Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
20


__ADS_3

Ilmu milik Rani semakin maju pesat, walaupun demikian ia tak pernah pamer kekuatan supernya itu kepada siapapun.


Suatu malam di kala bulan purnama merekah, Rani berniat menemui Pak Tua di hutan rimba di kaki gunung.


Rani mulai bersemedi agar bisa bertemu Sang Guru.


Lewat semedinya itu Rani di perbolehkan untuk mengunjungi hutan rimba yang rindang, aman, tenteram, asri dan menyejukkan hati itu.


Rani melesat dengan cepatnya menuju kaki gunung.


Sesampainya di sana, betapa kagumnya Rani karena semua penghuni hutan rimba telah berkumpul dan menunggu kedatangannya.


" Hormat padamu " Maharani Sang Putri dari peri langit ketujuh " ucap semua penghuni hutan rimba itu sambil menunduk.


" Terima kasih teman temanku sekalian, apa kabar semuanya? lama tak jumpa membuatku rindu ingin jumpa " ucap Rani pada semua penghuni hutan rimba itu.


" Puji Syukur ke Hadirat Tuhan Semesta Alam yang selalu melindungi kami semua dari marabahaya, kami semua percaya kalau suatu hari akan ada yang melindungi kami dari marabahaya " ucap si pohon enau yang dari tadi berdiri agak membungkuk.


" Pak Enau, kenapa anda hanya membungkuk apa gerangan yang membuatmu seperti itu " tanya Rani pada pohon Enau tua itu.


" Saat jalan jalan kemarin tanpa sadar aku melewati garis batas antara hutan rimba dan hutan manusia sehingga tanpa di sadari ada anak anak nakal yang melempari punggungku dengan batu akibatnya ya seperti ini sakit sekali punggungku " ucap pohon Enau sambil sbillas.


" Mendekatlah ! biar aku obati " ucap Rani penuh kasih sayang.


Si pohon Enau tua itu pun beranjak mendekati Rani, kemudian Rani menghamburkan bubuk peri berkilau pada punggung pohon Enau itu dan dalam waktu sekejap langsung si pohon Enau bisa berdiri tegak.


" Wow amazing ! Terima kasih Maharani Putri Peri langit Ketujuh " ucap Pohon Enau tua sambil tersenyum.


" Sama sama 🙏" ucap Rani sambil tersenyum tipis.


Rani Kemudian berjalan jalan di sekitar hutan itu ia menemukan banyak buah buahan yang sangat menggiurkan.

__ADS_1


" Apakah aku boleh memetik buah buahan ini ? " tanya Rani pada pohon apel di depannya.


" Aku merasa sangat bangga jika kamu peri langit ketujuh memetik buah ku ini ! " ucap pohon apel itu.


" Guru, apa benar aku peri langit ketujuh, tapi bagaimana mungkin aku peri sedangkan peri itu bersayap dan aku terlihat seperti manusia biasa " ucap Rani sambil menatap wajah Gurunya itu.


" Siapa bilang kamu tidak punya sayap, kamu saja yang belum paham, kamu harus banyak berlatih biar suatu saat kamu bisa melihat sayapmu yang indah itu " ucap Pak Tua sambil mengelus elus janggutnya.


" Benarkah aku punya sayap ? bolehkah aku melihat sayapku itu " tanya Rani penasaran.


" Jangan ! belum saatnya, tunggu sampai kamu benar benar matang dengan semua kekuatanmu baru kamu boleh pergunakan sayapmu nak " ucap Pak Tua lagi.


" Kenapa harus begitu Guru ? " tanya Rani sedikit kecewa.


" Nak, ketika kamu memakai sayapmu itu maka semua makhluk dunia hitam yang kelam bahkan raja setan sekalipun akan mengetahui bahwa titisan Peri langit Ketujuh memang masih hidup dan mereka akan melakukan perang yang sangat dahsyat, ini samua sudah ada dalam perjanjian kita jaman dulu, tolong patuh pada perintah Guru ya ? " ucap Pak Tua lagi.


" Ingatlah Nak, kepakkan sayap pertama mu akan membawa kita semua untuk berperang di alam manusia dan alam peri langit kesatu, kedua, ketiga , keempat, kelima dan keenam serta langait ketujuh, apakah dengan keadaanmu yang belum paham mengenai dunia pertarungan kamu bisa membasmi kejahatan dunia kelam ? Belum bisa nak karena ilmu kamu baru secuil di mataku " ucap Pak Tua lagi.


" Disini apakah kamu sudah mengerti ? " tanya Pak Tua itu lagi.


" Kalau begitu Rani pamit pulang dulu Guru" ucap Rani sambil memberi hormat.


Ketika Rani hendak pulang si pohon apel membawakan beberapa buah miliknya untuk Rani.


" Rani ini untukmu ! " ucap pohon apel dengan senyuman termanis.


" Terimakasih ya teman ! " ucap Rani sambil menyimpan di dalam tasnya.


" Rani ! kamu harus selalu waspada ya jangan pernah lengah sedikit pun " ucap pohon enau tua dengan tegas.


" Iya ! terima kasih atas sarannya ya,aku sangat bersyukur memiliki kalian semua " ucap Rani sambil menatap wajah pepohonan itu sambil tersenyum bangga dan bahagia.

__ADS_1


" Nak Rani, jangan lupa latihan semedi di rumah ya, teruslah berlatih Karena bakatmu sudah mulai terlihat dan aku yakin suatu saat pasti kamu akan mengembalikan ketentraman dunia panca tengah ini nak," ucap Pak Tua sambil tersenyum dan memberikan lagi tenaga dalam tingkat menengah untuk Rani.


" Guru, apakah Guru memberikan lagi tenaga dalam pada Rani ? " tanya Rani sambil menatap wajah Pak Tua itu.


" Iya Nak! " ucap Pak Tua itu sambil tersenyum.


" Guru boleh Rani tanya sesuatu ? " ucap Rani pada Pak Tua itu.


" Iya boleh, apa yang hendak di tanya? " ucap Pak Tua lagi.


" Apakah ketujuh teman Rani mengetahui kalau Rani anak peri langit ketujuh ? " tanya Rani serius pada Gurunya lagi.


" Di antara mereka ada satu orang yang tahu kalau kamu anak super dia adalah Erlyen, tetapi dia tidak tahu kalau kamu anak peri langit ketujuh karena pikiran kamu yang bisa membaca hal hal yang bakal terjadi sudah di blokir ibumu sehingga kamu tidak bisa memprediksi apapun kecuali blokir itu dibuka lagi oleh ibumu " ucap Guru Rani sambil berjalan mendekati Rani.


" Guru, apakah selain ibu adakah orang lain yang bisa membuka pikiran Rani Guru ? " tanya Rani lagi.


" Iya ada tetapi untuk apa kamu bertanya soal itu ? untuk saat ini kamu tidak boleh mencoba untuk membuka pikiranmu itu karena akan berakibat buruk bagi kaum kita Rani, orang orang aliran hitam akan membunuh kita semua " ucap Pak tua lagi.


" Kamu ingin bangsamu semua musnah ya ? " tanya Pak Tua serius.


" Maaf Guru, Rani benar benar tidak tahu maafkan Rani " ucap Rani lirih.


" Ingat baik baik ya tidak boleh mencoba untuk membuka pikiranmu kalau tidak semua Keluarga peri langit ketujuh akan musnah dan hilang semua kamu dengar itu baik baik " ucap Pak Tua sambil kembali duduk bersila.


" Baiklah Guru, saya akan mengingat semua hal ini " ucap Rani memberi hormat.


" Guru, Rani mohon undur diri dulu ya, beberapa hari lagi baru Rani akan kesini lagi " ucap Rani sambil memberi hormat dan mencium tangan Pak Tua itu dan berlalu dari hadapan Guru .


**


Rani kemudian kembali pergi ke kamarnya dan kembali terlelap karena waktu baru menunjukkan pukul 21.00.

__ADS_1


Tidak terasa akhirnya Rani tertidur dengan sangat nyenyak.


** Bersambung guys **


__ADS_2