Tekanan Dari Mantan Suami

Tekanan Dari Mantan Suami
POV Piana


__ADS_3

Setelah keluar dari penjara, pertama kali yang aku cari adalah Mas Alim mantan suamiku, langsung menuju alamat rumah yang dulu kami tinggali, tapi ternyata rumah itu sudah ganti pemilik. Berarti mas Alim benar benar tidak mau mempertahankan rumah kenangan kami, buktinya dia membiarkan rumah itu di sita oleh bank, dimana aku dulu menjadikan jaminan untuk meminjam uang dengan jumlah besar. Sialan! aku bingung harus kemana, sedang tidak ada sepeserpun uang di tangan. Aku luntang luntung tak jelas. Hingga akhirnya memutuskan untuk menemui Dina temanku yang berprofesi sebagai wanita penghibur di salah satu tempat karaoke. Dina wanita lajang yang bebas, tinggal di kontrakan yang cukup bagus. Jadi aku bisa bebas menumpang untuk sementara sambil mencari pekerjaan dan Dina tidak mempermasalahkan sama sekali kehadiranku, mungkin dia ingat, bagaimana aku selalu membantunya dulu saat dia sedang ada dalam masalah, ini waktunya dia membalas kebaikanku saat aku tak punya apa apa, jatuh terpuruk oleh ulahku sendiri, menyedihkan memang hidupku.


"Din, carikan aku pekerjaan dong, gak mungkin aku terus numpang sama kamu terus, kayak gak ada harga dirinya jadi manusia " ucapku pada sahabatku itu, dan dia justru malah terkekeh dengan apa yang aku lontarkan.


"Pekerjaan yang bagaimana yang kamu mau An? kalau kamu mau, kerja saja sama aku, nanti aku bilang ke mami". Mami adalah bos Dina, wanita pemilik tempat karaoke esek esek.


"Soal uang gimana, apa hasilnya memuaskan, kalau cuma dibayar receh aku ogah." jawabku seenaknya, lha gimana, masa kita mau obral tubuh murah, aku sih ogah, secara aku cantik dan tubuhku juga masih bagus.


"Tenang saja kalau soal uang, pelanggan disana rata rata pria berduit semua, aku aja bisa dapat sepuluh sampai lima belas juta semalam, tergantung kita kasih servis ke pelanggan, kalau dia puas, pasti kita dapat tips banyak, dan tentunya jadi pelanggan tetap." Wah, mataku langsung membulat, kalau semalam segitu ya siapa yang mau nolak.


"Beneran kamu, Din. Gak lagi bohongin aku kan? kalau segitu sih aku juga mau." jawabku antusias dan langsung disahuti tawa meledak dari Dina.


"Kapan sih aku bohong sama kamu, An! kamu kan juga tau sendiri, kalau aku tidak akan jual murah tubuhku yang seksi ini."

__ADS_1


"Yasudah, aku mau ikut. Tapi aku gak punya baju bagus nih, kamu tau kan, aku baru keluar dari penjara."


"Itu soal gampang, pakai dulu bajuku, dan makeup nya juga pakai saja dulu punyaku, malam ini aku akan membawamu ketemu sama mami, dandan saja yang cantik, aku yakin akan banyak pria yang langsung memilihmu untuk menemani mereka."


"Oke, nanti kalau aku sudah pegang uang lagi, aku akan belanja keperluanku. Untuk sementara aku tidur di sini ya, kamu gak keberatan kan?"


"Gak, aku justru senang ada temannya. Kamu santai saja soal itu."


Hampir tiga bulan, aku menjalani kehidupan sebagai wanita penghibur di tempat karoke milik mami Devi, pria hidung belang tak segan mengucurkan uang tak sedikit demi bisa menikmati tubuhku, dengan waktu singkat, pundi pundi rupiah semakin bertambah di tabungan, sampai aku bisa membeli apa saja yang aku mau, bahkan kini aku jadi istri simpanan badut tua yang bekerja di pemerintahan. Meskipun sudah tua, Om Rudi memiliki nafsu yang besar, kadang aku sampai kewalahan melayani nya, tapi demi uang yang banyak, aku dengan terpaksa meladeni dengan sempurna, agar dia selalu puas dan tidak membuangku. Sejak jadi simpanan om Rudi, aku diminta untuk berhenti bekerja, dia membelikan apartemen untukku bahkan mencukupi kebutuhanku, setiap bulannya selalu memberi uang jatah tak sedikit, hidupku sudah seperti wanita wanita kaya pada umumnya, bahkan aku sering belanja dan perawatan setiap saat tanpa takut kehabisan uang.


Om Rudi sangat memanjakan ku, bagaimana tidak, aku yang masih segar dan cantik selalu membuatnya puas di ranjang, sangat beda dengan istrinya yang sudah keriput dan tak sanggup lagi melayani nafsunya yang besar.


Om Rudi akan pulang menemui ku setiap satu Minggu sekali, bahkan akupun tak mau ambil pusing, dia mau pulang apa tidak, yang penting uangnya lancar masuk ke rekening, cinta sedikitpun tak ada untuknya. Seperti hari ini, Om Rudi menelpon tak bisa datang karena istrinya sedang sakit, aku pura pura ngambek, dan dia membujukku dengan mentransfer uang buat belanja, tujuh juta, lumayan kan bisa beli baju dan tas yang aku inginkan.

__ADS_1


Saat aku sedang asik menikmati waktu jalan jalan di mall, sekilas aku melihat bayangan mantan suamiku yang terlihat semakin gagah dan tampan saja. Mas Alim sedang menemani anaknya, Alma dia sudah tumbuh besar, sepertinya hubungannya mas Alim dengan anaknya sudah kembali baik, apa dia rujuk dengan Rihana, tidak! aku tidak ingin itu terjadi.


Diam diam aku pun mengikuti mantan suamiku, dan saat dia duduk sendirian disalah satu toko sepatu merek terkenal, aku menghampirinya, wajahnya langsung kaget dengan kedatanganku, dengan sedikit menggodanya aku berusaha menarik simpatinya. Tapi dia tetap dingin dan masih begitu membenciku. Dengan cuek dan tak perduli, Mas Alim meninggalkanku tanpa permisi. Menggandeng anaknya menuju meja kasir, sepertinya usaha mas Alim sudah kembali sukses, aku harus bisa mendekatinya lagi. Akupun terus mengikuti laki laki itu, bahkan aku juga pura pura ikut makan di restoran tempat dia dan anaknya singgah. Aku pun mencuri dengar pembicaraan mereka yang akan berlibur ke air terjun Dolo.


Tapi pada akhirnya mas Alim melihat keberadaan ku, tak lama setelah itu dia pun bangkit dan pergi bersama anaknya, tak putus asa, akupun terus mengikutinya, tapi justru dia menyeret ku menjauh dari mobilnya, ah sialan. Tapi aku tidak lantas menyerah. Besok aku akan pergi ke air terjun dolo, akan aku tunjukkan jika masih sangat mencintainya, terutama uangnya.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya aku menemukan mas Alim sedang bercanda dengan Alma anaknya, mereka terlihat hanya pergi berdua saja, itu artinya, Mas Alim tidak rujuk dengan mantan istrinya itu, aku pun terus mengikuti dan berusaha untuk mendekatinya, tapi lagi lagi, dia justru pergi menghindari ku, bahkan saat aku pura pura terjatuh dia sama sekali tidak perduli, tetap melangkah pergi meninggalkan aku sendirian. Tak mau kehilangan jejak, aku mencari tukang ojek yang tadi aku minta untuk mengantarkan aku, sengaja aku memintanya untuk menunggu, jaga jaga kalau aku di cuekin sama mantan suamiku itu, dan ternyata dugaan ku benar seratus persen, Sialan memang.


Akupun terus mengikuti mobilnya, dia sempat berhenti di kios yang menjual buah buahan, setelah itu kembali melajukan mobilnya, aku terus meminta kang ojek terus mengikuti, ingin tau arah tujuannya, ternyata dia berhenti di salah satu rumah yang ada di perumahan elit, rumah yang cukup mewah, apakah ini rumahnya Rihana? aku terus memperhatikannya, dan benar saja, Rihana muncul dan menyambut kedatangan putrinya. Aku membayar ojek lalu menghampiri mas Alim yang sedang bicara dengan Rihana, tanpa tau apa yang mereka bicarakan, aku langsung melabrak Rihana dengan kata kata kasar, dan itu langsung menyulut amarah mantan suamiku, dia langsung menyeret ku masuk ke dalam mobilnya, itu artinya dia akan kembali padaku lagi, owh senangnya. Tapi ternyata dugaan ku salah, justru mas Alim menurunkan aku ditengah jalan yang sepi tanpa rasa kasihan, dia tak perduli aku teriak memanggilnya, justru mobilnya melaju dengan kencang, aaah benar benar sialan laki laki itu.


Tak hilang akal, akupun memesan ojek lewat aplikasi, dan meminta mengantarkan aku kerumah mantan kakak ipar, mbak Rokayah, aku yakin mas Alim sedang menuju kesana, tak butuh waktu lama, akhirnya aku sampai di depan rumah mantan kakak ipar, benar saja, mobil mas Alim sudah terparkir rapi disana.


Saat kaki ini melangkah, aku mendengar mbak Rokayah sedang menjelekkan ku di hadapan mas Alim, pantas saja dia menjauhiku karena kakaknya sudah mencuci otak mantan suamiku untuk membenciku. Aku tidak terima dan langsung melabrak perempuan bermulut pedas itu, sampai akhirnya terjadi pergulatan diantara kami, yang ujungnya justru mas Alim mengusirku tanpa perduli dengan aku yang kesakitan. Awas saja, aku akan membalas sakit hatiku, kalian akan menyesal karena sudah merendahkan ku di depan perempuan yang katanya calon istrinya mantan suamiku. Tunggu saja pembalasanku, Mas!

__ADS_1


__ADS_2