Sugar Baby Sang Cassanova

Sugar Baby Sang Cassanova
BAB 103 - Pengorbanan.


__ADS_3

Apalah arti sahabat jika tidak bersedia mendampingi di saat sulit. Begitulah semboyan tiga pria tampan yang kini sudah menjelma menjadi seorang ayah. Atas permintaan Agny yang menginginkan dawet yang disajikan dengan batok kelapa tersebut, Keny maupun Keyvan ikut terlibat dan harus merelakan banyak waktu demi mencari minuman itu.


Sayangnya, mencari penjual dawet ayu harus dengan batok seperti keinginan Agny tidak semudah mencari uang bagi mereka. Sejak tadi itu yang Keny perdebatkan, menurutnya keinginan istri Justin bisa saja direkayasa dengan memodifikasi sendiri hingga mereka tidak akan sesulit itu sekarang.


"Mau kemana lagi kita, Justin? Ini sudah hampir sore dan tidak ada yang jual pakai batok ... aneh-aneh saja istrimu."


"Heh kau lupa apa permintaan Sonya waktu itu?"


Justin menghela napas kasar lantaran merasa sebal dengan Keny yang cepat sekali menyerah. Dia paham naluri ibu hamil, lagipula mana mungkin Justin tega menipunya. Padahal, dulu Justin rela keluar malam lantaran Sonya mendadak ngidam wedang jahe sementara Keny tidak bisa mengajaknya keluar saat sang istri sedang demam tinggi.


"Sabar sedikit, Ken ... kita harus berpencar. Kau ke barat, aku dan Keny ke selatan," ujar Keyvan mulai menyusun rencana seakan tengah melakukan misi rahasia.


"Ck kenapa harus aku yang ke arah barat? Di sana banyak preman, aku malas," tolak Keny enggan kala Keyvan menentukan arahnya.


Mana mau Keny ke pasar tradisional yang terkenal akan premanismenya. Keyvan sontak menghela napas pasrah, entah kenapa nyali Keny persis kembang tahu begini. Dulu memang dia sedikit berbeda, akan tetapi tidak sesinting ini juga.


"Lalu kau mau ke arah mana?"


"Timur!!" teriaknya sigap, arah timur adalah perumahan elit dan tidak mungkin asa gerobak dawet di sana.


"Mau enaknya saja ... sekarang begini deh, terserah mau kemana. Jika di antara kalian berdua menemukan lebih dulu, di masa depan akan jadi besanku."


Mendadak sayembara dengan sebuah imbalan yang nyatanya membuat mereka benar-benar tertarik hingga tanpa pikir panjang Keyvan maupun Keny turun dari mobil. Berbagi arah, bahkan Keny yang tidak mau masuk pasar itu kini berlari lebih dulu dari Keyvan.


"Dasar gila, kalian pikir aku ikhlas Renaga punya mertua sarap seperti kalian."


Justin yang dulunya sempat bercanda ingin menjadi jodoh Zavia, kini mengerti bagaimana risihnya ketika sahabatnya bersikap demikian. Walau mungkin saja bercanda, akan tetapi entah kenapa geli saja jika harus menjadi besan di masa depan.


Beberapa saat menunggu, Justin justru dipertemukan dengan jodohnya. Dawet dengan menggunakan batok seperti keinginan Agny dia temukan setelah tidak lama melajukan mobilnya pelan demi menunggu Keyvan dan Keny kembali.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Justin turun sebelum kedua sahabatnya mengetahui hal ini. Beli dawet serta batoknya, beruntung saja penjualnya mengerti jika Agny tengah hamil hingga dia memberikan batok yang Justin mau secara cuma-cuma.


Betapa bersyukurnya Justin lantaran semesta merestui keinginanya. Tidak ingin menunda waktu, Justin menghubungi mereka untuk segera kembali. Sudah tentu, mereka kembali dengan wajah murung lantaran sayembara dawet itu gagal mereka menangkan.


"Ck, kau pasti sengaja, 'kan?"


"Sengaja apanya?" tanya Justin bingung sendiri lantaran Keny belum apa-apa sudah menggila padanya.


"Kau pasti sudah melihatnya sejak tadi, maka dari itu kau mengadakan sayembara hoax begini!" tegas Keny dan itu tidak Justin benarkan karena memang dia sendiri dipertemukan secara tidak direncanakan.


"Demi Tuhan aku tidak tahu, kebetulan saja ... ya sudah, lain kali mungkin ada."


Persetan dengan sayembara, Keyvan tampaknya mulai sadar jika Justin hanya mempermainkannya. Pria itu berdecak kesal lantaran baru sadar ada yang aneh dengan dirinya. Padahal, sejak dahulu Keyvan tidak memiliki keinginan putrinya mendapat pendamping sejenis Justin, lantas kenapa justru kini dia berharap Renaga dewasa akan menjadi milih Zavia.


"Tapi kali ini tetap aku yang menang, Just." Padahal sudah jelas sekali sayembara gagal karena telah diselesaikan oleh Justin sendiri.


"Kenapa begitu?"


Memang dasar licik, ada saja celahnya demi menjadi pemenang. Akan tetapi, Justin enggan menerima batok kelapa yang Keny berikan. Hal itu sontak membuat Keyvan terbahak. Sudah pasti Justin enggan menerima batok kelapa yang masih berbulu itu, memang dasar Keny saja aneh.


"Just? Kau tidak menghargai pengorbananku?"


"Coba kau berikan pada istrimu, apa dia mau minum pakai tempat seperti itu?" kesal Justin dan membuat Keny lagi-lagi jadi sasaran ledekan Keyvan. Padahal, di pasar tadi dia yang sudah berbangga diri perkara menemukan batok kelapa yang sudah dibagi dua dan bulatannya sempurna.


.


.


Tiba di rumah sakit dengan langkah terburu. Justin bahkan meninggalkan Keyvan dan Keny di sana. Memang benar, jika seorang sudah menikah maka yang utama adalah wanitanya, bukan sahabat ataupun hal lain.

__ADS_1


"Benar begini, 'kan?"


Justin yang sudah lebih dulu tiba di ruang rawat istrinya kini menuangkan minuman segar itu ke dalam batok yang Justin siapkan. Wajah Agny terlihat begitu berbinar, tidak sabar dia menikmatinya.


Melihat keinginan istrinya berhasil Justin capai, sungguh dia merasa sebagai pria gagah dan begitu berguna. Akan tetapi, baru saja sedikit masuk ke mulutnya Agny berhenti, sontak hati Justin berdenyut dan kecewa dibuatnya.


"Su-sudah?"


"Dah."


Ya Tuhan, dia jauh sekali mendapatkan ini. Bisa-bisanya Agny hanya meminumnya satu tegukan, hanya saja dia tidak mungkin marah pada istrinya sendiri. Niat Justin buruk sekali hendak membuat Keny dan Keyvan tersiksa, nyata kini dia yang kecewa.


"Kok sedikit?"


"Iya, tadi sudah dikasih sama Kak Sonya ... dia beli di dekat rumah sakit katanya," ungkap Agny begitu polos dan membuat kepala Justin berasap, dia menatap Sonya yang kini duduk berdua masih menjaga Giska dari terkaman seorang Zavia.


"Di dekat rumah sakit ada?"


"He-em, kamu carinya dimana memang?" tanya Agny bingung melihat wajah Justin.


"Hampir ke luar kota, Agny ... Ya Tuhan, inilah akibat ikut saran cucu lembu sura itu," kesal Justin menatap Keny yang kini baru masuk masih dengan membawa batok kelapa tak berguna itu.


.


.


- To Be Continue -


Hai-hai, maafin aku baru sempet up. Semalem aku ketiduran jadi nggak bisa pelan-pelan ngetik, tadi siang aku baru mulai dan baru selesai di Zean. Sementara aku up, silahkan mampir dulu ke novel teman aku yang satu ini ya

__ADS_1



__ADS_2