
Justin tidak mungkin bisa bekerja jika keadaan masih sepanas ini. Entah bagaimana hujatan para netizen hingga hari ini, sudah empat hari isu tersebut belum redam juga, bahkan semakin menjadi. Keyvan sudah berusaha bertindak, Wibowo bahkan menemui Winarto dan pihak pria itu membenarkan jika hal ini bukan ulahnya.
Tidak hanya Keyvan yang berusaha meredam media, melainkan Winarto juga. Jelas keduanya sama-sama butuh membersihkan namanya, akan tetapi berita itu masih saja ada dan terlanjur tersebar ke seluruh negeri.
"Tapi Justin tidak mengizinkan istrinya tahu, apalagi klarifikasi berdua."
Sebagaimana permintaan Wibowo, Agny harus klarifikasi terkait isu itu. Akan tetapi, Justin tidak mungkin memberikan kesempatan awak media untuk meliput istrinya, hingga detik ini Justin masih berusaha menjaga batin Agny, jelas saja hal itu akan sulit terjadi.
"Tapi itu adalah permintaan Pak Winarto, beliau mengungkapkan lebih baik mengaku sebagai keluarga jauh saja," ucap Wibowo menyampaikan apa yang dia dapatkan.
"Kalau Agny yang angkat bicara, orang-orang belum tentu percaya dan kemungkinan besar hanya akan menguntungkan Winarto saja."
Keyvan tidak yakin cara itu akan menguntungkan Agny. Terlebih lagi Winarto memintanya berbohong kepada publik dengan alasan hanya itu yang memungkinkan agar publik percaya.
"Lalu kita harus bagaimana?"
"Tidak perlu melibatkan tua bangka itu, yang perlu kita selamatkan di sini hanya Justin dan istrinya."
Keyvan tidak peduli bagaimana karir Winarto. Yang dia inginkan nama Agny kembali bersih, begitupun dengan Justin. Sudah empat hari otak mereka dibuat sakit, Keyvan meminta Justin untuk tidak masuk lebih dulu karena wartawan justru memburu Justin juga.
Satu persatu isu tentang mereka bertiga muncul, semakin Keyvan yakin jika memang ini adalah ulah seseorang yang membenci Justin juga.
.
.
Jika di sisi lain, Keyvan tengah berdiskusi bersama Wibowo di kediamannya. Saat ini, Justin tengah menatap kosong istrinya yang tengah tertidur padahal belum terlalu larut. Tampak begitu lelap, padahal dunia tengah mencacinya sebagai wanita murrahan dan tidak beradab.
"Maaf, hidupmu semakin sulit setelah menjadi istriku."
__ADS_1
Justin mengecupnya begitu lama, empat hari semuanya kacau di luar sana. Terakhir Justin lihat, notifikasi akun sosial media Agny benar-benar mengerikan. Hanya karena sebuah foto yang Justin yakin itu adalah beberapa saat sebelum hidung Winarto dia pukul, dunia memandang istrinya bagaikan sampah.
Justin tidak akan pernah membiarkan penyebar fitnah istrinya itu lolos begitu saja. Justin menatap datar beberapa isu tentang dirinya kembali menjadi pembicaraan. Biarkan saja, mungkin media kurang bahan, pikir Justin.
Sebelumnya dia sama sekali tidak peduli, itu adalah masa lalu dan pada faktanya terbukti dia adalah pria tulen dan jelas memiliki istri, tidak seburuk yang diberitakan selama ini. Hingga, kali ini mata Justin dibuat membola kala dia menemukan topik perbincangan hangat yang hanya menyeret dirinya.
Ya, hanya dirinya tanpa Agny ataupun Winarto. Dada Justin berkecamuk kala membacanya, jika biasanya dia tidak peduli kali ini berbeda. Justin membaca secara detail dan semua yang tertulis di sana membuat Justin teriris.
Jodoh cerminan diri, suami Agny Tabina (Simpanan pejabat kota B) ternyata sama buruknya. Menelantarkan istri dan anaknya tanpa nafkah!
Sempat dicurigai sebagai penyuka sesama jenis, nyatanya Justin Anderson memiliki istri dan anak yang dia telantarkan sejak lama.
Hengkang dari dunia entertaint, Justin Anderson kembali menghebohkan jagat maya: Pengakuan sang istri bikin melongo.
"Badjingan, berita macam apa ini?"
Dada Justin berdebar, matanya memanas dan mengacak rambutnya dengan kasar. Dia menggeleng cepat, ini sama sekali tidak benar dan untuk kali pertama dia khawatir tentang dirinya.
Pria itu memejamkan mata kemudian beranjak dari tempat tidur. Tanpa pikir panjang, Justin meraih kontak mobil dan berlalu keluar. Dia tidak pamit lebih dulu, yang ada di otak Justin saat ini hanya kemarahan bertubi.
"Matti kalian!!"
Sejak awal memang kecurigaan jika Arga dalang dibalik semuanya sudah terpikirkan. Akan tetapi, Justin tidak menduga jika berita semacam itu akan terkuak ke media.
Anak? Entah kenapa Justin berkecamuk untuk hal ini. Dia menggeleng cepat, tidak mungkin itu anaknya. Mereka berpisah di saat Vanya dalam keadaan tidak hamil, Justin yakin itu.
.
.
__ADS_1
.
Justin melaju dengan kecepatan tinggi, dia tidak mengetahui dimana alamat Vanya ataupun Arga. Hanya ada Sigit yang bisa dia tanya, terpaksa Justin mendatangi kediaman paman Agny malam-malam begini.
"Ini alamatnya, Tante tidak tahu hubungan mereka ... tapi, waktu itu Tante diminta untuk datang ketika anaknya ulang tahun, semoga saja Vanya yang kamu maksud adalah teman Arga."
"Terima kasih, Tante."
Setelah mendapatkan alamat Vanya, Justin bergegas mendatangi tempat itu. Tidak ada Arga maupun Sigit di kediamannya, hanya ada wanita paruh baya yang menyambut Justin dengan baik malam ini.
Kembali Justin melaju dengan kecepatan setengah setan, pikirannya sudah terfokus pada mantan istrinya. Tangan Justin mengepal dan ketika tiba di sebuah lingkungan kumuh itu, Justin terdiam sesaat.
"Di sini?"
Pria itu memastikan, namun rasanya sudah benar. Jika benar Vanya hidup di lingkungan ini, apa mungkin ini adalah karma karena dahulu sempat mengkhianati Justin secara terang-terangan. Kaki Justin melangkah perlahan, pria itu menghela napas panjang sebelum kemudian mengetuk pintu rumah itu.
"Vanya!!"
Untuk pertama kali, setelah lima tahun bercerai, Justin mengetuk pintu seraya memanggil nama wanita itu. Akan tetapi, itu bukan ketukan halus melainkan kasar bahkan pintu rumah Vanya dia pukul berkali-kali.
"Vanya, keluar kau!!"
.
.
.
- To Be Continue -
__ADS_1
Hai-hai, makin panas? Konfliknya kita gabung ya biar sekaligus dan Agny meledak𤧠Biar kebakar, maklum authornya gada bakar-bakaran, jadi bakar hati Agny aja.