Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
73


__ADS_3

Sejak kejadian itu aku pun sangat disegani oleh komplotan hantu yang mendiami kampus dimana kami menimba ilmu.


Suatu hari ketika aku dan Erlyen sedang duduk di taman depan kampus tiba tiba suara angin yang sangat kencang mendekati kami dan seperti ada yang mengendalikan angin itu.


Aku kaget bukan main dan disitulah Erlyen tahu kalau aku memiliki kekuatan yang luar biasa seperti cerita cerita legenda dan seperti di film film yang ditayangkan do televisi.


Tiba tiba saja aku langsung menghadang angin itu dan memeluk erat sahabatku itu agar ia tak tertutup oleh angin berkabut itu.


"Maafkan aku Erlyen aku akan menceritakan semua yang aku lakukan hari ink untukmu asalkan kamu gak memberitahu pada siapapun tentang apa yang kamu lihat hari ini,"Ucapku sambil memegang kepalanya mengusapnya dengan sebuah kurus yang mengakibatkan Erlyen lupa dengan kejadian yang baru saja ia alami tadi.


Ah ternyata gampang saja cara untuk membuat seseorang melupakan apa yang baru saja terjadi atau apa yang ia alami barusan.


Dengan secepatnya kami pun bangun dari tempat duduk itu menuju ke ruang kelas kami tetapi dalam perjalanan kami bertemu dengan Pak Killer yang sudah kadung jatuh hati padaku.


"Hallo cantik dari mana saja kok baru kelihatan hari ini?"Sapanya padaku dan aku pun sengaja tak mendengar sapaannya itu.


"Rani,apa aku harus berteriak agar kamu bisa menjawab sapaanku?"Ucapnya lagi sambil mendekati ke arahku dan berdiri tepat di sampingku.


"Maaf Pak Bryan,aku tak mendengar katena sedamg memakai headset."Ucapku tanpa menoleh ke sampingku.


Ia pun mendekatiku sambil menghadap ke arah lecetku yang sangat indah,jenjang dan mulus itu sambil berkata "Sungguh aroma tubuh mu sangat enak aku seperti merasakan kehidupan baru akan aku lalui bersamamu Rani."Ucapnya tanpa merasa risih dan bersalah.

__ADS_1


"Maksud Pak Bryan apa ya?"Tanyaku sambil ku dorong dadanya yang keras seperti batu itu agar menjauh dariku.


"Wangimu membuatku tak tahan untuk segera memakanmu,aku tahu kalau kamu sudah tahu siap aku ya kan Rani?"Ucap Pak Bryan alias Pak Killer sambil tersenyum smirk.


"Apapun maksud anda aku tak tahu apa tujuan anda selalu menggangguku."Jawabku dengan nada ketus dan berniat untuk pergi dari hadapannya tetapi cengkeraman itu sangat kuat membuat aku tak bisa bergerak.


"Kali ini aku takkan pernah melepaskan kamu Maharani."Ucapnya dengan kasar dan tak seperti biasanya lagi.


"Ada apa Pak Bryan?Kamu sangat kasar padaku."Ucapku sambil memegang kepalanya dan ia pun hanya menurut saja dan akhirnya ia melupakan maksud dan tujuan apa yang akan ia lakukan padaku tadi.


"Syukurlah ...!!"Ucapku dalam hati dan perlahan lahan akupun terlepas dari genggaman vampir itu.


"Maaf Maharani apa aku berbuat sebuah kesalahan padamu?"Tanyanya padaku lagi.


Aku pun bergegas masuk ke dalam kelas dan dia itu aku bertemu dengan Gerhana ya g sedang duduk sambi mendengarkan lagu dari aplikasi Resso.


"Sayang dari mana saja kamu?Tanya Gerhana melemparkan pertanyaan padaku.


"Sayang maafkan aku tadi aku tersesat,dan asal kamu tahu aja sayang orang yang membuatku tersesat dalam kegelapan itu adalah Pak Killer.Aku tak tahu apa motifnya tetapi ia sedang benar benar tidak sehat tapi ia dalam pengaruh seseorang yang berniat mencelakakan diriku sayang."Ucapku jujur pada Gerhana yang merupakan orang yang telah aku percayai.


"Kok bisa ya pria itu membuat ka.u tersesat sayang aku pastikan kepalanya akan segera aku patahkan dan aku bakar biar dia tidak berani mengganggu kekasih hatiku lagi."Ucap Gerhana sambil mengepalkan tangannya dan aku melihat bahwa ia gemetar seakan menahan emosi yang tak ada duanya.

__ADS_1


"Sayang tolong jangan perpanjang lagi masalah ini karena aku sudah membuatnya melupakan kejadian itu untuk sesaat saja karena aku lupa mantera untuk membuatnya lupa permanen."Ucapku pada Gerhana yang emosinya belum juga surut surut itu.


"Sayang kamu tahu kan kalau Gerhana paling tidak suka dengan orang yang berniat jahat pada kekasih tercintaku dan asal kamu tahu saja kalau Gerhana takkan tenang kalau belum melakukan sesuatu yang setimpal dengan apa yang orang itu lakukan pada kekasih hatiku." Jawab Gerhana lagi dengan sedikit tenang walaupun tangannya masih mengepal dan rahangnya masih terlihat tegas dan mengeras.


"Sayang aku minta maaf tapi aku sudah mencoba menghubungi kamu tadi tetapi benar benar tak ada jaringan sekalipun sayang."Ucapku lagi sengaja membuat Gerhana panas hati dan emosinya terbakar api cemburu.


"Sayang please tolong berhenti berbicara aku sudah tahu apa yang akan aku buat dan aku harap mulai sekarang walaupun jam kuliahku sudah selesai aku akan tetap menjaga kamu dan apapun caranya aku akan membalas semua kejahatannya."Ucao Gerhana lagi dan dengan sekali sentak kami berdua pun sudah hilang dari halaman kampus.


"Sayang pegang erat tanganku dan jangan pernah kamu melepaskannya."Bisikku pada telinganya sedangkan aku tak tahu kalau Gerhana paling tidak suka dibisiki apapun itu dia hanya mau aku menggunakan bahasa tubuhku karena dia kalau dibisiki nanti iblis yang pernah di masukkan ke dalam dirinya akan segera bangkit dan menyerang siapapun yang ada di hadapannya.


Rani benar benar belum mengetahui itu semua sehingga membuatnya panik dan memegang erat tangan Gerhana yang semakin mengeras dan dingin ta da bahwa ia sedang tidak baik baik saja.


"Rani tolong secepatnya kamu pergi karena sebentar lagi iblis yang ada di dalam diriku akan segera keluar dan aku tak bisa menahannya untuk menghancurkan apa yang ada di hadapanku."Ucapnya membuat aku bingung.


"Tapi ada apa denganmu sayang?"Tanyaku sambil ku usap usap kepalanya.


Aku berharap semua yang telah terjadi cepat selesai dan kita bisa segera melangsungkan pernikahan kita Rani.


"Tolong jangan membuat aku melupakan dirimu sementara ini karena aku tak ingin sedetik pun tanpa mu disisiku Maharani."Ucap Gerhana sambil meraih tubuh Rani dan memeluknya dengan erat.


Sebuah kecupan hangat mendarat tepat di kening Rani dan itu sengaja dilakukan oleh Gerhana tatkala ia melihat si killer sedang memandang mereka berdua dalam kegelapan dengab tatapan yang sangat penuh intimidasi dan seakan ia tak menyetujui apa yang ia lihat.

__ADS_1


Maharani aku akan membalasnya.....


TBC


__ADS_2