Tekanan Dari Mantan Suami

Tekanan Dari Mantan Suami
seserahan


__ADS_3

"Tadi mama lihat ada mobil papa, apa dia baru saja kesini?" tanya Melati pada anak lelakinya. "Iya, Ma. Dan papa juga sempat marah-marah, gak terima karena Ratna menolak memberikan uang yang ada di laci." sahut fajar menatap mamanya iba. Melati menghembuskan nafasnya dalam, ada sesak yang kini sering membuatnya hatinya sakit. Karena bagaimanapun Rudi adalah suami yang sangat dicintainya, hampir tiga puluh tahun lebih mereka mengarungi bahtera rumah tangga.


"Mama yang sabar ya, mama harus kuat, jangan menjadikan ini beban buat mama, karena kami ingin mama itu sehat dan bahagia. Kami masih membutuhkan mama dan kami akan terus menjaga dan mendampingi mama." sambung Riko tegas dan penuh kelembutan.


"Terimakasih, mama kuat karena kalian, dan mama akan menyerahkan tanggung jawab semua usaha mama sama kalian, mama gak rela kalau harta yang mama dapat dari kerja keras mama selama ini ikut dinikmati perempuan itu, mama gak rela sama sekali." Melati menatap sayu ke arah anak anaknya, pertahanannya roboh, air matanya lolos begitu saja. "Ma, yang kuat." Ayu memeluk Melati erat, dan di ikuti kedua anak lelakinya. Saling memberi kekuatan untuk mamanya tercinta.


"Alhamdulillah, mama bisa tenang dan bersyukur sekali, punya anak anak baik dan salih. Makasih ya sayang." Melati mengusap lembut pipi anak-anaknya, berusaha menguatkan diri, tidak boleh lemah, batin melati menyugesti dirinya sendiri.


"Fajar, bagaimana dengan tugas yang mama berikan, nak?"


"Wanita itu sekarang tinggal di apartemen, Ma." Melati mengangguk dan bibirnya menyunggingkan senyum kecut. "Terus selidiki papa kalian dengan perempuan itu, mana sudah menutup semua akses yang masuk ke rekening papa kalian, bantu mama untuk mengawasi keluar masuknya keuangan di semua usaha yang masih mama pegang, dan kamu Fajar, belajarlah mengelola toko yang ini, mama akan serahkan ini untuk masa depanmu, tapi meskipun kalian sudah mama kasih masing masing satu usaha, mama mohon kalian juga tetap bantu mengawasi usaha mama yang lain, karena bagaimanapun itu nantinya juga akan menjadi milik kalian, anak anak mama. Tetaplah rukun, terus menjaga keharmonisan, kalian mama besarkan dengan kasih sayang, mama harap kalian juga bisa saling menyayangi, dan jangan sekali kali berebut harta, mama akan membagi adil nantinya." Melati bicara panjang lebar, menasehati anak anaknya agar tidak ada yang tamak dan tetap menjaga hubungannya sesama saudara.


💓💓💓💓💓💓💓💓

__ADS_1


Alim sedang bersiap siap, Hari ini akan datang kerumah Safitri, melamarnya secara resmi. Rokayah juga ikut sibuk dengan menyiapkan segala sesuatunya, seserahan yang cukup mewah sudah disiapkan begitu sempurnanya. Bahkan Alma juga ikut membantu dan akan mendampingi ayahnya. Rihana pun juga ikut andil dengan memberi banyak kue kue buat seserahan yang dikirimnya melalui kurir, ikut lega juga senang karena Alim sudah mau memulai hidup barunya.


"Ayah, kenapa diam saja disitu, ayo bantuin Alma bungkus ini." Alim kaget dengan teriakan anaknya, tiba tiba Alma memanggilnya untuk membantu membungkus seserahan, sedangkan Alim asik dengan pikirannya yang sedang mengembara jauh, ada sedikit rasa was was dan trauma akan kehidupan rumah tangganya dengan Piana dulu. Semoga Safitri tidak seperti Piana yang hanya mengincar hartanya saja, dan berharap pernikahannya dengan Safitri adalah keputusan yang terbaik untuk dirinya lepas dari bayang-bayang seorang Rihana, mantan istrinya.


"Mana ayah bisa, ayah gak bisa sayang. Minta bantuan mbak Bila saja ya." sahut Alim lembut menatap Alma yang memanyunkan bibirnya.


"Tapi ayah gak boleh melamun loh, pamali." balas Alma mengingatkan ayahnya, dan disambut kekehan kecil dari bibir Alim. Alim berjalan mendekat ke arah putrinya, dan membelai lembut pucuk kepala sang anak. "Sepertinya Alma semangat sekali ya, hmm sudah gak sabar nih pingin punya bunda baru." Alma tertawa mendengar celoteh ayahnya. "Padahal yang gak sabar itu kan ayah, hayoo ngaku." Alim tertawa lepas mendengar balasan anaknya yang selalu bisa membuatnya kalah dalam berdebat.


"Ayah, kenapa gak langsung nikah saja?" pertanyaan Alma membuat Alim mengernyit.


"Iya, nak. Ayah juga maunya langsung nikah kok, tapi harus ada lamaran dulu, atau meminta restu sama orang tuanya Tante Fitri terlebih dulu, kalau direstui dan Tante Fitri nya mau jadi istri ayah, baru deh langsung diadakan pernikahan. Jarak lamaran sama pernikahan juga gak lama, insyaallah kalau lamaran ayah diterima, jarak satu Minggu akan diadakan pernikahan." jelas Alim panjang lebar pada anaknya yang mulai belajar memahami kehidupan.


Semua seserahan sudah rapi, tinggal menunggu waktu berangkat, gak banyak yang hadir di acara lamaran. Pastinya Rokayah juga suaminya dan kerabat dekat hanya empat orang yang di ajak.

__ADS_1


Satu persatu bingkisan seserahan di masukkan ke dalam mobil. Bibir Rokayah selalu tersenyum bahagia, melihat adiknya kembali bangkit menjalani hidupnya, Safitri adalah wanita pilihan dirinya, karena yakin kalau Safitri adalah perempuan yang baik dan jujur, Rokayah menginginkan adiknya kembali bahagia dan memiliki banyak warna untuk melukiskan kisah hidupnya.


❤️❤️❤️❤️


Pesan Cinta author Za💓


---Mantan adalah hikmah terbaik dalam hidup---


Banyak orang yang merasa kecewa terhadap mantan. Kemudian tanpa malu mengumbar aib mantan tersebut. Bahkan hal-hal yang tidak pernah dialami saat bersama mantan, dibuat narasi mengada-ada yang bersifat negatif dan begitu di hiperbola agar mantan tersebut kelihatan sangat buruk keadaannya dihadapan banyak orang. Begitulah orang yang tidak arif sehingga tidak bisa mengambil hikmah dalam setiap proses perjalanan hidupnya.


Tentu orang yang arif, dia akan mengambil hikmah dari setiap perjalanan hidupnya. Karena bisa jadi mantan tersebut justru telah berkontribusi besar dalam mendewasakan perasaan, pikiran dan perilakunya dari pelbagai sifat kekanak-kanakan yang selalu hadir dalam diri. Yang paling bodoh bahkan terkesan jahat adalah ketika seseorang selalu merusak nama baik mantannya. Ternyata faktanya, justru dirinya yang selalu berperilaku khianat, dusta dan ingkar janji terhadap mantannya tersebut. Begitulah kadang sifat manusia kerdil, merusak nama baik mantan dengan mengada-ngada untuk menutupi kelemahan dirinya.


#jadikan mantan sebagai bagian dari perhelatan terbaik dalam proses mendewasakan hidup#sebab hakikatnya tidak ada mantan yang melukai, justru yang melukai itu adalah dirinya sendiri yang tidak bisa move on dari mantannya dengan selalu mengumbar aib-aibnya, yang kadang dikarang-karang dan di hiperbola#untuk mantan, terimakasih.

__ADS_1


Tak selamanya menyesali kesalahan itu terus menyiksa, harus bisa bangkit dan berubah untuk menjadi lebih baik, melupakan rasa sakit dan menggantinya dengan senyuman dan prestasi.


__ADS_2