kau saja yang malas ikut."


Hendak berontak tapi itu adalah fakta, Justin kerap menolak karena memang makan malam bersama mereka harus membawa pasangan, sementara Justin tidak punya kala itu.


Justin mendengkus kesal, sementara Agny yang semakin risih dengan keadaan itu mendadak sakit perut. Entah kenapa lambungnya tidak bisa diajak kompromi sedikit saja, terlalu gugup atau kenapa hingga panggilan alam datang di saat yang sama sekali tidak tepat.


.


.


"Toilet? Kenapa? Mau benerin itu?" tanya Justin menatap ke arah dada Agny, khawatir saja karena memang mungkin sekali wanita mengalami tragedi tali bra lepas di acara sepenting ini.


"Bu-bukan, sakit perut ... kebelet," desis Agny menggigit bibir bawahnya dan memang serangan dadakan ini membuat dia seakan kehilangan kendali.


"Hah? Sekarang? Baru di isi terus mau kamu buang? Makanannya mahal loh," ucap Justin sebenarnya bercanda karena wajah pucat Agny yang tengah berusaha menahan sakit di perutnya terlihat lucu bagi Justin.


"Bodo amat!! Sudah awas."

__ADS_1


"Tunggu, mau aku temani?" tanya Justin menahan pergelangan tangan sang istri.


"Tidak perlu, lanjut saja aku cuma sebentar biasanya."


Justin mengangguk pelan, dia memandangi sang istri yang tampak melangkah terburu. Khawatir, tapi tidak mungkin juga Justin ikut sementara beberapa menit lalu Khayla juga izin ke toilet tanpa Evan dan dia kembali dalam keadaan baik.


"Agny kenapa?"


"Sakit perut, mau pup dia."


"Ck, menyesal aku bertanya," jawab Keny padahal dia tengah menikmati suapan terakhir makan malamnya.


Beberapa saat setelah Agny berlalu, pria di hadapannya tiba-tiba beranjak dan Justin mengerutkan dahinya. Entah kenapa dia mendadak curiga pada pria yang dikenal bersahaja oleh masyarakat luas itu.


"Mau kemana, Pak?"


"Ponsel saya ketinggalan di luar, saya izin sebentar ... Ma, tunggu di sini, ya."


Justin menghela napas lega, pria itu sejenak leih tenang. Apalagi ketika dia benar-benar berhasil memastikan jika Winarto menuju pintu keluar. "Justin, kau kenapa sebenarnya?"


"Tidak ada," jawab Justin pelan dan menatap ke kursi sebelahnya, pria itu melirik pergelangan tangan kinya dan memang baru dua menit berlalu istrinya pergi.


.


.


.


- To Be Continue -

__ADS_1


Hai-hai, ini pembaca Jas Jus mana ya? Kenapa likenya melorot kek celana tidur? Lagi sibuk persiapan tahun baru? Yaudah, nanti kalau dah ga sibuk jengukin Justin ya.


__ADS_2