
Waktu terus berjalan. Tak terasa sudah hampir satu bulan Rudi menghabiskan waktunya tanpa pekerjaan lagi, namun sesekali Rudi ikut membatu Beni di bengkel, Bengkel yang dikelola Beni cukup ramai, karena memang teman teman Beni cukup banyak.
Rudi tidak meminta hasil dari bengkel, dia meminta Beni untuk menyisihkan uang buat ibu dan biaya kuliah Reni saja. Sedangkan Rudi, menggunakan uang simpanan nya dan akan membuka usaha ternak lele.
Saat Rudi sedang mampir di salah satu minimarket, matanya tak sengaja melihat bayangan Piana. Piana nampak mengenakan baju daster dan terlihat tidak terawat, tubuhnya pun juga semakin kurus dan kusam.
"Apa aku gak salah lihat, apakah benar itu Piana?" Rudi bergumam di dalam hatinya, dan berjalan cepat ingin menghampiri wanita yang mirip dengan Piana.
Saat sudah sampai di dekat perempuan yang Rudi maksud. Rudi hampir tak percaya, perempuan yang memakai daster, dengan penampilan yang sangat beda jauh dengan kebiasaan Piana terlihat memucat saat matanya juga menatap Rudi.
"Mas Rudi." gumamnya dengan wajah sepucat kapas.
"Iya, ini aku!
Bagaimana kabar kamu, Piana?
Menyedihkan sekali penampilan kamu sekarang, apa kamu sudah tidak mendapatkan mangsa lagi untuk membiayai hidup kamu itu?" Rudi tersenyum miring dengan tatapan merendahkan. Puas, tidak perlu susah payah membalas Piana, takdir sudah membuat hidup perempuan itu terlihat menyedihkan.
"Puas kamu, Mas? Gara gara kamu, hidupku jadi begini. Kalau saja kamu tidak mengusirku pasti aku tidak akan terkena penyakit yang membuat semua laki laki jijik padaku. Kamu yang sudah membuat hidupku hancur, jahat kamu, Rudi!"
Piana tiba tiba histeris dan terus berteriak memakai Rudi. Rudi yang tidak menyangka dengan kelakuan Piana yang seperti orang gila dibuat shock dan hanya membulatkan matanya dengan mata melotot tajam.
Semua mata yang ada disekitar mulai memperhatikan Piana dan Rudi yang bersitegang. Namun ada yang memilih abai dan gak perduli. Bahkan tak sedikit yang merekam kejadian itu.
Rudi malu dan merasa Piana sudah berlebihan, bisa bisanya dia menyalahkan Rudi dengan apa yang sudah menimpanya. Hanya orang bodoh yang tetap diam saat melihat pasangannya berbuat tidak senonoh dengan pria lain.
__ADS_1
"Jangan ngawur kamu Piana, kamu sendiri yang membuat hidupmu terlihat menjijikkan. Aku tidak mau kamu bodohi, enak saja, kamu yang selingkuh dan melakukan perbuatan menjijikkkan dengan banyak pria, kenapa aku yang kamu salahkan. Tidak ada yang Sudi bertahan dengan perempuan macam kamu, Murahan!"
Rudi membalas ucapan Piana kasar dan seketika langsung membuat Piana ngamuk dengan melempar sandalnya ke arah Rudi dan tepat mengenai kepala Rudi.
Rudi langsung emosi, tidak terima Piana merendahkan dirinya di hadapan orang banyak.
Dengan kasar Rudi menarik rambut Piana dan menatapnya tajam penuh kebencian.
"Ada apa ini?" tiba tiba petugas keamanan datang karena melihat ada keramaian.
"Amankan perempuan gila ini, dia sudah melempar sandal ke muka saya. Dasar perempuan gila!" Rudi mendorong tubuh Piana sampai terjengkang, dan pergi begitu saja meninggalkan Piana yang menangisi nasibnya.
Piana terkena penyakit kelamin karena sering berganti ganti pasangan. Sehingga sudah tidak ada lagi laki laki yang mendekatinya, karena alat ******** Piana mengeluarkan bau tidak sedap juga sekarang Piana sudah sering sakit sakitan, tubuhnya semakin kurus dan kering. Tinggal di kontrakan sempit dari sisa uang yang pernah dia dapat dari pria pria hidung belang yang memakai jasanya untuk menyalurkan hasrat birahi.
Tidak ada yang bisa Piana lakukan selain menyesali perbuatannya di masa lalu. Penyakit yang sulit disembuhkan dan sangat menyiksa hari harinya. Bahkan keluarganya saja sudah mengusirnya untuk tidak kembali kerumah karena berpikir akan ketularan penyakit nya.
Rudi merasa lega dan puas melihat keadaan Piana yang menderita. Dan sejak saat itu Rudi sudah berubah dan berhenti dari kelakuannya gonta ganti wanita. Rudi ingin memperbaiki dirinya sebelum ajal menjemputnya. Meskipun Rudi dan melati sudah berpisah, namun Rudi masih menjalin hubungan dengan semua anak anaknya dengan baik. Walaupun antara dirinya dan Melati sudah hampir tidak pernah bertemu dan komunikasi lagi. Lantaran Melati yang memang enggan berurusan dengan Rudi.
Sedangkan Rihana sudah hidup bahagia dan melahirkan bayi laki laki yang sehat dan tampan. Hubungan rumah tangganya dengan Dimas semakin mesra dan harmonis.
Pun dengan Alim dan Safitri yang sudah bisa saling mencintai dan menjalani biduk rumah tangga sebagaimana pasangan pada umumnya.
Karena kita tidak pernah tau, takdir apa yang akan menghampiri di penghujung usia kita. Maka perbanyaklah berdoa dan melakukan perbuatan yang baik. Karena pada dasarnya apa yang kita perbuat akan selalu dimintai pertanggungjawaban.
Sesungguhnya, antara kesadaran dan keterjagaan adalah dua hal yang tak sama, karena orang terjaga bisa jadi tak sadar, tapi orang sadar pasti terjaga.
__ADS_1
Contoh kecilnya, kita sering tak sadar telah mengedipkan mata sekian kali setiap menit.
.
Ketidaksadaran yang sangat merugikan adalah tatkala kesempatan berbuat baik sudah terbuka di depan diri, namun tidak kita pedulikan. Contoh kecilnya saja adalah saat melihat semut terapung di genangan air, tapi tak tertarik hati untuk menolongnya. Bayangkan jika kita yang terombang ambing di tengah samudra luas.
.
Saat kita akan menempuh perjalanan jauh, kita pasti mempersiapkan perbekalan, karena kita sadar dengan situasi. Demikian juga dengan perjalanan ke akhirat yang tentu lebih butuh persiapan bekal. Di sinilah dibutuhkan kesadaran spiritual.
❤️❤️❤️
End
Haturnuhun untuk semua pembaca yang sudah mengikuti cerita "Tekanan Dari Mantan Suami" hingga selesai, semoga kalian selalu sehat dan bahagia.
Yuk ikuti karya aku yang lain.
#Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain
#Wanita kedua
#Cinta Dalam Ikatan Takdir
#Sekar Arumi
__ADS_1
#Coretan Pena Hawa
Salam sayang dan peluk jauh dari author buat kalian semua ❤️❤️❤️