Tekanan Dari Mantan Suami

Tekanan Dari Mantan Suami
minta rumah


__ADS_3

"Hari ini, kamu hebat sekali sayang. Kamu selalu pintar membuatku senang dan semakin betah bersamamu." raut kepuasan terpancar dari wajah om Rudi, lelaki setengah baya itu sungguh membuat dirinya merasa sangat beruntung karena bisa memiliki perempuan muda dan cantik seperti Piana, sedangkan dirumah istrinya sudah tidak lagi bisa melayaninya penuh, sering sakit sakitan dan mulai ada keriput di kulitnya. Kalau karena istrinya bukan orang kaya dan banyak harta, mungkin Rudi sudah mencampakkannya dari dulu. Tapi karena Melati sangat kaya membuat Rudi harus tetap bertahan dan pura pura sangat mencintainya. Padahal diluar dia sering berganti ganti wanita hanya demi memuaskan nafsunya, tapi saat ini, Rudi hanya memiliki satu perempuan, yaitu Piana, wanita yang dinikahinya secara siri tanpa sepengetahuan anak dan istrinya.


Melati memiliki beberapa usaha yang mempunyai omset tak sedikit, Dua butik, dua rumah makan dan tiga toko bangunan. Satu butik sudah di serahkan pada anak perempuannya yang nomer satu, dan satu toko bangunan juga sudah di kelola dan diserahkan untuk anak lelakinya yang nomer dua, sedangkan anak lelakinya yang nomer tiga masih kuliah. Melati sudah sangat jarang mengurusi usahanya karena kondisinya yang sering jatuh sakit saat kecapean, Rudi mengambil kesempatan itu untuk menguras uang istrinya, meskipun Melati diam, tapi sejatinya dia tau kalau uang nya suka diambil suaminya untuk bersenang senang diluaran. Awalnya Melati biasa saja, mencoba memahami suaminya, karena dua sudah tidak bisa melayani dengan baik karena usia, sedangkan suaminya masih butuh itu, Melati membiarkan Rudi berganti pasangan diluar sana, pikir Melati, wanita wanita itu hanyalah dibayar Rudi untuk melayani tanpa ada ikatan apapun.


Namun akhir akhir ini, Melati sering mendapat berita dari sahabat bahkan tetangga yang mengatakan Rudi sudah menikah lagi dengan perempuan pemandu karaoke. Jika hanya untuk bersenang senang tanpa ikatan Melati akan membiarkan dan berusaha memahami, tapi jika sudah berani mengkhianatinya dengan menikah lagi, maka Melati tidak akan terima dan tidak mau tinggal diam saja, egonya sebagai seorang istri sangat terusik.


"Iya dong Mas, biar kamu makin betah denganku. Kamu senang Mas?" balas Piana manja dengan gaya yang dibuat buat. "Sangat senang, bahkan ketagihan. Tapi aku tau, pasti kamu mau meminta imbalan kan, aku sudah hafal sama kamu Ana." Piana tersenyum lebar dan semakin mengeratkan pelukannya pada suami simpanannya.


"Aku mau punya rumah, Mas. Biar aku gak kesepian saat kamu tidak pulang ketempat ku, ada tetangga yang bisa aku ajak ngobrol dan memiliki suasana baru, bisa saling pamer dan saling menunjukkan kekayaan, agar aku bisa membanggakan suamiku yang baik dan kaya.


Rudi mengernyitkan dahinya, menatap lekat wanita yang selalu membuatnya merasa nyaman. "Kenapa begitu, apa kamu mulai kesepian?" tanya Rudi tenang.


"Iya, Mas. Aku bosan tinggal di apartemen, tidak punya tetangga, aku mau punya rumah di perumahan elit, biar privasi kita tetap terjaga, karena tamu tidak boleh sembarangan masuk." rengek Piana manja.

__ADS_1


"Kamu mau rumah dimana, biar nanti aku urus, agar kamu bisa segera pindah. Tapi dengan satu syarat."


"Syarat apa itu, aku pasti sanggup kok."


"Kamu tetap setia, menjaga dirimu hanya untukku, dan jangan pernah sekali kali memasukkan laki laki lain dirumah itu."


"Kalau cuma itu sih, gampang. Kan aku harus menjaga harga diri suami aku, percayalah aku juga sangat mencintaimu Mas." balas Piana manja, namun sebenarnya dirinya sangat muak harus pura pura cinta dan sayang sama laki laki yang menurutnya pantas menjadi bapaknya. "Bukan cuma itu saja, kamu juga harus selalu memberi servis yang memuaskan untukku tiap kali aku mau, seperti hari ini." sambung Rudi tegas dan kembali merengkuh Piana dalam dekapannya. "Oke, siapa takut." balas Piana senang, karena sebentar lagi keinginannya untuk memiliki rumah mewah dekat dengan Rihana terwujud.


POV Melati


Apakah benar dengan apa yang disampaikan orang orang tentang mas Rudi, dia sudah menikah siri dengan perempuan lacur. Awas saja kamu, Mas. Aku tak akan tinggal diam kamu menghianatiku. Memang selama ini aku membebaskan mu bersenang senang diluar sana tapi tidak untuk menikahi perempuan murahan itu. Kamu sudah membuatku kecewa, setelah hari ini aku akan menghentikan semua uang yang masuk ke rekening kamu dari semua usahaku, bisa apa kamu tanpa uangku, gajimu tidak akan cukup untuk memenuhi gaya hidupmu yang tinggi.


Dengan tergesa Melati menuju salah satu rumah makan miliknya, meminta salah satu orang kepercayaannya untuk mengawasi Rudi, dan memberi instruksi pada semua karyawan agar tidak mengijinkan Rudi masuk ke kasir untuk mengambil uang sepeserpun. Dan itu dilakukan tidak hanya di rumah makan saja , tapi juga di butik, dan toko bangunan. Semua aturan dia rubah, tidak ada yang boleh mengambil uang selain tanpa ijinnya dulu, sekalipun dia suaminya. Melati ingin menutup akses Rudi, sudah cukup Rudi berfoya foya menggunakan hartanya. Semua kini kembali berada dalam kendalinya, dan juga meminta anak anaknya untuk membantu, agar jika Rudi macam macam, Melati tidak sendiri, ada anak anaknya yang siap melindunginya.

__ADS_1


Setelah melakukan apa yang seharusnya dilakukan, Melati duduk termenung di ruang kerjanya di salah satu toko bangunan yang cukup besar di pusat kota. "Kamu tidak akan bisa terus seenaknya Mas, aku sudah memberimu kebebasan tapi justru kamu semakin bertingkah. Jangan pikir istrimu ini akan diam terus, aku tidak selemah itu." Melati bergumam dengan rasa sakit yang kembali mengoyak hatinya. Meskipun usia tak lagi muda, tapi Melati tak Sudi berbagi, apalagi jika harus berbagi dengan ****** murahan.


"Ma, you oke?" tiba tiba Ayu, anak perempuannya datang dan langsung masuk menemui mamanya yang terlihat sedang tak baik baik saja. Ayu sudah menikah dan memiliki satu anak balita berusia empat tahun, Ayu diberi kepercayaan oleh Melati untuk mengelola salah satu butiknya agar Ayu mandiri, tidak mengandalkan gaji suaminya saja.


"Entahlah, mama kesal dengan papamu. Apa kamu sudah mencari tau siapa perempuan yang jadi simpanan papa kamu?" Melati memasang wajah datar, tak ingin memperlihatkan kesedihan pada anaknya, berusaha tegar dan kuat agar tak terlihat lemah oleh siapapun.


"Sudah, Ma. Wanita itu tinggal di apartemen gak jauh dari kantornya papa, hidupnya sangat terjamin karena papa sangat memanjakan wanita itu, dia masih muda bahkan umurnya masih dibawahnya aku, pernah dipenjara karena kasus dengan mantan suaminya. Wanita itu sangat licik dan mungkin papa hanya dimanfaatkan saja sama dia, dia cuma mau uang papa saja untuk memenuhi gaya hidupnya." Ayu mengutarakan semua apa yang diketahuinya tentang Piana, tanpa ada sedikitpun yang dia tutupi.


"Baiklah, kita lihat. Apa dia akan tetap bertahan dengan papamu setelah mama mencabut akses keuangan ke rekening papa. Mama gak rela, jika uang mama di buat memanjakan perempuan itu. Mama sudah mengambil alih keuangan di semua usaha kita."


"Bagus, Ma. Kita harus segera bertindak sebelum perempuan itu merongrong papa lebih jauh lagi."


Melati dan ayu saling bertatapan dengan wajah datar, kedua wanita yang memiliki sikap tegas itu benar benar sudah dibuat geram dengan sikap Rudi yang sudah dengan berani menikahi wanita seperti Piana.

__ADS_1


__ADS_2