Tekanan Dari Mantan Suami

Tekanan Dari Mantan Suami
kembali datang dan menuduh tanpa bukti


__ADS_3

Habis sholat subuh, Hana memasak untuk sarapannya dengan Alma, biasanya Hana bikin nasi goreng, tapi pagi ini Hana bikin sup ikan kesukaan putrinya.


Alma keluar dari kamar mandi, langsung menghampiri bunda nya di dapur, jarak kamar mandi sama dapur hanya beberapa langkah saja.


Aroma wangi masakan bundanya membuat perut Alma meronta-ronta untuk segera di isi.


"Wah harum sekali bund, bunda bikin sup ikan yaa?


Nanti Alma bawa bekal juga ya bund untuk makan siang di sekolah, karena hari ini Alma ada les tambahan, jadi pulangnya agak sorean, jam tiga an gitu."


"Les?


bukan hari Kamis yaa mbk Alma ada les tambahan?"


"Iya bund, kemarin Bu indah sudah mengumumkan kalau lesnya diganti hari ini, karena hari Kamis, Bu indah ada keperluan, gitu bund."


"Owh, yasudah bunda siapin bekalnya yaa kalau gitu, sekarang mbk Alma ganti baju gih, pake seragamnya, habis itu baru sarapan ya sayang, biar bunda siapin dulu."


"Oke bunda,."


sambil mencium pipi bundanya, Alma berlari kecil masuk ke kamar untuk ganti seragam sekolah.

__ADS_1


Cukup tujuh menit Alma sudah siap dengan seragam sekolahnya, sambil membawa tas sekolahnya Ama berjalan keluar kamar dan meletakkan tas sekolahnya di kursi ruang tengah, tempat menonton televisi.


Alma dengan semangat berjalan ke meja makan untuk segera sarapan, dia sudah tidak sabar untuk segera melahap sup ikan kesukaannya, sup ikan buatan bundanya memang tidak ada yang menandingi kelezatannya, hatinya berbicara begitu.


"Wah sedap sekali bund, apa lagi dikasih bawang goreng yang banyak, makin lezat,yummmiii pokoknya."


tangannya memberikan dua jempol untuk sang bunda sambil melahap nasi yang sudah dituang dengan SOP ikan.


"Kalau makan, di biasakan diam ya sayang, dinikmati biar berasa syukurnya, karena Alloh masih mencukupi Rizky untuk kita, gak boleh banyak bicara saat sedang makan."


dielusnya punggung tangan sang putri dengan penuh kasih sayang, dan Alma pun mengangguk tanda dia paham dengan wejangan bundanya.


"Iyaa bund, maafin Alma Yaaa."


Bunda sudah siapin bekalnya, sudah bunda masukin tas yaa."


"Bund, Alma berangkat ke sekolah yaa, nanti bunda pulang jam berapa?"


"Nanti pulang sekolah Alma langsung pulang, bunda pulang seperti biasa, mungkin agak sorean, karena bunda akan ada pertemuan ke kantor cabang di malang.


Nanti mbak Alma ditemani sama budhe Yuli yaa, sampai bunda pulang."

__ADS_1


"Iya bund,."


sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dan tak lupa mencium punggung tangan bundanya dengan takzim.


"Assalamualaikum..." pamit Alma riang.


"Waalaikumsallm....hati hati ya sayang."


Saat mau melangkahkan kaki untuk masuk kembali ke dalam rumah, dari kejauhan Hana melihat Piana turun dari mobil yang diparkir tak jauh dari halaman rumahnya.


'mau apa wanita itu datang lagi?


apakah masih belum puas dia mengusikku selama ini, sepertinya aku harus memberinya pelajaran, agar dia paham ranah nya dan tidak terus terusan mengganggu ketenangan ku.


Rihana menatap tajam ke arah Piana.


perempuan yang sudah menjadi duri dalam rumah tangganya, dan sepertinya dia tidak ada puasnya terus merecoki kehidupan Rihana, entah apa yang ada dipikiran wanita seperti Piana, sudah jadi pelakor tapi selalu merasa terzalimi dengan ambisi nya sendiri.


awas saja kalau dia berani bikin keributan lagi, karena aku tidak akan segan segan untuk mengusirnya.


"Mbak, dimana kamu sembunyikan suamiku?"

__ADS_1


#jangan mudah berburuk sangka terhadap orang lain tanpa disertai bukti yang jelas,karena itu bisa berbalik mempermalukan dirimu sendiri


__ADS_2