Tekanan Dari Mantan Suami

Tekanan Dari Mantan Suami
bertemu Piana di mall


__ADS_3

"Wah, romantis sekali ya kalian, sampai aku merasa iri melihatnya." saat sedang asik memilih lingerie untuk istrinya, tiba tiba ada suara wanita yang membuat Dimas dan Rihana langsung menoleh bersamaan ke arah suara tersebut.


"Kamu!" ucap Rihanna terkejut. Nampak Piana sudah ada diantara mereka dengan membawa tas belanjaan dari merk baju terkenal di negeri ini. Melihat wanita yang terlihat menor dandanannya membuat Dimas mengerutkan kening menatap sang istri. "Perkenalkan namaku Piana, temannya Rihana. Bukan begitu Rihana?" sahut Piana dengan pede nya, bahkan sengaja ingin menggoda Dimas dengan gayanya yang norak, Piana memakai dress tanpa lengan dengan panjang di atas lutut, merasa sudah sangat seksi dan menggoda, Piana ingin menarik perhatian laki laki tampan di depannya. Padahal Dimas sudah ilfil melihat dandanannya, apa lagi gayanya yang membuatnya menjadi mules.


"Maaf, aku tidak merasa punya teman seperti kamu, dan tolong jangan ngaku ngaku deh. Ayok Mas kita pulang." Rihana menarik tangan suaminya untuk menjauh dari Piana. Tapi di cegah Piana dengan menarik ganti lengannya Dimas.


"Apa-apaan ini? jangan melewati batasan mu mbak." Dimas menghempaskan tangannya dari cekalan Piana dan matanya menatap nyalang wanita tidak tau etika itu.


"Ayo sayang kita pulang, tapi biar aku bayar dulu ini ke kasir." Dimas menggandeng Rihana dan menuju ke kasir untuk membayar lingerie yang tadi dipilihnya. Sementara itu, Piana hanya diam memperhatikan sambil bibirnya mengukir senyum sumbang. "Lihat saja, dia akan bertekuk lutut padaku, aku akan membuatnya tergila gila padaku." Piana bicara sendiri di dalam hatinya untuk mendapatkan Dimas.


"Sayang, emang siapa wanita tadi, kenapa dia mengaku temanmu? apa kamu mengenalnya?" Dimas kembali bertanya pada Rihana waktu mereka berjalan menuju keluar dari mall. Dan sebelum menjawab pertanyaan dari suaminya, Rihana kembali menarik nafasnya dalam.


"Itu, mantan istri sirinya Mas Alim. Piana." jawab Rihana biasa saja.


Dan dibalas senyuman oleh Dimas. "Kenapa kamu senyum senyum gitu Mas?"


"Gak papa, cuma ya gak habis pikir saja sama Alim, kok bisanya lebih tergoda sama perempuan model begitu, padahal jelas jelas kamu lebih segalanya, dandanannya ngeri gitu, aku aja sampai takut lihatnya." balas Dimas cuek dan memeluk pinggang istrinya.


"Aku kan dulu gak seperti ini Mas, aku cantik karena kamu suamiku." sahut Rihana manja dan membalas memeluk pinggang sang suami.


"Kamu itu dari dulu itu sudah cantik, seksi dan menarik, jadi ya Alim saja yang sakit mata memilih perempuan itu, tapi ya aku senang sih, karena dia memilih wanita itu, kamu bisa jadi milikku saat ini, jodoh."

__ADS_1


"Jodoh yang semakin membawaku hidup lebih baik, terimakasih ya Mas, karena kamu, aku kembali menemukan arti hidup bahagia." Dimas semakin mengeratkan pelukannya pada sang istri, dan senyum keduanya terus merekah. Cinta kadang sesederhana itu.


☘️☘️☘️☘️


Turun dari mobil, Rihana langsung masuk kedalam rumah, karena kepalanya sedikit pusing, mungkin efek kecapekan. Belanjaan di dalam mobil langsung diturunkan sama pak Bagus dan dibawanya ke dalam.


"Sayang, apa perlu kita ke rumah sakit? kamu nampak pucat." Dimas langsung cemas melihat Rihana yang mendadak pucat dan lemas.


"Gak papa Mas, aku cuma butuh istirahat saja, insya Allah semua akan baik kembali. Tolong mintakan teh hangat saja ke mbok, aku lagi pingin minum yang manis manis."


tanpa menunggu lagi, Dimas langsung menuruni tangga meminta pembantunya untuk membuatkan teh pesanan istrinya. Lalu kembali ke atas menemui istrinya kembali yang sudah berbaring di ranjang.


"Beneran kamu gak papa sayang? aku cemas loh ini." sambung Dimas berjalan menuju ke arah istrinya yang nampak lemas. "Iya, Mas. Gak papa kok, sebentar juga lagi juga sembuh, aku cuma butuh istirahat."


"Asalamualaikum." terdengar suara Alma mengucapkan salam, dan melongok kan kepalanya melihat ke dalam kamar bundanya. "Waalaikumsallam, masuk nak, sini. Bunda masih istirahat." balas Dimas sedikit berbisik karena takut mengganggu istirahat sang istri. "Pa, bunda sakit ya?" tanya Alma saat sudah mendekat ke arah papa sambungnya. "Iya, nak. Bunda lagi kurang enak badan, tadi habis minum obat, jadi bunda tertidur." jelas Dimas lembut.


"Tapi bunda gak apa apa kan, Pa? Alma cemas." Dimas menatap anak sambungnya haru, ikatan antara ibu dan anak yang begitu dekat, terlihat cinta yang besar dari Alma untuk bundanya.


"Gak papa, bunda hanya butuh istirahat saja kok, tadi bunda kecapekan karena habis belanja. Alma sudah makan?"


"Alhamdulillah, semoga bunda cepat sehat. Alma mau mandi dulu Pa, sholat habis itu baru makan."

__ADS_1


"Alhamdulillah, anak pintar. Bunda pasti bangga punya anak sehebat Alma. Shalihah ya nak."


"Aamiin, makasih papa. Kalau begitu Alma keluar dulu, nanti kalau bunda sudah bangun Alma boleh kan kesini lagi jenguk bunda?" Dimas tersenyum dan mengelus kepala Alma penuh sayang. "Boleh, pasti boleh. Kapanpun Alma mau masuk ke kamar ini, masuk saja, tapi harus ingat satu hal, harus ketuk pintu dan mengucap salam dulu, Alma mengerti kan nak?"


"Iya, pa. Insyaallah Alma paham. Alma ke bawah dulu ya, assalamualaikum."


"Waalaikumsallam." Dimas menatap putri sambungnya bangga, anak sekecil Alma tau bagaimana menghormati dan bersikap santun meskipun pada orang tuanya sendiri, bicara dan sikapnya sudah seperti anak dewasa, Rihana benar benar sudah berhasil memberi didikan yang baik untuk Alma.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Cukup lama Rihana tertidur, hampir tiga jam, saat terbangun sudah menjelang sore, pertama kali yang terlihat saat membuka mata, adalah wajah sang suami yang terlihat sangat serius di depan laptopnya. "Mas." Dimas langsung menoleh ke arah istrinya, melihat Rihana sudah bangun, Dimas langsung berjalan menghampirinya untuk mengecek keadaannya. "Iya sayang, kamu butuh apa biar mas ambilin." tawar Dimas dengan senyuman hangat.


"Mau minum air putih, haus." jawab Rihana manja.


"Gimana, udah baikan?"


"Alhamdulillah, sudah Mas. Badanku juga sudah enakkan, sudah gak pusing lagi."


"Alhamdulillah, berarti nanti malam bisa pakai baju dinas baru dong." Rihana langsung mendelik mendengar ucapan suaminya, bisa bisanya sang suami meminta dilayani, padahal baru saja merasa enakkan. "Kamu ya Mas, itu saja yang ada di pikiranmu, aku lagi sakit loh ini." elak Rihana dengan memanyunkan bibir. "Kan udah sehat katanya." balas Dimas dengan mengedipkan kedua matanya.


"Aku mau mandi Mas, badanku rasanya sudah lengket, gerah."

__ADS_1


"Yasudah yuk mas bantu ke kamar mandi, sekalian dimandikan ya." balas Dimas senang dan langsung semangat. Membuat Rihana geleng geleng kepala dan tertawa.


__ADS_2