
Jangan pernah berbohong pada kaum wanita karena naluri dan instingnya itu sangat spektakuler dan tak pernah salah...
Apa aku salah memberikan hukuman itu padamu Rani?
Gerhana bergumam sendiri sambil tersenyum.
Aku tahu aku salah membuat sebuah skenario tapi aku yakin dengan adanya skenario ini kamu semakin paham dan mengerti kalau cintaku hanya untukmu seorang dan takkan pernah tergantikan.
☆☆☆☆☆
"Hmmm..." Rasanya sangat lelah,aku sudah tidur berapa lama Kak Andrew?"Tanya Rani pada Kakaknya yang sementara bersiap siap untuk pergi bekerja.
"Kakak juga tidak tahu sejak kapan kamu pingsan dek?"Jawab Kak Andrew penuh tanda tanya karena Rani paham betul tabiat dan kelakuan kakaknya itu.
"Sepertinya ada yang sangat mencurigakan deh aku harus menyelidiki ini semua secara diam diam karena aku yakin pasti ada permainan dan persekongkolan antara kakakku dan Gerhana.
**
"Kak Andrew sepertinya Rani sudah curiga dengan masalah yang menimpa dirinya beberapa waktu lalu deh."Ucap Gerhana berbisik sehingga membuat Rani semakin curiga.
"Sssttt kita diam diam saja dan kita harus jaga rahasia ini agar Rani tak sampai tahu apa yang telah kita lakukan padanya."Jawab Kak Andrew sambil tersenyum dan berlalu dari hadapan Gerhana yang melongo dengan kepergian Kak Andrew yang terlihat sangat ingin cepat cepat pergi dari hadapannya.
"Oo,rupanya seperti itu ya kelakuan kalian berdua?Baiklah aku akan ikuti permainan yang mengasyikan ini."Ucap Rani dalam hatinya.
Ketika Rani selesai mandi dan selesai berpakaian ia dikejutkan oleh sebuah sinar biru yang menghampirinya di dalam kamarnya itu.
Cahaya itu terlihat sangat berkilau dengan perpaduan warna putih berkilau dan biru langit yang merupakan warna kesukaan dari puteri bidadari penerus langit ketujuh itu.
"Hormat padamu Tuan Puteri!"Ucap sebuah suara yang entah dari mana Rani juga belum benar benar melihatnya karena ia baru saja sadar dari pingsannya.
"Oh Tuhan ternyata kamu,kemana saja kamu?kenapa baru sekarang memunjukkan batang hidungmu?Ketika aku kesusahan kamu dimana?"Tanya Rani beruntun.
__ADS_1
"Maaf Tuan Puteri saya ada suatu misi yang harus saya selesaikan dan tidak bisa menemui Tuan Puteri."Jawab suara itu sambil perlahan namun pasti wujudnya mulai terlihat.
"Iya baiklah aku mengerti aku dan aku harap kamu bisa menyelesaikan misi itu sesuai waktu yang di tentukan."Ucap Rani sambil tersenyum.
"Tuan Puteri saya mau memberikan sebuah gelang kaki yang dititipkan oleh Raja Langit pada anda,beliau bwrpesan agar gelang itu selalu Tuan Puteri pakai karena akan ada suatu perang di langit yang akan menghancurkan beberapa keturunan yang terlihat mulai membangkang dan mau berdiri sendiri dan tidak ingin bersatu dengan kerajaan langit lagi."Cerita jelmaan burung feniks itu pada Rani.
"Apa yang kamu katakan itu benar adanya?"Tanya Rani pada Jelmaan burung Feniks yang tak lain adalah Puteri Savia dari langit ke tujuh yang merupakan orang kepercayaan Raja langit dan sudah di gariskan untuk melundungi Turunan dari Raja Langit.
Mereka asyik bercerita dan tak menyadari kalau dari tadi ada yang menguping pembicaraan mereka dan tersenyum melihat Rani yang sudah mulai tersenyum bahagia di sudut bibirnya.
"Plok...plok...plok...!!"
Suara tepuk tangan itu datang daru afah timur yang membawa hembusan angin beraroma mint yang artinya ada Gerhana di balik pintu yang ditutupi oleh awan putih itu.
"Bagus akhirnya Raniku bisa tersenyum lagi dan sangat bersemangat mendengar ocehan dari Puteri Feniks."Ucap Gerhana sambil tersenyum dan berjalan mendekati Rani kemudian dengan sebuah gerakan ia pun mengecup kening Rani dengan cepat.
"Curang kamu Ger,"ucap Rani sambil tersipu malu karena mendapatkan ciuman secara tiba tiba seperti tadi.
"Hmm tapi kan bisa kecup saat tak ada Savia Ge?"Ucap Rani sambil menutup kedua matanya dengan kedua tangannya itu.
"Itu tidak ada dalam kamusnya Gerhana Tuan Puteri Maharani!!"Jawaban Gerhana membuat wajah Rani jadi memerah.
"Tapi tetap saja kamu curang Ge?"Ucap Rani lagi sambil membuka kedua telapak tangannya yang dipakai untuk menutup matanya.
"Ya sudah aku minta maaf Tuan Puteri yang cantik jelita."Ucap Gerhana sambil berlutut di hadapan Rani.
Hal itu membuat Rani tersenyum malu dan menunduk serta memegang tangan Gerhana dan membantunya berdiri.
"Janganlah seperti itu Ge?"Ucap Rani lagi.
Tiba tiba Rani merasakan kepalanya sangat sakit dan sangat pusing entah apa yang terjadi padanya ia sungguh tak tahu dan akhirnya ia pun tumbang di hadapan Savia dan juga Gerhana.
__ADS_1
Gerhana tak tinggal diam dan langsung memeluk erat tubuh gadis pujaannya yang merupakan calon isterinya itu.
Gerhana kaget bukan main karena ia melihat seperti gambar labirin di pergelangan tangan Rani yang tiba tiba muncul dan menghilang.
"Savia tolong bawa Tuan Puteri ke ranjangnya!"Ucap Gerhana sambil membantu Savia menggendong Rani ke atas Ranjang emasnya yang sangat empuk seperti permadani hijau yang membuat mata yang memandang jadi takjub.
"Ada apa Tuan?"Tanya Savia pada Gerhana yang sempat panik tetapi ia pun mengerti kalau itu adalah jalan masuk orang orang masa depan yang pernah di lakukan oleh Erickson pada Rani beberapa waktu lalu.
Gerhana pun mencoba duduk bersila dan mencoba membantu menghilangkan labirin di pergelangan tangan gadisnya itu.
"Sayang...tahan ya akan terasa sangat sakit tapi ini adalah cara agar mereka orang orang itu tidak boleh masuk ke alam kita,mereka akan menjadi sangat buas dan serakah apabila masuk ke dalam alam kita yang indah dan asri ini."Ucap Gerhana memberi semangat pada Rani.
Ketika Gerhana mencoba untuk membantu menghilangkan labirin itu dari pergelangan tangan Rani tiba tiba muncul Kak Andrew kakak pertamanya Rani yang pernah berhasil menghapus atau menghilangkan labirin itu dan menegur Gerhana dengan suara yang sangat tegas.
"Jangan lakukan itu Ger!"Tegas Andrew sambil mencoba mendekati Gerhana dan menghentikan Gerhana.
"Tapi Kak, aku tak tega melihatnya berteriak kesakitan seperti ini Kakak?"Mohon Gerhana pada Andrew.
"Tapi itu adalah reaksi dari butiran salju yang aku pakai untuk meredam kesakitan Rani dan menghilangkan labirin itu dari pergelangan tangan Rani."Ucap Kak Andrew sambil mencengkeram kerah baju Gerhana.
"Cukup!!"Ucap Mama Elaine yang tiba tiba muncul dari arah pintu.
"Ada apa ini?"Ucap Mama Elaine sambil mencoba melepaskan cengkeraman tangan putera sulungnya pada kerah baju Gerhana.
"Lepaskan Nak,jangan pakai emosi tapi selesaikan dengan kepala dingin dan cari solusinya bukan malah jadi masalah seperti ini."Ucap Mama Elaine menengahi dan membuat suasana menjadi adem lagi.
☆☆☆☆☆
To be continued guys
Maaf baru bisa update lagi Author baru sembuh dari sakit dan baru bisa update lagi.
__ADS_1
🙏❤