Sugar Baby Sang Cassanova

Sugar Baby Sang Cassanova
BAB 41 - Tanyakan Pada Ahli


__ADS_3

Meski hari ini sedikit terlambat, akan tetapi Justin berusaha sebisa mungkin untuk serius dalam menyelesaikan pekerjaannya. Dia tidak ingin menunda, dan tidak juga memiliki keinginan julukan teladan itu justru melekat dalam dirinya untuk waktu lama. Ya, meskipun memang Keyvan tidak akan memecatnya, tetap saja Justin tidak bisa seenak dengkul menjalani tugasnya.


Tepat jam makan siang, ketiga sahabat itu memiliki waktu untuk bisa bersama. Justin yang biasanya sedikit trauma dengan ajakan makan siang bersama itu pada akhirnya memilih setuju lantaran bos besar yang memang hidup dengan menciptakan hukum sendiri itu meminta dia dan Keny untuk makan siang bersama.


"Sejak kapan dia suka tauge?"


Ada yang aneh dengan Justin hari ini, makanan yang dia pesan sedikit berbeda dari biasanya. Tidak hanya memesan sayur-sayuran yang awalnya dia benci, akan tetapi Justin nekat makan kerang sementara dari yang mereka ketahui pria itu alergi makanan laut dan sejenisnya.


"Just? Yakin makanannya itu? Kau alergi gila."


"Sedikit tidak masalah, Van."


Keny mengerutkan dahi dan bingung sendiri kenapa sahabatnya ini tampak berbeda. Akan tetapi setelah Keny ingat, dia sontak menyimpulkan kenapa pria itu memesan makanan yang seperti itu.


"Ehem, biarkan saja, Van ... mungkin dia ingin memperbaiki kualitas benihnya," ungkap Keny dan hal itu sontak Keyvan angguki seakan benar-benar setuju dengan apa yang dikatakan oleh Keny.


"Sudah berubah pikiran ternyata? Justin sudah siap jadi Papa?" Keyvan biasanya tidak suka memancing emosi Justin, akan tetapi siang ini dia merasa berbeda dan benar-benar memiliki keinginan untuk membuat pria itu berteriak segera.


"Ck, dasar pikiran kalian saja sempit ... aku makan ini karena semalam minum, puas?"


"Minum? Masih zaman, Just? Ada mainan di kamar, kenapa malah cari ke tempat itu lagi?" Keyvan benar-benar tidak habis pikir, kenapa bisa Justin meninggalkan Agny yang sudah dia tebus hampir 2 Milyar itu.

__ADS_1


"Aku tidak mencari wanita, Van ... hanya minum saja sedikit, Agny membuatku marah dan aku tidak punya cara melampiaskan emosiku selain minum kemarin," jelas Justin tidak ingin Keyvan salah tanggapan, pernyataan paling bohong karena pada faktanya dia minum tidak hanya sedikit melainkan sampai mabuk. Tidak hanya itu, Justin juga tetap melampiaskan amarah pada Agny ketika dia kembali.


"Bacot ... jangan percaya, Van. Kau tidak lupa sedikit versi Justin, 'kan?"


Baru saja hendak percaya, Keyvan mengurungkan niat dan mendadak lebih percaya Keny dibandingkan Justin siang ini. Terlalu lama berbaur dengan Mikhayla membuat Keyvan lupa jika kemampuan Justin minum memang sudah diluar batas, apalagi ketika Justin sudah benar-benar mabuk.


"Jangan buat suasana jadi panas, Keny ... aku pulang saja ka_"


"Eh iyayaya maaf, begitu saja marah ... duduk, Justin. Habiskan makananmu, siapa yang mau bayar nanti kalau kau pergi?" Panik tentu saja, ini adalah kali pertama Justin berani mengancam akan pergi dan dia tidak sedang bercanda. Jika sebelumnya dia yang kerap ditinggal pergi sewaktu makan siang, kali ini berbeda dan Keny dibuat ketar-ketir karena ulahnya.


"Hahah sudah-sudah, kenapa kau sensi begini? Keny bukannya kompor, tapi sebagai bentuk perhatiannya ... jika kau ingin sperrma-mu berkualitas berhenti minum, Just."


"Ini lagi, aku makan begini karena mabuk semalam ... milikku memang baik dari dulu, buktinya mantan istriku hamil walau mereka gugurkan begitu saja," ungkap Justin tengah mengelak dan tidak ingin memperlihatkan jika dirinya memang berusaha memperbaiki kualitas makanan demi kesuburannya.


Seakan di dunia ini hanya dia yang punya istri, padahal Keyvan juga punya dan di mata Justin lebih cantik Khayla dari sudut mana pun. Beberapa menit dia mencoba bertahan, namun adegan suap-suapan online yang Keny lakukan membuat Justin malu sendiri karena memang di restoran itu mereka tidak sendiri.


"Van ... boleh aku tanya sesuatu?"


Mencoba mengalihkan perhatian dari tingkah menyebalkan Keny, Justin memilih bertanya pada pria yang sedikit waras seperti Keyvan. Ada satu hal yang membuat dia penasaran tentang sosok gadis belia seperti Agny.


"Pasangan yang lebih muda, apa dijamin akan penurut? Kau tidak sedang menipuku, 'kan?"

__ADS_1


"Jalani sendiri, kau akan tahu seberapa penurutnya dia ketika sudah jadi pasanganmu ... terlebih lagi dia bisa menjaga perasaan kita sebagai laki-laki, Just."


Keyvan sangat mendukung sahabatnya ini untuk menjalin hubungan serius. Meski dia pahami ini akan menjadi yang ketiga akan tetapi tidak ada salahnya mencoba karena memang pernikahan Justin yang pertama dan kedua memang gagal akibat keegoisan pihak wanita, bukan Justin sebenarnya.


"Serius, Van? Tadi pagi aku marah karena dia keluar dan menemui driver dengan pakaian seksinya ... dan kau tahu? Dia punya seribu jawaban yang membuat aku kembali berada di posisi salah, apa Mikhayla begitu? Sekarang katakan padaku sejujur-jujurnya, apa benar anak kecil seperti dia lebih penurut?"


Jika Keyvan jawab jujur seberapa bebalnya seorang Mikhayla yang bahkan berani menentang papanya sendiri, kemungkinan besar keinginan Justin untuk menikah akan hilang dalam sekejab karena Justin memang tidak suka wanita pembangkang. Memilih jalan aman, Keyvan hanya ingin Justin mengetahui hal-hal yang manisnya saja, itu lebih baik untuk semua pihak.


"Serius, kau lihat bagaimana wajahku setelah menikahi Khayla, 'kan? Setiap detik kau akan dibuat bahagia, punya pasangan lebih muda itu seperti punya adik sebenarnya ... tapi kita lebih bebas saja karena dia bisa diajak melakukan segalanya," ujar Keyvan meyakinkan Justin dan sangat berharap pria itu tidak akan mengurungkan niatnya kali ini.


"Manis sekali kedengarannya, apa mungkin karena permulaan makanya belum terlalu penurut ya?"


.


.


.


- To Be Continue -


Hai-hai, eps selanjutnya langsung aku ketik jadi tungguin ya. Sementara up, boleh mampir ke novel yang satu ini ya❤

__ADS_1



__ADS_2