
"Aku tak menyangka bahwa kita akan mendapatkan penglihatan seperti ini, tapi aku ingin bertanya padamu Rani,kedua warna yang selalu menjagamu saat kamu tidur apa itu?Boleh aku tahu?"Tanya Gerhana penasaran.
"Oo,itu adalah warna dari jelmaan Burung Phoenix warna biru dan putih, mereka adalah orang orang yang menjagaku agar aku selalu terlindungi...!!"Jawab Rani sambil tersenyum.
Mereka berdua di terima dengan baik di perkebunan yang hanya boleh di masuki oleh orang orang tertentu saja.
"Rani...aku minta maaf ya kalau aku pernah berlaku kasar padamu dan selalu menganggap kamu adalah musuh terbesarku."Jujur Gerhana pada Rani.
"Ada pepatah yang mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang...!!"Jawab Rani enteng.
"Terima kasih atas pengertian dari mu Rani,aku menyayangimu...!!"Jawaban Gerhana membuat senyum di bibir Rani.
"Saat balik nanti apakah kamu ingin kita segera menikah Ran??"Tanya Gerhana yang sudah tak sabar ingin menyunting gadis di hadapannya menjadi permaisuri hatinya.
"Kan aku masih kuliah Ger,kamu juga kan??"Jawab Rani menolak dengan alasan yang tepat.
"Iya aku mengerti aku akan menunggu sampai saat bahagia itu tiba, kita akan menikah dan punya anak anak yang lucu lucu dan banyak,dan semua anak anak kita masing masing akan memiliki kekuatan tersendiri,dan mereka akan menjadi anak anak yang sangat tampan dan cantik serta menjadi anak anak yang berbakti pada Tuhan dan orang tuanya."Ucap Gerhana lagi.
"Terima kasih calon suamiku...!!"Jawab Rani sambil menggulung gulung rambutnya yang panjang tergerai di depannya.
"Yuk kita bertemu dengan semua penghuni perkebunan ini dulu sebelum kita melanjutkan perjalanan kita ke hutan Amazon...!!"Ajak Rani pada Gerhana.
"Tapi sebelum kita berangkat sebaiknya kamu pertemukan dulu ibumu dan bidadari bidadari itu Rani...??''Gerhana mengingatkan Rani.
"O iya hampir lupa...''Jawab Rani sambil menutup rapat kedua matanya dan mulai menghubungkan pikirannya dan pikiran ibunya.
"Ma,kemari sebentar ma,ada yang harus mama selesaikan disini...''Ajak Rani pada Mama Elaine.
"Ada apa Nak?"Tanya mama Elaine pada Rani.
"Ada yang ingin bertemu dengan Mama dan mereka benar benar sangat merindukan keberadaan Mama...!?"Jawab Rani lagi.
"Baiklah Mama segera ke situ ya?"Ucap mama Elaine sambil tersenyum dan memutuskan tali pikiran antara dirinya dan anak bungsunya itu.
__ADS_1
"Maharani... Apakah benar itu nama kamu Nak?"Tanya Bidadari Eloisa pada Rani.
"Iya benar seperti yang anda katakan...!!" Jawab Rani sambil tersenyum.
"Baiklah Rani apa yang ibumu katakan?"Tanya Eloisa sambil duduk di samping Rani dan merapikan rambut Rani yang tergerai di depan mata Rani.
"Ibu akan segera kesini...!!"Jawab Rani polos.
Dia tak tahu kalau bidadari bidadari itu ingin membawa Mama Elaine kembali ke langit ke tujuh.
"Tiba tiba sinyal biru semakin membesar dan merata di sekitar mereka berdiri itu dan tiba tiba muncullah seorang wanita cantik dengan senyuman yang paling manis.
Dialah Mama Elaine, Mama bidadarinya Rani wanita anggun berpakaian serba putih dan sangat cantik itu.
"Anakku...ada apa memanggil Mama?Ada hal yang penting kah?"Tanya Mama Elaine pada Rani sambil tersenyum.
"Elaine...!!"Panggil Eloisa dan Luisa bersamaan.
"Jadi... bidadari langit ketujuh ini ibu kamu Rani?"Tanya Gerhana sambil menutup mulutnya.
"Berarti aku gak salah dong memilih kamu menjadi pendamping hidup aku...!!"Jawab Gerhana sambil nyengir kuda 🐎.
"Kamu bisa aja Ger,kamu harus melewati beberapa tantangan sebelum kamu di terima masuk ke dalam rumpun keluarga aku Ger...apa kamu bersedia?"Tanya Rani.
"Apapun itu aku bersedia...!!"Jawab Gerhana tegas.
"Ah,yang benar aja Ger?!"Tanya Rani lagi.
"Iya benar, kamu mau menguji kesabaran aku Rani?"Tanya Gerhana sambil menjewer lembut telinga Rani.
"Eh,jangan seperti itu...!!"Ucap Rani sambil menjauh dari Gerhana.
Gerhana merasakan kalau ia sedang sangat bahagia ketika menyentuh telinga Rani,ia merasa Kembali ke masa kecilnya, ke masa saat ia baru dilahirkan oleh ibunya.
__ADS_1
"Rani apa aku boleh memegang telingamu lagi?"pinta Gerhana pada Rani.
"Memangnya mau apa kamu ingin memegang lagi telingaku?"Tanya Rani heran.
"Aku seperti melihat masa laluku, masa di mana ibuku melahirkan aku Rani,please apakah boleh aku menyentuh telingamu lagi?"Tanya Gerhana memelas.
"Nanti aja ya sekarang kita bertemu ibuku dan saudara saudaranya dulu...!!"Ucap Rani sambil berlalu dari hadapan Gerhana menuju ke sebuah taman yang indah di mana semua bidadari berkumpul.
"Aku ikut...!!"Teriak Gerhana sambil mengikuti Rani menuju ke taman yang sangat indah itu.
Di taman itu terdapat berbagai macam bunga dan juga berbagai macam pohon pohon yang berbuah, dan buah buah itu terlihat sudah matang semuanya dan sangat segar, pohon pohon itu berbuah sangat lebat dan ranum.
Betapa takjubnya Rani saat melihat keajaiban yang di sajikan di hadapannya itu.
**
"Rani..!! Kemarilah Nak,"Panggil Mama Elaine sambil membuka lebar lebar kedua tangannya itu dan membiarkan gadis itu masuk ke dalam pelukannya.
"Sayang terima kasih ya, akhirnya Mama bisa bertemu dengan semua saudara Mama,kamu memang anak yang luar biasa..."Ucap Mama Elaine sambil tersenyum dan mengecup pucuk kepala Rani.
Lain dengan Gerhana,ketika ia mendekat ke taman itu ia kaget karena ia merasakan ingatannya kembali ke masa lalu,di mana ia melihat bayangan masa lalunya, bayangan dimana ia dilahirkan dan menangis sekuat tenaga, dan ia melihat seorang bidadari yang sangat cantik mendekap dirinya dan mengecup kepalanya sambil berkata "Cup cup sayang,tidurlah hari telah senja, ibu harus menanak nasi agar kita bisa makan bersama ayah dan kakek serta nenek kamu Nak...!!"Suara itu terngiang dalam ingatannya.
Itu suara ibuku, sangat jelas dan membuat aku semakin yakin kalau Rani adalah bagian yang hilang dari ingatan aku.
Masa laluku berhubungan erat dengan Rani,apakah aku dan Rani masih ada ikatan darah yang membuat kami tak bisa bersatu??
"Ah,aku tak ingin seperti itu karena aku yakin Rani adalah cinta sejatiku,cinta yang selama ini aku cari,cinta yang selama ini membuatku penasaran ingin segera menemukan dirinya."Ucap Gerhana pada dirinya sendiri.
Bidadari bidadari itu pun melihat seorang pria tampan berkulit putih menuju ke arah mereka berada.
"Siapa dia Rani?"Tanya Mama Elaine pada Rani.
"Dia adalah pacarku Mama...!!"Jawab Rani tersenyum.
__ADS_1
Ketik Gerhana mendekati mereka jantung Gerhana serasa mau copot ketika tatapan matanya beradu pandang dengan seorang bidadari yang tak kalah cantiknya sedang menatap ke arahnya....