Tekanan Dari Mantan Suami

Tekanan Dari Mantan Suami
awal yang baru


__ADS_3

Acara lamaran berjalan lancar, tersungging senyum lega di wajah Safitri, meskipun dirinya tau, kalau Alim belum bisa sepenuhnya membuka hati untuknya, tapi setidaknya masih ada kesempatan untuk meraih itu, dengan dirinya menjadi istrinya Alim, menjadikan hubungan yang halal, akan lebih mudah buat Safitri untuk menggapai cinta di hati Alim, tentunya dengan kelembutan, ketulusan dan ketaatan nya sebagai pasangan halal. Safitri akan berusaha untuk menjadi wanita terbaik untuk suaminya, karena cinta di hati Safitri sudah lebih dulu hadir.


"Alhamdulillah, terimakasih sudah menerima lamaran kami buat Alim, dan lebih baik untuk proses pernikahan juga gak perlu nunggu lama-lama, setelah ini langsung saja besok urus persyaratan pernikahannya, niat baik harus disegerakan, lagian Alim juga bukan lagi laki laki lajang, statusnya duda yang memiliki gadis kecil." Rokayah menyambung obrolan dan mengutarakan niatnya untuk segera dilangsungkan pernikahan, dan Alhamdulillah keluarga Safitri menerima dan ikut saja apa yang sudah di atur oleh Alim dan keluarganya. Pernikahan akan diadakan dua Minggu lagi, akan diadakan pesta dirumah Safitri karena Safitri memang belum pernah menikah dan anak perempuan pertama. Alim memahami dan mengikuti permintaan keluarga calon istrinya.


Setelah selesai membicarakan segala sesuatunya, Rokayah memohon pamit dan menyerahkan segala urusan pesta pada Linda temannya, Rokayah hanya sekedar membantu dan urusan keuangan semua akan ditanggung Alim.


"Mas!" panggil Safitri lembut, saat Alim akan melangkah keluar rumah menyusul keluarganya yang lebih dulu sudah masuk ke dalam mobil masing masing. "Iya." Alim menoleh dan menatap manik hitam bening yang memancarkan kebahagiaan. "Terimakasih." balas Safitri tersipu, seketika Alim mengernyit menatap lekat pada calon istrinya. "Terimakasih untuk apa, Fit?" sahut Alim dengan alis yang masih bertaut. "Terimakasih, karena Mas Alim sudah memilih saya untuk jadi pendamping njenengan, jujur aku senang Mas." sahut Safitri apa adanya, berusaha mendekatkan diri pada lelaki yang masih kaku kalau bicara dengannya, Safitri memahami sikap Alim, maka dari itu, Safitri berusaha untuk mencari celah agar bisa masuk ke dalam hati calon suaminya, agar bisa menyirami kebekuan nya dengan cinta dan ketulusan.

__ADS_1


"Seharusnya aku yang mengucapkan terimakasih sama kamu, mau legowo menerimaku yang masih seperti ini, aku harap kamu bisa membantuku untuk keluar dari perasaan yang tak semestinya ada, terimakasih ya. Insyaallah aku akan berusaha untuk membuka hatiku." balas Alim dan bibirnya menyunggingkan senyum kecil yang membuat hati Safitri langsung meleleh.


"Insyaallah, Mas. Kita sama sama berusaha ya. Ijinkan aku untuk memulai memberimu perhatian, agar kita terbiasa nantinya." sambung Safitri menunduk dalam, menyembunyikan rona merah jambu di wajahnya. Alim tersenyum melihat tingkah Safitri yang malu malu, gadis itu sedang berusaha untuk membuatnya menerima kehadirannya. "Iya, besok aku akan jemput kamu pas habis makan siang, kita akan cari baju buat resepsi." Balas Alim tersenyum menatap Safitri yang masih menunduk. "Iya, Mas." sahut Safitri lembut dan memberanikan diri mengangkat wajahnya menatap wajah tampan calon suaminya.


"Yasudah aku balik dulu ya, kita ketemu lagi besok." pamit Alim kemudian, dan dibalas anggukan oleh Safitri yang terpaku akan pesona Alim, dimatanya Alim terlihat begitu sempurna, meskipun statusnya duda tapi Alim masih nampak masih muda, tubuhnya yang tinggi tegap, kulitnya yang putih dan cara berpakaiannya yang selalu terlihat keren, membuat jantung Safitri selalu berdetak lebih cepat dari biasanya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

__ADS_1


"Ma, Alma masih belum pulang?" tanya Dimas menatap istrinya lekat. "Belum, tadi telpon katanya mau menginap di rumah ayahnya." balas Rihana jujur apa adanya. "Kan besok masuk sekolah, gimana sama buku juga seragamnya?" sahut Dimas menatap manik coklat milik istrinya. "Tadi sudah aku kirim lewat kurir, semua keperluan Alma buat sekolah besok, Alma masih ingin menikmati waktu sama ayahnya, lagian ini kan hari bahagia buat Mas Alim, dia lamaran sama perempuan yang kemarin diceritakan sama Alma." jelas Rihana biasa saja dan tersenyum menatap suaminya yang mengernyitkan dahi.


"Beneran kamu, Ma. Kok kita gak diundang." sahut Dimas menatap istrinya dengan tatapan yang tak biasa. "Ya ampun, Mas. Emangnya kita itu siapa? lagian kan juga masih proses lamaran saja, pasti nanti kalau nikah, juga kita pasti diundang, lebay ah kamu." Rihana tertawa menatap suaminya yang mengerut. "Kamu gak sedang cemburu kan sayang?" balas Dimas menatap lekat sang istri yang justru semakin tertawa lebar dengan responnya. "Mulai deh, aku cemburu kenapa, apa aku masih punya alasan buat cemburu sama Mas Alim, Mas? Duh ya, kamu itu selalu ada ada wae." jawab Rihana heran dengan pemikiran suaminya yang kadang kekanakan. "Ya kan siapa tau." sahut Dimas pasrah.


"Sudah ah, gak perlu kita bahas sesuatu yang gak penting kayak begini, lebih baik kamu mandi dan habis itu kita makan, aku sudah lapar soalnya." Rihana berusaha untuk mengalihkan pemikiran Dimas yang aneh dengan menyuruhnya mandi agar otaknya kembali fresh, biar gak lagi mikir yang aneh aneh.


"Aku maunya dimandiin." sahut Dimas manja, dan memasang wajah memohon, membuat Rihana mencebik ke arahnya. "Aku sudah mandi atuh sayangku, ayo sana mandi, biar aku siapin makanannya, oke sayang." balas Rihana mencoba menghindar dari permintaan suaminya yang pasti menuju ke arah itu.

__ADS_1


"Gak, aku maunya dimandiin, ayolah sayang sebentar saja, biar kepalaku tidak pusing lagi, seharian sudah dibuat puyeng sama kerjaan. Cuma kamu obatnya yang bisa membuatku lebih baik." Dimas masih berusaha memohon dengan rayuannya pada sang istri yang selalu luluh dan tak bisa menolaknya.


"Baiklah, Mas duluan saja ke kamar, aku mau bilang sama mbok Jum dulu, buat siapin makanan nya." Dimas tersenyum senang, mendengar sang istri mengiyakan kemauannya tanpa banyak alasan untuk menolak, Rihana memang sangat patuh sama Dimas, permintaan sang suami selalu menjadi perintah untuknya yang tak boleh di tolak selama itu tidak melanggar syari'at.


__ADS_2