Tekanan Dari Mantan Suami

Tekanan Dari Mantan Suami
tidak ada kesempatan lagi


__ADS_3

Dilain tempat Rudi nampak panik, perasaannya mulai tidak enak, karena sudah tiga kali kehadirannya tidak dihargai oleh para pegawai, semua yang bertugas di kasir menolak untuk memberikan uang yang dia minta, dan saat memutuskan untuk mengambil uang di ATM dengan menggunakan kartu milik istrinya, ternyata sudah diblokir. Firasat Rudi mengatakan, jika istrinya mulai curiga dan dengan sengaja menutup akses keuangan.


"Sial, kalau begini caranya bagaimana aku bisa memenuhi permintaan Piana. Rumah yang dia minta juga yang mewah, tentu butuh uang banyak. Dan uang simpanan ku tidak akan cukup. Bagaimana ini?" Rudi frustasi, bingung bagaimana memenuhi keinginan istri sirinya itu. "Baiklah, aku akan coba untuk bicara baik baik dengan Melati."


Rudi kembali menjalankan mobilnya menuju rumah dengan kecepatan yang lumayan tinggi.


Cukup waktu dua puluh menit, mobil yang dikendarainya sudah sampai di depan rumah mewah yang berpagar tinggi, tanpa menunggu lama, satpam yang berjaga langsung membukakan pintu. Tanpa memarkirkan mobilnya di garasi terlebih dahulu, Rudi langsung bertolak masuk dengan langkah tergesa.


"Ma! Mama!" teriak Rudi mencari keberadaan istrinya. Melati yang mendengar teriakan Rudi tak lantas menoleh, justru acuh dan terkesan tak ingin perduli, tetap pada posisinya duduk manis sambil menikmati secangkir teh melati di taman belakang rumah.


"Ya ampun, Ma. Papa cari-cari ternyata ada disini." Masih dengan posisi sama, tak bergeming, Melati abai dengan kehadiran suaminya, dan itu membuat Rudi semakin meradang. "Ma, kok papa dicuekin, dosa loh." sambung Rudi sedikit meninggikan suaranya.

__ADS_1


Melati menoleh dengan wajah datarnya, tak ada senyuman Yeng terukir seperti biasa, tak ada perhatian dan juga kelembutan lagi.


"Mama kenapa sih, kok judes gitu, suami pulang kerja itu disambut dengan senyuman, bukan malah abai dan cuek gini, dosa kamu." Sekali lagi Rudi mengingatkan akan dosa pada istrinya, dan hanya ditanggapi senyum tipis oleh Melati. "Lalu, menghabiskan uang istri untuk selingkuh, itu namanya apa, Pa?" balas Melati penuh penekanan dan membuat Rudi seketika mematung, tak percaya kalau istrinya akan tau secepat itu.


"Maksud mama apa? siapa yang selingkuh?" jawab Rudi mengelak dan berusaha bersikap tenang menyembunyikan kegugupannya. "Apa perlu aku jawab? bukankah papa sudah tau jawabannya." sahut Melati dingin sambil bibirnya kembali menyesap teh beraroma melati untuk menenangkan hatinya yang dibakar amarah.


"Mulai sekarang, kamu tidak perlu lagi ikut campur perihal usahaku, sudah aku serahkan sama anak-anak, biar mereka yang mengurusi dan keuangan kembali aku yang memantau. Dan satu lagi, ATM yang papa pegang sudah kosong, karena aku sudah memindahkan isinya ke rekening pribadiku." Melati sudah tidak ingin lagi berbaik hati pada suaminya yang semakin menjadi, berganti ganti wanita sesukanya, dan sekarang justru berani menikahi perempuan gak jelas dan mantan narapidana. Tak ingin lagi lemah karena cintanya, sudah saatnya Melati bangkit dan melawan sikap Rudi yang semakin membodohi nya.


"Apakah perlu aku memanggil tim audit untuk melucuti kecurangan mu itu, sudah berapa banyak kamu menghamburkan uangku untuk bersenang senang dengan wanita wanita murahan itu, cukup! Aku sudah tidak tahan lagi, jangan kamu pikir, aku diam sebab tidak tau, aku diam karena berusaha untuk memahami, tapi justru kamu menikah lagi dan memberikan kehidupan mewah pada perempuan itu menggunakan uangku. Aku mau lihat, apakah dia akan tetap mau denganmu jika kamu tak lagi bisa memenuhi keinginannya. Pasti dia akan pergi meninggalkanmu dan mencari mangsa baru." Melati berucap panjang lebar, mengeluarkan semua uneg-uneg nya selama ini, dengan tatapan tajam penuh kekecewaan.


"Jangan salahkan aku, kalau aku mencari kesenangan dengan wanita lain, kamu sakit sakitan, sedangkan aku masih butuh untuk dilayani. Jadi tidak perlu kamu menciptakan drama seolah mau memojokkan aku, cukup saja kamu intropeksi diri kamu sendiri." balas Rudi sinis dan pergi meninggalkan Melati yang masih tak bergeming dari posisinya.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️


TDMS 2


'Ternyata dugaan ku benar, Melati sudah mengetahui pernikahanku dengan Piana. Bagaimana ini, sudah jelas aku tidak akan mendapatkan uang itu. Lalu apa yang akan aku katakan pada istri cantikku itu. Dia pasti akan marah lantaran aku tidak sanggup memenuhi maunya, bisa bisa dia meninggalkanku, tidak! aku tidak akan biarkan itu terjadi. Aku harus cari cara agar besok tetap bisa memenuhi keinginan Piana.'


Rudi terus berpikir keras, mencari cara agar tetap bisa memenuhi keinginan istri keduanya. Dan terlintas untuk membayarnya secara angsur, dengan sistem kredit, Rudi tersenyum puas, akhirnya dia menemukan solusi dari masalah yang membuatnya sempat merasa pusing. Dengan perasaan lega, Rudi memutuskan untuk mengguyur tubuhnya dengan air dingin, agar rasa pusing itu hilang dan memikirkan langkah selanjutnya agar bisa mendapatkan bagian dari hartanya Melati.


Saat matanya memindai sekitar, Rudi melihat ada salah satu cincin berlian milik Melati tergeletak di atas meja riasnya, Rudi menyeringai penuh arti. "Piana pasti akan sangat senang kalau cincin ini terpasang di jarinya yang lentik dan putih."


Sedangkan dibalik pintu terlihat ada pasang mata yang mengintip dari celah pintu yang terbuka sedikit. Melati tersenyum geli melihat tingkah suaminya yang diam diam mengambil miliknya demi wanita simpanannya. Tanpa Rudi sadari, itu hanyalah untuk jebakan yang sengaja di buat Melati, dan ternyata umpannya tidak meleset tepat sasaran, Rudi diam diam mengambil cincinnya. Padahal cincin itu hanyalah cincin imitasi yang dibeli Melati pas waktu jalan jalan ke mall bersama anak perempuannya. "Lihat saja, Mas. Sebentar lagi ini akan berakhir, dan aku ingin tau, seberapa cinta dia menerimamu yang hanya punya uang pas pasan." Melati pura pura tidak tau dan lupa akan cincin yang diletakkannya di atas meja, duduk menatap pantulan wajahnya di depan cermin. Cantik dan masih sama, kulit wajah putih bersih bak pualam. Tapi Rudi masih saja mencari perempuan di luar. Dasar laki laki tidak bersyukur.

__ADS_1


__ADS_2