
**
"Tutup mata sayang kita akan berangkat sekarang...!!"Titah Gerhana sambil merentangkan kedua tangannya.
"Tunggu...!!"Seru Rani mengagetkan Gerhana.
"Ada apa Sayang?Kenapa kamu membatalkannya?"Tanya Gerhana pada Rani.
"Sayang, bagaimana kalau nanti malam kita terbang bareng Phoenix aku aja sayang...??"Rani menawarkan fasilitas terbang mereka.
"Kasihan Phoenix kamu nanti bisa sakit karena terkena salju dan kecapaian sayangku...!!"Ujar Gerhana tidak setuju dengan permintaan Rani.
"Lantas kita pakai apa kesana?"Tanya Rani lagi sambil memanyunkan bibirnya.
"Percayalah pada suamimu ini,"Titah Gerhana lagi.
"Baiklah kalau begitu apa sekarang kita langsung berangkat saja?"Rani bertanya lagi pada Gerhana.
"Rani,Benua Amerika adalah benua dimana semua jenis vampir berkumpul aku harap kamu tidak terkecoh oleh hal hal yang akan membawamu ke dalam masalah ya aku harap kamu tetap bersamaku dan jangan pernah tinggalkan aku oleh karena ajakan vampir vampir yang berhati baik ya Ran, karena semua itu hanyalah modus agar mereka bisa meminum darah kamu bidadari surgaku...!!"Ucap Gerhana sambil mengecup kening Rani dengan sangat lembutnya.
"Tenang aja Ger,aku akan selalu disampingmu dan selalu bersamamu kemanapun kamu melangkah."Jawab Rani sambil tersenyum.
"Ayo berangkat sayangku...!!"Gerhana memegang tangan Rani dan memeluknya dengan sangat erat kemudian membacakan beberapa mantra dan akhirnya Rani seperti tertidur tetapi Rani tidak tidur dia hanya pura pura tidur agar disangka tidur.
Rani melihat semua kejadian yang mereka lewati berdua dalam keadaan berpelukan.
Beberapa menit kemudian Gerhana memejamkan matanya dan melihat ke udara kalau di atas langit sudah terbentuk sebuah jantung berwarna merah biru sesuai warna kesukaan Rani dan dirinya.
Mereka menyambut kami dengan sangat baik ,semoga saja selanjutnya semakin baik juga dan mereka penguasa alam Benua Amerika tidak menjahati kami berdua.
Setelah berharap ia pun memegang kening Rani dan meminta Rani untuk membuka matanya.
"Sayangku ayo bangun kita sudah sampai,"ucap Gerhana sambil tersenyum.
__ADS_1
"What..??? Kita sudah sampai wow ini suatu keberuntungan yang akan selalu ku kenang...!!"ucap Rani sambil berputar dan merentangkan kedua tangannya.
Aku melihat wajah Gerhana yang sangat gemerlap dan ia sangat bahagia, semua itu terpancar dari ekspresi wajahnya yang berkilau seperti berlian terkena cahaya bulan malam itu.
"Sayang kita gak akan tidur di dalam kegelapan kan?"Tanya Rani sambil memegang erat tangan kekar milik Gerhana.
"Kita kesini berlaku seperti manusia biasa, seperti bangsa kamu Rani kenapa kita harus tinggal dalam gua gua yang gelap?"Gerhana bertanya pula.
"Aku pikir kita akan tinggal di dalam gua seperti bangsa vampir kamu itu Ger,aku takut jika mereka mengetahui siapa aku Ger?"Ucap Rani sambil pura pura bergidik.
"Tenang saja kamu adalah bagian dari hidupku, kamu adalah calon istriku sehingga tak ada seorang pun yang akan melawan ataupun berbuat masalah dengan kamu sayangku...!!" Ucap Gerhana tegas.
"Ayo kita cari penginapan...!!"Ajak Rani pada Gerhana.
Kedua insan itu pun pergi ke Alaska dengan mengendarai kereta bawah tanah.
Rani duduk sambil bersandar pada bahu Gerhana.
Sedang asyik bercerita sambil menikmati perjalanan mereka ke Alaska, tiba tiba sekelebat manusia bertaring muncul di hadapan mereka, manusia manusia itu berupa perempuan dua orang dan laki laki dua orang.
Tampilan mereka sangatlah mencolok, seperti artis rocker,tetapi saat tertawa gigi mereka bertaring membuat mata Rani hanya menyipit karena ia tak mau membuat keributan diatas kereta itu.
Dan apa yang terjadi? Ternyata mereka salah naik kereta bawah tanah itu, kereta itu adalah kereta yang tak terlihat dan kereta itu adalah kereta yang hanya bisa dilihat oleh para indigo.
Ke empat orang bertaring itu pun mendekati Rani dan Gerhana.
Gerhana hanya tersenyum dan ia pun mengaktifkan gigi taringnya sehingga senyumannya membuat Empat orang itu berpaling juga, tetapi mereka tak sampai meninggalkan Rani dan Gerhana karena mereka mencium aroma Rani tang sangat menggoda itu.
"Ada manusia disini rupanya, oo jangan jangan gigi taring milik pria itu gigi palsu ya?"Ucap pria berambut cokelat pirang brekele itu.
"Ya mungkin saja palsu untuk menakut nakuti kita aja, tetapi aku heran kenapa mereka bisa nyasar naik kereta kita?Bukankah hanya orang orang indigo dan yang punya kekuatan yang bisa melihat kereta kita?"Tanya si cewek jangkung bermata hitam itu pada si brekele lagi.
"Ayo kita gangguin mereka yuk...!!"Ajak Brekele pada si jangkung dan ke dua temannya yang lain.
__ADS_1
Mereka pun mendekati ke arah Rani dan Gerhana, gerhana yang sudah mencium gelagat ke empat orang itu pun memasang formasi anti vampir jahat sehingga orang-orang itu pun merasa tak mampu melihat ke arah Gerhana dan Rani, ketika mereka sibuk mengucek mata mereka langsung Gerhana memegang tangan Rani dan mereka berdua pun menghilang seketika entah kemana.
Ketika mereka tersadar dari silaunya cahaya yang dibuat oleh Gerhana mereka langsung saling tatap karena target mereka ternyata telah raib alias hilang dari hadapan mereka berempat.
"Kemana mereka manusia manusia itu, aku haus darah aku sangat haus darah wanita cantik itu aku yakin dia adalah manusia tulen yang jatuh cinta dengan pria setengah vampir tadi, aku harus mencari jejaknya...!!"Ucap Pria bermata merah yang gigi taringnya sangat tajam dan panjang itu.
"Rani...Maafkan aku, karena kamu tak bisa menikmati pemandangan dalam perjalanan kita akibat vampir vampir itu mendatangi kita."Ucap Gerhana pada Rani.
"Iya gak apa apa deh, kita pakai cara kita aja biar cepat sampai...!!"Jawab Rani sambil tersenyum tipis dan mengelus rambut panjangnya yang tergerai dengan lembutnya.
"Sayang aku janji nanti kita akan naik kereta yang memuat penumpang manusia saja ya biar aman dari para vampir itu...!!"Ucap Gerhana sambil memegang pipi Rani.
"Makasih ya Ger,kamu mau menghibur aku...!!"Ucap Rani pada Gerhana.
"Kita kan pasangan kekasih sudah sepantasnya aku menyenangkan kamu sayang...??"Jawab Gerhana.
"Sekali lagi makasih ya Ger kamu udah mau menemani aku berkeliling benua Amerika,dan aku harap kamu tidak bosan dengan permintaan aku ya sayang?"Ucap Rani pada Gerhana lagi.
"Iya gak apa apa kok sayang...??"Jawab Gerhana pada Rani.
"Ayo kita cari penginapan...!!"ucap Gerhana sambil melangkah menuju sebuah penginapan yang letaknya tak jauh dari mereka di tepi hutan Pinus dekat taman kota di Alaska.
Rani sangat mengidam idamkan kota itu karena hawanya yang sejuk dan boleh dikatakan kota dingin yang mataharinya jarang keluar menunjukkan wajahnya.
Rani dan Gerhana pun melakukan check in untuk memesan kamar tidur untuk mereka berdua dan mereka meminta untuk mencari dua bed dalam satu kamar.
Rani sangat senang akhirnya mereka mendapatkan sebuah suite room yang sangat bagus dan cocok dengan harapan mereka.
**
Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya biar author rajin update setiap hari terima kasih 🙏🥰
**
__ADS_1