Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
12


__ADS_3

Pria mata biru itu pun melesat pergi dari hadapan Rani.


Rani hanya mengelus dadanya karena kaget dengan kepergian Ericsson yang secara tiba tiba.


" Siapa Ericsson dan dari mana asalnya, " Rani bertanya tanya dalam hati karena kaget dengan muncul dan perginya Ericsson pria bermata biru dan berambut gondrong itu.


" Ah mending pulang rumah aja " gumam Rani dalam hati.


Ketika hendak berbalik dan melangkah tiba tiba pergelangan tangan Rani di pegang oleh seseorang.


" Ayo pulang Dek, " ucap Andre yang sudah berdiri di hadapan Rani.


" Abang....? bikin kaget Rani saja, Rani takut Abang " ucap Rani sambil tersenyum kecut.


" Apa benar kamu Abang aku ? " tanya Rani sambil membelalakkan matanya tak percaya.


" Abang ngapain disini " tanya Rani berusaha mengetahui apa yang di perbuat Abang nya itu.


" Ayo pulang nanti Abang jelaskan " ucap Andre langsung menggenggam erat tangan Rani dan membawanya berkelebat dengan cepatnya.


" Sejak kapan Abang bisa seperti ini " tanya Rani lagi.


" Mobil Abang mana kok gak kelihatan sih " ucap Rani lagi.


" Adek bisa diam gak sih, " tanya Andre agak ketus dan berusaha tidak menyakiti hati adik perempuan manjanya itu.


" Siap Abang, Rani akan diam dan mengikuti semua mau nya Abang tetapi itu semua tidak gratis Bang, Abang harus membayar Rani " ucap Rani lagi.


" Kok ngomong nya makin panjang saja Dek, kan Abang udah bilang tadi gak boleh banyak ngomong " ujar Andre lagi.


Ketika mereka keluar dari Mall itu dan menuju tempat parkir tiba tiba seorang pria dan dua wanita muncul tepat 5 kaki di hadapan Rani dan Andre.


" Akhirnya ketemu juga, " ucap wanita berambut pirang dan keriwil keriwil itu.

__ADS_1


" Mau apa kalian ? " tanya Andre sambil terus menggendong adeknya.


" Mau membekuk kamu lah, pura pura gak tahu " ucap perempuan berjubah hitam dan dandanan nya sangat nyentrik itu.


" Siapa kalian ? " tanya Andre lagi karena benar benar Andre tidak tahu siapa mereka.


" Siapa kami tidak perlu kalian tahu, sekarang bersiap siaplah untuk masuk ke dalam perangkap kami " ucap pria berbadan kurus kering yang sedari tadi hanya diam di belakang wanita wanita itu.


Tanpa banyak komentar langsung Andre membuang serbuk yang sudah dia siapkan dari tadi ke arah orang orang itu dan membawa Rani lari dari situ dengan menggunakan kekuatan super yang di milikinya.


Mobil yang mereka tumpangi seakan terbang di atas awan dan dalam sekejap sudah terparkir indah di dalam garasi mobil di rumah mereka.


" Abang, apa yang barusan Rani lihat apa itu nyata atau hanya mimpi ? " tanya Rani pada Abangnya.


" Itu hanya sebuah mimpi saja, lagian dari tadi kan adek tidur bahkan adek sampai ngorok juga, Abang gak tega bangunin adek " ujar Andre sambil membuka pintu mobil dan menggendong Rani keluar dari mobil.


" Abang mau tipu siapa sih aku bukan anak kecil lagi, aku sudah dewasa dan saatnya aku harus tahu apa yang di lakukan oleh orang dewasa " gumam Rani dalam hati.


" Ayo Dek, " ucap Andre menarik tangan Rani dan berjalan menuju ke dalam rumah.


** Flashback back On **


Tiba tiba Mama Elaine merasakan ada sebuah kekuatan yang mengintai anak anaknya, Mama Elaine melihat cahaya merah di langit seperti sangat cepat menuju ke arah suatu tempat.


" Apa yang terjadi pada anak anakku, kenapa secepat ini Rani akan mengetahui asal usulnya ? " gumam Mama Elaine sambil mencoba menghubungkan perasaannya dengan Putra sulungnya Andre.


" Kenapa tidak bisa terhubung " gumam Mama Elaine gugup.


" Ya Tuhan lindungilah anak anakku di mana pun mereka berada " bathin Mama Elaine.


Saat itu Andre merasakan getaran di telinganya, itu tandanya kalau Mama Elaine ibunya itu sangat khawatir dengan mereka anak anaknya.


Andre langsung mencari titik keberadaan Rani dan dalam sekejap langsung menghilang ke tempat di mana Rani berada, dan untungnya saja Rani belum di apa apakan oleh orang orang dari aliran hitam itu.

__ADS_1


" Syukurlah adikku belum di ketahui oleh orang orang itu " gumam Andre langsung memberi perisai pelindung diri pada Rani yang takkan bisa di tembus oleh kekuatan mana pun.


** Flashback off **


" Mama ! " panggil Rani dengan perlahan tetapi bisa di dengar oleh Mama Elaine.


" Iya sayang, kenapa sudah larut baru pulang nak, kamu tahu gak kalau Mama sangat khawatir ketika kamu berada di luar sana " ucap Mama Elaine gugup menahan rasa yang ada di dalam hatinya.


Hampir saja Mama Elaine keceplosan membicarakan hal aneh yang di rasanya tadi.


" Mama tenang aja deh, Rani kan sudah besar lagi pula Rani juga sudah bisa menjaga diri sendiri " ucap Rani sambil mengecup pipi Mama Elaine.


" Rani mandi dulu ya Mam, bau asem dan keringat " ucap Rani sambil berjalan menjauhi Mama Elaine


" Andre, maafkan Mama yang telah memblokir jalan pikiran adikmu itu, Mama lakukan ini semua agar keunikan adik perempuan mu itu tidak sampai di ketahui oleh orang orang aliran hitam " ucap Mama Elaine perlahan.


" Mama, kalau menurut Andre sebaiknya kita mengatakan semuanya pada Rani biar dia lebih berhati hati Mama " ucap Andre mengingatkan Ibunya untuk menceritakan semua rahasia keluarga mereka pada Rani adik bungsu Andre.


" Tidak perlu mengajariku nak, aku tahu ini belum saat nya, tenangkan pikiranmu dan jangan sampai membuat ulah yang bisa merusak semua sistem informasi kita " ucap Mama Elaine sedikit tegas.


" Kamu harus tahu nak, dunia sekarang sudah berubah segala sesuatu yang ada di lingkungan sekitar kita ini semuanya bertelinga, tolong kamu mengerti itu nak " ucap Mama Elaine lagi.


" Baiklah Mama aku mengerti dan untuk sementara aku akan menjaga ekstra adik bungsuku yang merupakan aset berharga dari keturunan keluarga kita Mam " ucap Andre meyakinkan Ibunya.


" Andai Papa kalian masih ada mungkin kita tidak hidup dalam bayang bayang ketakutan seperti ini " ucap Mama Elaine lagi.


" Ayo Mama kita makan dulu Andre sudah sangat lapar " ucap Andre sambil tersenyum dan melangkah mendekati Mama nya dan menggenggam tangan wanita setengah abad lebih itu.


" Mama jangan khawatir, walaupun Papa tak ada bersama kita tetapi aku sebagai anak tertua keluarga kita akan selalu melindungi Mama dan adik adikku, yakinlah bahwa Tuhan selalu melindungi kita dari hal hal jahat " ucap Andre menguatkan hati ibunya.


" Makasih ya nak, kamu selalu peka terhadap kehidupan keluarga kita " ucap Mama Elaine sambil mencoba tersenyum walau rasanya sangat pahit.


Tiba tiba dari arah ruang tengah muncul Rani yang sudah selesai mandi dan menuju ke arah Mama Elaine dan Andre.

__ADS_1


" Ayo Abang sama Mama kita makan dulu Rani udah lapar nih " ujar Rani sambil menarik tangan Andre dan Mama Elaine.


** Segini dulu ya Readers maaf bila masih banyak typo, dan tolong kritik dan saran yang membangun agar author bisa memperbaiki kesalahan dalam penulisan novel ini terima kasih 🙏🥰


__ADS_2