Tekanan Dari Mantan Suami

Tekanan Dari Mantan Suami
23


__ADS_3

Setelah puas meratapi nasibnya, setelah puas melampiaskan semua rasa sesak di dadanya, Alim kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, rumah kakaknya yang saat ini jadi tujuannya pulang, Alim sengaja menghindari ketemu Piana, karena dirinya masih dikuasai amarah, masih belum bisa berpikir jernih, Alim nggak mau nanti justru tidak bisa mengendalikan emosinya, dan itu bisa jadi masalah baru bagi dirinya nanti, dan lebih baik saat ini dia menenangkan diri di rumah kakaknya untuk sementara waktu, sambil memikirkan langkah apa yang akan dia ambil untuk penghianatan istrinya.


 


Sementara itu dilain tempat, Rihana sedang mondar mandir di ruangannya, pikirannya tak lagi bisa fokus dengan pekerjaan kantornya, hatinya sedang kalut oleh keinginan Dimas untuk segera menghalalkannya.


tadi sewaktu di perjalanan menuju kantor, Dimas meminta Rihana memberi jawaban hari ini juga, lebih tepatnya nanti sore selepas Jam kantor berakhir, Dimas ingin membawa Rihana bertemu kedua orang tuanya, dan membicarakan perihal niatnya untuk memperistri Rihana.


Dimas merasa tidak tenang dan sangat hawatir dengan keselamatan Rihana dari kenekatan mantan suaminya, karena laki laki seperti Alim bisa saja melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau, dan untuk itu Dimas harus segera menghalalkan Rihana menjadi istrinya, agar membuatnya lebih leluasa dalam melindungi wanita yang sangat dia cintai selama ini.


Rihana, merasa gundah dan takut kalau nanti orang tua Dimas tidak merestui dan bahkan tidak bisa menerimanya lantaran status yang dia sandang saat ini, disudut hatinya yang terdalam, Rihana senang dengan keinginan Dimas, karena memang ada benih benih cinta yang tersimpan untuk Dimas di hatinya, namun disisi lain, Rihana ragu dan merasa tak pantas untuk menjadi pendamping laki laki yang mendekati sempurna seperti Dimas, selain memilki wajah tampan, Dimas juga memilki harta yang melimpah, keluarganya bukan orang sembarangan.


Disela kekacuan dirinya memikirkan jawaban apa yang akan diberikan pada Dimas, tiba tiba pintu ruangannya dibuka oleh sosok laki laki tampan yang kini sedang memenuhi pikirannya.


"Pak Dimas,"


Rihana berucap lirih mirip dengan gumaman, dia semakin salah tingkah dengan kedatangan Dimas.


"Kenapa denganmu?

__ADS_1


jangan tegang begitu, percayalah semua pasti baik baik saja, saya yakinkan insya Alloh orang tuaku pasti akan menerimamu dengan tangan terbuka, mereka sudah lama mengenalmu dari cerita ceritaku tentangmu, dan mungkin kamu tak percaya jika isi dalam kamarku banyak terdapat foto wajahmu, dan semua itu masih tertata rapi disana, jadi mama atau pun papa sudah mengenalmu jauh sebelum kamu mengenalnya." tanpa diminta Dimas menjelaskan secara gamblang pada Rihana.


Rihana terbelalak tak percaya dengan penuturan Dimas, sebucin itukah laki laki ini padanya.


"Ya Tuhan, jadi selama ini kamu sering mengambil fotoku diam diam, tanpa sepengetahuan dariku?


Itu namanya mencuri loh dan aku bisa menuntutmu."


Rihana melotot dan mencebikkan bibirnya ke arah Dimas.


Dimas hanya ketawa gemas melihat ekspresi Rihana yang nampak terlihat lucu menurutnya.


Dimas menggantung ucapannya sambil mengerlingkan sebelah matanya pada Rihana.


"Apa'an sih, jangan macam macam Yaaa, awas aja kalau sampai berani menyentuhku.'" balas Rihana judes.


Dimas makin tertawa dengan ke jutekkan wanita idamannya.


"Iya, iyaaa.

__ADS_1


yasudah kamu kerja dulu yang bener, jangan terlalu dipikirin gimana nanti, cukup jawab iya aja dan nurut, saya akan buktikan kalau saya sungguh sungguh ingin memperjuangkanmu untuk menemani hidupku, percayalah Rihana, aku sudah cukup lama menanti moments seperti ini.


Sudah yaa jangan di pikirin, sudah lanjutin kerjaannya, jangan sampai saya pecat, karena kamu kerjanya nggak bener."


Dimas tersenyum dan mengerling nakal lalu memutar langkahnya untuk kembali ke ruangannya, rasanya senang sekali bisa menggoda wanita yang ia cintai.


'Semoga, kamu juga merasakan apa yang aku rasakan dan menerima niatku untuk menikahimu secepatnya, aku janji akan membahagiakanmu dengan Alma dan selalu menjadi pelindung untuk kalian, aku yakin bahagiaku ada pada dirimu Hana, meskipun statusmu tak lagi gadis, itu tidak akan mengurangi sedikitpun rasa cintaku padamu, dan aku akan berusaha dan belajar untuk menerima kekuranganmu dan masa lalumu dengan sepenuh hatiku, itulah kenapa aku selalu berusaha mendekatkan diri pada Alma, agar dia juga bisa menerimaku sebagai ayahnya, aku janji akan menyayangi kalian."


Dimas berbicara dalam hati.


------------


Alim merebahkan tubuhnya di salah satu kamar tamu dirumah kakaknya, dia merasa sangat lelah, pikirannya kacau dan batinnya meraung penuh dengan penyesalan dan rasa benci, hingga akhirnya dia tertidur dalam lelahnya hati.


Rokayah, memandangi adiknya yang tertidur dari balik pintu, dia juga merasakan sakit yang sama seperti adiknya, kakak mana yang tega melihat adiknya menderita batin seperti itu, tak terasa buliran buliran bening berjatuhan membasahi wajahnya.


'Semoga setelah ini, kamu bisa mengambil hikmah dari apa yang sudah kamu alami dan bisa merubah sikapmu menjadi lebih baik lagi, mbak tau, kamu masih punya hati yang baik,berubahlah sebelum terlambat, karena penyesalanmu akan semakin menyiksamu jika kamu tak merubah cara pandangmu.'


Rokayah bicara sendiri sambil menatap adiknya yang tertidur akibat lelah menangis meratapi dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2