Sugar Teacher

Sugar Teacher
Ending.


__ADS_3

"Ayo panggil Mas."


"Dulu bukannya udah pernah manggil begitu. Siapa yang matahin semangat aku? Ingat-ingat coba," sahut Fiona. Matanya mendelik tajam.


"Ya ampun. Kejadian itu masih aja diinget. Dendam banget jadi orang. Itu kan kesalahan. Nggak baik diungkit terus."


"Ya maka dari itu jadikan pelajaran. Jangan sampe melakukan kesalahan-kesalahan yang bakalan aku bahas terus."


Kris mendengkus, lalu melepas tangan Fiona dan mengarahkan ke lehernya. Kini tangan Fiona mengalung di leher sedangkan tangannya memeluk erat pinggang Fiona. Posesif. Dan Fiona sudah terbiasa dan paham kalau dibalik sikap cool Kris, dibalik nasihat bijaksana dan image baik itu ternyata Kris menyimpan kenyataan lain, menyembunyikan fakta kalau ternyata seorang Kris itu ternyata sosok suami yang nafsuaaan dan pencemburu. Jauh sekali dari image luar yang dia ketahui selama ini. Namun, Fiona menikmatinya. Dia mencintai Kris apa adanya. Lagian wajar nafsuann. Puasa bertahun-tahun pasti pas buka ya kalap mata. Nggak mudah kenyang.


"Kamu cantik," lirih Kris. Matanya berkilat penuh hasrat.


"Pak, jangan mulai. Nanti aku telat."


Namun Kris tak peduli, dia terus menatap Fiona dan perlahan mengikis jarak hingga akhirnya bunyian klakson di depan membuat Kris menjauh secara spontan dan mengelus dada.


Tak hanya klakson yang berisik, dari luar juga ada suara orang yang berteriak. Orang yang tak lain adalah Filio.


"Kaget?" goda Fiona, matanya mengedip jail.


Kris membenarkan kemeja. "Cepet banget sampainya."


"Bukan cepet, tapi emang jamnya. Kami bahkan bisa telat kalau Bapak begini." Fiona mengelap tangan yang basah dengan serbet.

__ADS_1


"Fiona! Cepatlah! Telat ini!" teriak Filio lagi.


Kris kembali mendengkus dan merapikan rambut Fiona. "Kabari, ya. Maaf hari pertama nggak bisa nganterin."


"Enggak apa. Ada Bang Lio ini. Lagian kan kita satu kampus."


Meski tak rela Kris akhirnya melepas juga kepergian Fiona. Di depan dia bersungut-sungut menatap Filio yang ribut di di atas motornya. Remaja itu menatap sengit pada sang istri.


"Fio, cepetan ngapa. Lelet amat. Sekarang udah telat," sungut cowok kurus nan tinggi itu.


"Yaelah, gitu banget sih, Bang. Biasa juga lo rajanya telat."


"Ya bedalah. Gue sekarang mau sukses dan kesuksesan itu harus dipupuk dan dimulai dari hal-hal yang kecil. Contohnya on time."


"Tentu aja mau ngelamar anak perawan orang."


Fiona yang mengerti langsung terbelalak matanya. Dia tarik jaket Filio hingga cowok itu hampir terjatuh karenanya.


"Bang, lo masih ngincer Mrs Jean?" bisik Fiona. Setengah geram. Geram bercampur tak percaya.


Filio dengan segera melepaskan tangan adiknya itu. "Ya iyalah, cinta pantang menyerah, Fiona. Gue bakalan buktiin kalau gue juga bisa sukses. Kalau gue juga laki-laki sejati bukan anak ingusan yang terus ngintilin dia," balas Folio dengan semangat berapi-api.


"Udah deh, ayo naik!" lanjut Filio lagi.

__ADS_1


Dan saat Fiona hendak naik tiba-tiba Kris menarik lengannya. "Sebentar, Lio."


Fiona cengo dan pasrah saja saat ditarik Kris masuk ke dalam rumah lagi. Suaminya itu dengan tak sabar membenturkan punggung Fiona lalu melahap benda kenyal yang membuatnya kecanduan.


"Jangan mesum." Fiona pukul dada Kris lalu mengelap bibirnya yang telah basah.


"Habisnya kamu gemesin. Cepet pulang, ya. Dan inget jangan macam-macam."


Fiona tampak sewot. "Mau macam-macam gimana lagi. Kan aku senengnya dimacem-macemin sama kamu Pak Guru. Sugar Teacher aku. I Love You sekebon kelapa," balasnya lalu nyengir centil.


Kris yang geram kembali ingin mengikis jarak tapi tak jadi karena Filio menekan klakson lagi.


"Fiona! Buruan! Atau gue tinggal!"


TAMAT.


Geng. Maksih ya udah baca sampai bab ini. Heheh maaf lama dan mungkin terkesan ngebosenin.


Tapi aku beneran. Maksih bgt sama kalian yang setia dengan semua karya aku tulis. Aku selalu baca komentar kalian dan makasih atas antusiasnya. Maaf nggak bisa balas satu-satu.


Aku doakan kalian sehat selalu.


Oiya, jika berkenan follow IG aku ya.

__ADS_1


adisty_rere.


__ADS_2