Tekanan Dari Mantan Suami

Tekanan Dari Mantan Suami
Lomba lari


__ADS_3

Sejak menikah dengan Dimas, hidup Rihana berubah seratus persen, harta melimpah dan kasih sayang tulus dari sang suami, membuat Rihana hidup penuh dengan senyuman dan kebahagiaan, apa lagi Dimas juga sangat perduli dan perhatian sama Alma, di tambah sekarang Rihana sedang mengandung dari benih cinta sang suami tersayang, seakan lengkap sudah kebahagiaan Rihana. Derita dan air mata yang dulu menemani setiap detiknya, kini sudah lenyap berganti senyuman yang terus menghiasi bibir tipisnya.


"Mas, hari ini jadwal aku kontrol ke dokter kandungan, kamu bisa temani aku gak?" tanya Rihana pada Dimas yang sedang mengunyah nasi goreng buatan Rihana. Mendengar pertanyaan sang istri, Dimas langsung menghentikan acara sarapannya. "Sayang, kapan aku gak ada waktu buat istri dan anakku? sesibuk apapun aku, kalau sudah menyangkut urusan istri dan anak-anakku, aku akan tetap ada waktu untuk kalian. Cuma ya itu, aku gak hafal jadwal kamu, jadi tugasmu untuk terus mengingatkan aku, mengerti sayang?" Dimas kembali menyendok nasi goreng dan memasukkan ke dalam mulutnya, Rihana sampai tak bisa berkata apa-apa dengan tingkah suaminya itu, biasanya yang bicara banyak itu kebanyakan perempuan, lha ini kebalikannya, Rihana bertanya satu kalimat, tapi Dimas sudah menjawabnya dengan panjang dan gamblang.


"Kenapa kamu senyum-senyum gitu, sayang. Apa ada yang salah dengan perkataan ku?" tanya Dimas dengan kening berkerut menatap istrinya yang menahan tawa.


"Gak papa kok Mas. Ya ngerasa lucu aja sih sama kamu, biasanya kan yang banyak kosakatanya itu wanita, tapi kenapa disini jadi kamu ya, Mas?" Rihana gak bisa lagi menahan tawa saat melihat ekspresi suaminya yang langsung membulatkan mata dengan mulut sedikit mangap, menggemaskan untuk Rihana.


"Aku kan kayak gini cuma sama kamu saja, cuma di depan istriku saja. Agar istriku tau, kalau suaminya ini sangat sayang dan mencintainya. Paham sayang?"


"Iya Mas, Iya. Aku paham kok sayang, aku suka saja suamiku menjadi sosok yang begitu hangat untukku dan juga anak kita, meskipun dengan orang lain, kamu itu sudah kayak es batu, dingin." balas Rihana penuh tatapan cinta pada suaminya.


"Memang kamu mau, kalau suamimu ini tebar pesona, senyum sana sini terus banyak yang ke ge ER an gitu, kamu mau sayang?" balas Dimas sedikit menggoda istrinya.

__ADS_1


"Gak lah, mana mau aku, suamiku ya cuma untuk aku, cintanya habis buat aku saja dan anak anak, yang lain biar hanya gigit jari melihat suamiku yang penuh pesona ini, Terimakasih ya Mas, aku bahagia banget, kamu sudah merubah takdirku dengan tulusnya cintamu, Love you suamiku." Rihana menatap dengan binar cinta pada suaminya. Hingga membuat Dimas jadi panas dingin dibuatnya.


"Pagi pagi kamu sudah buat aku kepanasan sayang, kamu harus tanggung jawab. Setelah ini, kamu harus mendinginkan rasa panas yang kamu buat ini, kita tunggu Alma berangkat sekolah, setelah itu, aku mau tiga ronde sama kamu." balas Dimas yang mulai sayu karena gejolaknya muncul tiba tiba, dan itu karena ulah istrinya yang membuatnya tak bisa menahan syahwatnya.


"Wah, papa sama bunda romantis banget sih. Pagi pagi sudah pegangan tangan dan saling pandang pandangan." tiba tiba Alma muncul, dengan pakaian seragam lengkap, bahkan dia sudah membawa tas sekolahnya.


"Pagi sayang, sini sarapan dulu. Habis itu berangkat sekolahnya nanti diantar sama pak Bagus ya, karena papa masih ada urusan dengan bunda."


"Bund! Pa! dua hari lagi ada lomba lari di sekolah Alma, dan Alma di tunjuk untuk mewakili kelas Alma, nanti bunda sama papa nonton ya, biar Alma semangat ikut lombanya. Kemarin Alma juga sudah bilang sama ayah Alim. Ayah katanya bisa datang. Nanti bunda sama papa bisa kan datang juga?"


"Insyaallah bisa sayang, nanti papa usahakan datang juga sama bunda ya. Tapi janji, Alma harus semangat ikut lombanya, oke!"


"Oke pah, siap!" jawab Alma membalas ucapan Dimas dengan binar bahagia. Rihana semakin merasa kagum dengan sikap suaminya memperlakukan putrinya. Meskipun Alma bukan darah dagingnya, tapi Dimas selalu berusaha untuk membuat Alma bahagia dan merasa nyaman bersamanya, hingga Alma bisa merasakan kasih sayang seorang ayah darinya.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan sarapannya, Alma berpamitan pada Rihana dan Dimas, Rihana mengantarkan Alma sampai ke teras depan rumahnya, setelah mobil yang di kendarai pak Bagus sopirnya hilang dari pandangan, Rihana kembali masuk kedalam rumah, dan ternyata Dimas sudah menunggunya dengan langsung mengerlingkan mata ke arahnya.


"Aduh Mas, bikin kaget saja kamu ini."


"Loh, kan dari tadi aku berdiri disini, kamu nya aja yang gak fokus, ayo jangan-jangan lagi mikirin itu ya, yuk di segerakan." balas Dimas jail, dan langsung menggendong istrinya naik ke lantai atas menuju kamarnya. Pemandangan seperti ini sudah biasa buat pembantu dirumah ini, karena Dimas tak segan bersikap mesra dan romantis pada istrinya, itulah sebabnya kenapa Dimas memilih pembantu yang usianya empat puluh ke atas, agar mereka tidak panas dingin saat melihatnya bermesraan dengan sang istri. Dirumah ada tiga pembantu, Pak bagus sebagai sopir sekaligus tukang kebun dan istrinya Bu Erma bagian bersih bersih rumah dan setrika. Sedangkan mbok Jum, cuma bagian kusus dapur saja. Rihana tidak tega kalau harus menyuruh mbok Jum bekerja berat, usianya sudah sepuh, jadi Rihana hanya memintanya untuk mengurus dapur, bahkan yang sering memasak juga Rihana sendiri, mbok Jum hanya diminta untuk membantu menyiapkan bahan bahannya saja. Semua para pekerja dirumah Rihana pada betah, karena majikan mereka sangat baik dan sopan, meskipun banyak uang, tidak sekalipun Rihana maupun Dimas bersikap semena mena, justru mereka sangat menghormati yang berusia lebih tua.


Setelah sampai di kamar atas, Dimas langsung membaringkan tubuh sang istri yang semakin terlihat berisi karena sedang mengandung.


"Mas, aku tidak ganti baju dulu dan bersih bersih?" tanya Rihana saat sang suami langsung menyergapnya setelah mengunci pintu terlebih dahulu. "Bagiku, kamu seperti apa pun selalu indah dan menggoda, apa lagi aku sudah benar benar gak tahan, sejak kamu menggodaku dengan gombalan mu, aku sudah menahannya dan sekarang aku gak mau harus menunggumu lama dengan bersiap siap."


"Tapi aku masih bau bawang Mas, aku takut kamu hilang mood nantinya." Sela Rihana merasa gak PD.


"Baiklah, kita lakukan di kamar mandi, sekalian aku yang mandiin kamu, oke! " Balas Dimas dengan kerlingan nakalnya, dan disambut tawa manja sang istri.

__ADS_1


__ADS_2