Sugar Baby Sang Cassanova

Sugar Baby Sang Cassanova
BAB 107 - Masih Berlanjut


__ADS_3

Suasana hati Justin memburuk hanya karena mengingat ucapan istrinya. Padahal mungkin hanya sebuah candaan, akan tetapi entah kenapa julukan Agny untuknya selalu terbayang-bayang.


Ikan asin?


Yang benar saja, Justin sontak mengira jika diirnya bau. Seumur hidup dia sama sekali tidak pernah minder begini. Hari ini Justin dibuat lemas dengan kata-kata yang keluar dari mulut istrinya.


"Dia kenapa lagi?"


Mereka bertiga tengah makan siang bersama di restaurant dekat kantor. Justin yang terlihat aneh jelas saja memancing jiwa penasaran Keny.


"Entahlah, mungkin sawan," jawab Keyvan memilih untuk makan lebih dulu karena memang tidak akan habis pembicaraannya jika Keny sudah bicara.


Keyvan mungkin bisa terlihat cuek-cuek saja, tapi tidak dengan Keny. Pria itu bahkan belum menyuap nasinya lantaran khawatir Justin kerasukan jin pertigaan di jalan menuju rumah barunya.


"Justin!!"


Mendengar panggilan keny, Justin sontak mendongak lantaran lamunannya buyar. Pria itu berdecak kesal padahal saat ini Keny tengah menyelamatkan Justin dari dugaan negatif orang-orang di sekitarnya.


"Hm? apa?" tanya Justin usai menghela napas panjang, mungkin dia sadar dan malu dengan tingkahnya yang persis orang ayan.


"Kau kenapa? Apa ada masalah?"


Bukan sedang cari perhatian, tapi memang saat ini Keny bingung apa yang terjadi dengan Justin. Pria itu tidak segera menjawab, dia bingung hendak bertanya atau tidak. Karena, biasanya Keny akan memanfaatkan kesempatan dan mengejek Justin habis-habisan.


"Ken, aku ingin tanya sesuatu."


Dia ragu, tapi butuh kebenarannya. Sungguh, Justin merasa terganggu dan kemungkinan besar dia tidak akan mampu menahan rasa penasatan ini untuk waktu yang lama.


"Apa?"


"Apa ada hal yang menurutmu kurang dalam diriku?" tanya Justin mendadak serius dan Keyvan kini menoleh pada sahabatnya itu.


"Ehm, apa ya."


Justin sebenarnya sempurna, dia baik, royal, dan juga setia kawan. Bahkan tidak jarang Justin mengorbankan banyak hal demi sahabatnya.


"Ck, katakan saja ... sejujur-jujurnya, aku butuh masukanmu."

__ADS_1


Keny adalah pria terjujur di dunia, jika ditanya sesuatu biasanya dia akan ungkapkan dengan sebenar-benarnya walau terkadang sedikit mengganggu telinga.


"Aku bingung, Justin kurang apa menurutmu, Van?"


Dia yang ditanya, kini justru bertanya pada pihak lain hingga Justin kesal luar biasa. "Hm, kurang sabar sih sepertinya," jawab Keyvan singkat kemudian kembali meneruskan makan siangnya.


Siapapun yang mengenal Justin paham, kesabaran pria itu sangatlah minim. Hal ini sebenarnya tidak dapat disebut kekurangan karena kadang kala, sifat pemarah Justin sangat diperlukan dalam melibas lawannya dalam dunia apapun.


"Ah iya kurang sabar, Just."


"Selain itu, ini menyangkut fisik... wajah, tubuh dan lainnya."


Susah sekali bagi Justin untuk bertanya secara gamblang apakah dia bau atau tidak. Entah kenapa dia benar-benar malu bahkan ingin mengurungkan niatnya untuk bertanya pada kedua sahabatnya.


"Kumismu kurang rapi."


"selain itu?"


"Bibirku sedikit hitam, keseringan merokok."


Tidak ada jawaban yang membuat Justin puas, hingga dia menggebrak meja lantaran Keyvan maupun Keny belum juga menyebutkan masalah bau badan.


"Kau ini kenapa sebenarnya?" sentak Keyvan lama-lama sebal sendiri mendengar pria ini.


"Coba kalian piikirkan lebih dulu, apa kekuranganku yang sederhana saja."


Keyvan mulai menyerah dan dia enggan ikut menjawab karena sejak tadi selalu salah. Sementara Keny yang memang setia kawan dalam kondisi appaun tetap menebak-nebak semaunya.


"Bulu di dadamu terlalu leb_"


"Keny!! berhenti bahas bulu ... bahas yang lain."


"Ck, kau maunya apa? Sudah kusebutkan semua dan masih saja salah."


Keny juga manusia dan punya batas kesabaran, dia kesal tak berkesudahan lantaran Justin benar-bear memancing emosinya.


"Tolong kalian jawab jujur, apa aku bau?"

__ADS_1


Pada akhirnya Justin menyerah dan mengatakan hal yang seharusnya dia ingin ketahui. Pria itu menggigit bibirnya usai bertanya pada Keny, demi apapun dia malu sekali.


"Bau? Rasanya tidak."


"Jujur saja, ken ... aku tidak masalah."


Menjawab jujur salah, tapi jika dia mengatakan Justin bau pasti lebih marah. Keny dicekam kebingungan hingga dia menyerah pada akhirnya.


"Dengarkan aku, istriku bilang aku adalah ikan asin ... coba kalian jelaskan apa maksudnya?" tanya Justin dan sontak Keyvan tersedak, dia batuk hingga makanannya keluar dari hidung.


"Siallan!! Pertanyaanmu menyebalkan, Justin," ujar Keyvan yang kini mengusap air matanya lantaran tersedak dan hal ini benar-benar menyiksa.


"Hm Agny yang bilang?" tanya Keny kemudian mengambil alih usai Keyvan dinyatakan cidera.


"Iyalah siapa lagi ... mana mungkin Sonya," jawab Justin kembali emosi dan dia ingin sekali melempar paha ayam itu tepat di wajah Keny.


"Begini, Justin ... menurut penelitian yang aku baca, filosofi ikan asin judulnya. Ikan itu sering dikaitkan-kaitkan dengan aroma tidak sedap, tapi candu ... You know like ehm." Dia Ingin basa-basi karena mata Justin sudah persis ikan pari. Keny takut piring itu benar-benar melayang jika dia sebutkan secara jelas.


"Apek, Jus."


Keyvan memperjelas dengan satu kalimat pendek yang membuat Keny bungkam dan memilih tidak mau ikut campur lagi. Sementara Justin yang kini mendengar kata apek, hanya tertunduk lesu dan merenungi ucapan Keyvan.


"Apa benar aku bau apek?"


"Entahlah, pastikan sendiri sana," ujar Keny yang tanpa diduga-duga Justin ikuti dan dia mencium ketiaknya, pria itu seakan tidak punya harga diri padahal masih di tempat ramai.


"Tidak, Ken. Coba kau yang cium," titah Justin dan kini beranjak lalu mendekati Keny, sontak pria itu menjauh seraya menutup hidungnya. Entah kenapa sekalipun Justin tidak bau, tapi sugesti jika pria itu bau benar-benar melekat dalam diri Keny.


"Owh shiitt ... disgusting." Celakanya, umpatan Keyvan terdengar oleh Justin hingga pria itu benar-benar merasa dirinya bau ikan asin yang dia anggap menjijikkan.


"Apa benar aku sebau itu? Agny kenapa tidak bilang dari awal ... ck, deodorant tidak berguna!! Awas saja, aku pastikan bangkrut perusahaannya."


.


.


- To Be Continue -

__ADS_1


__ADS_2