
Alim mengerang frustasi, menyesali perbuatannya dulu, yang kerap kali tidak pernah menghargai dan memperlakukan Rihana dengan baik, Alim selalu merasa perbuatannya benar dan salah terlalu percaya diri kalau Rihana tidak bakalan berani memutuskan untuk berpisah, namun Alim salah, Rihana yang di anggapnya lemah, Rihana yang di pandangnya tak berguna, ternyata berani mengambil keputusan untuk pergi dari kehidupannya, tanpa menuntut sepeserpun harta Gono gini darinya, wanita lembut yang tangguh, yang selalu tegar dalam setiap kondisi, dan kini Alim harus meratapi kebodohannya yang membuang permata hanya demi memungut batu kali seperti Piana, wanita yang hanya bisa menghamburkan uangnya dan bahkan sudah berani selingkuh dengan pria lain di belakangnya, mungkin inilah karma balasan atas semua perbuatannya terhadap Rihana di masa lalu.
'Kali ini aku akan perjuangkan, apapun resikonya, aku akan terus berusaha untuk membuatmu kembali dalam hidupku, aku tidak perduli meskipun saat ini ada laki laki yang sudah siap untuk menjadikanmu istrinya, akan aku buktikan kalau aku lebih berhak dari dia, apapun itu aku harus bisa membuat mereka berpisah.' alim bermonolog.
Alim melangkah pergi meninggalkan halaman rumah Rihana menuju tempat kerjanya, dia harus kembali memastikan kalau usahanya akan kembali seperti sedia kala, kembali bersinar dengan penghasilan yang berlimpah, keuntungan yang berlipat lipat.
---------------
Sementara itu di sebuah tempat pusat perbelanjaan Piana sedang bergelayut manja di lengan pria tampan dan masih muda, mungkin usianya lima tahun lebih muda dari Piana, mereka berjalan menyusuri gerai pakaian brand ternama.
"Sayang coba lihat, sepertinya ini cocok untukmu."
Piana mengambil salah satu kaos berwarna merah dan di tunjukkan pada kekasih selingkuhannya.
"Boleh sih, asal kamu yang beliin, apapun pasti aku suka."
laki laki itu menimpali dengan mengerling kan sebelah matanya.
__ADS_1
"Ya udah kita ambil, dan kamu pilih aja mana yang kamu suka, nanti aku yang bayar." balas Piana jumawa.
"Waah beneran?
Kalau gitu, aku ingin beli kemeja dan sepatu, biar nanti kalau ke kantor, aku makin kelihatan lebih keren." sambut laki laki itu antusias, siapapun pasti akan senang jika ditraktir belanja.
"Isshhh, awas aja yaa kalau kamu sampai genit dan di gangguin sama cewek cewek, aku nggak suka."
piana mengerucutkan bibirnya manja.
"Yaa jelas nggak lah sayang, aku kan sudah punya kamu, sudah cantik, seksi, banyak duit lagi, kamu itu sempurna banget tau buat aku."
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan dan mengarahkan kamera dan mengambil gambar gambar kemesraan mereka berdua, lalu mengirimkannya ke nomer milik Alim.
"Ternyata begini kelakuanmu di belakang adikku, kamu bersenang senang dan bermesraan dengan laki laki lain, sedangkan adikku bekerja keras untuk memberimu kemewahan, namun kamu menghamburkannya dengan laki laki selingkuhanmu, Alim harus tau tau kelakuan istrinya.' Rokayah bergumam sambil terus menajamkan pandangan pada pasangan selingkuh yang berada tak jauh dari tempatnya berada.
Ting Ting Ting, ponsel Alim bergetar, bunyi pesan masuk secara beruntun, ada beberapa foto terkirim di ponselnya dari nomer kakak perempuannya.
__ADS_1
"Mbak kayah?
mengirim foto apa kok banyak bener?"
Alim bertanya tanya dalam hatinya, lalu di bukanya aplikasi berlogo hijau, dan terpampang jelas foto foto wanita yang sudah tidak asing baginya bersama laki laki yang belum pernah dia kenal sedang bermesraan di pusat perbelanjaan, tangan Alim mengepal, sumpah serapah dia lontarkan, kebencian dan amarah kini membuatnya semakin tak terkendali oleh emosi, Alim langsung memencet nomer kakaknya dan menanyakan dimana kakaknya peroleh foto foto itu.
"Asalamualaikum"
"Waalaikumsallm..iya Lim, kamu harus tenang dan harus tegas dengan istrimu, sekarang mbak masih mengawasi Piana dan laki laki itu, mbak tunggu kamu kesini sekarang yaa, di XXX."
"Iya mbak, mbak kayah awasi terus mereka sampai aku datang, akan kubuat perhitungan dengan manusia manusia tak tau malu itu."
Alim mematikan telepon dan bergegas menuju tempat yang sudah di berikan kakaknya dengan dada yang bergemuruh, hatinya makin sesak, penyesalannya semakin dalam, wanita yang dia perjuangkan, wanita yang lebih di pilihnya ternyata tak lebih dari wanita murahan.
Hanya butuh dua puluh menit Alim sampai, dimana istrinya sedang bersenang senang dengan pria lain dan tentunya dengan uang darinya.
Aaaaarrrgh alim memukul setir mobilnya sampai tangannya terasa nyeri.
__ADS_1
'sialan aku tak akan membiarkan kalian membodohiku, memanfaatkan uangku untuk kesenangan kalian, kurang ajar, akan kubuat perhitungan dan kalian harus membayar mahal untuk ini, kalian sudah berani mempermainkanku, akan ku tunjukkan bagaimana aku membalas perbuatan bejat kalian.' Alim menyeringai jahat dan keluar dari mobilnya menuju tempat di mana kakaknya sudah menunggu.
Nexxt