
" Hmmmm rasanya ingin sekali makan daging rusa " gumam Andre.
" Abang " panggil Rani sambil berjalan mendekati Abangnya dan memeluk pinggang Abangnya itu.
" Bang Rani minta maaf ya karena baru hari ini ketemu Abang " ucap Rani manja.
" Abang Rani boleh gak minta uang buat belanja di Mall hari ini teman teman Rani ngajak jalan jalan ke Mall, boleh gak Bang ?" ucap Rani memelas.
" Boleh dong Dek, sekalian adek Carikan daging rusa ya lihat di swalayan " metro jaya " Abang pernah lihat di sana.
" Ini Dek uangnya gak boleh boros boros ya Abang lagi kesusahan sekarang Dek " ucap Andre sambil menyerahkan uang lima juta rupiah kepada adik bungsunya.
" Abang benaran mau makan daging rusa? " tanya Rani lagi.
" Iya kalau bisa 1 ekor rusa Dek Abang mau, untuk menambah stamina Dek, adek lihat sendiri kan akhir akhir ini Abang bekerja sangat keras sampai hampir sakit " ucap Andre menjelaskan pada Rani apa yang menjadi alasannya untuk makan daging rusa.
" Bang bukannya rusa itu binatang yang dilindungi ya Bang ? " tanya Rani pada Andre lagi.
" Ada beberapa jenis rusa yang tidak dilindungi jadi masih bisa di kita makan misalnya rusa totol " ucap Andre.
" Bang bagaimana kita ganti rusa dengan kambing saja kan lebih bagus Bang " ucap Rani mencoba merayu Abangnya.
" Terserah adek deh yang Abang tahu Abang harus makan daging hari ini " ucap Andre lagi.
" Baiklah pangeran akan aku lakukan sesuai permintaan " ucap Rani sambil tersenyum dan berlalu dari hadapan abangnya.
" Guru kemana harus aku mencari daging rusa yang dimaksud " ucap Rani dalam hati.
Rani menutup mata dan kembali ke hutan besar di bawah kaki gunung tempat mereka camping waktu itu, Rani disambut dengan sukacita penghuni hutan larangan itu.
" Maharani..." suara bisikan yang menyebut nama Rani.
" Iya Guru, maaf Guru apa Rani boleh meminta daging rusa seperti yang di minta Abang Andre ? " ucap Rani.
" Boleh nanti Guru kasih ya, " ucap Pak Tua sambil menatap murid nya itu.
Tiba tiba muncul beberapa orang membawa seekor rusa totol dan membawanya ke arah Rani.
" Ini rusanya silahkan dibawa ke rumah biar di sembelih langsung oleh Kakakmu karena kami tidak sanggup untuk menyembelihnya " ucap para pengawal Pak Tua sambil memberikan rusa itu kepada Rani.
" Baiklah terimakasih atas bantuannya saya harus segera pulang hari sudah semakin siang, Guru saya pamit nanti malam saya ke sini lagi " ucap Rani mohon undur diri dan segera menutup matanya sambil menggendong rusa jantan muda itu.
__ADS_1
Tiba di rumah Rani langsung mencari Abangnya.
" Abang ini rusanya " ucap Rani sambil memberikan seekor rusa jantan muda kepada Abangnya itu.
" Lho kok rusa sih, Abang kan minta dagingnya bukan rusanya " ucap Andre lagi.
" Pokoknya Rani gak mau tahu Bang terserah Abang aja ya " ucap Rani langsung kabur dari hadapan Abangnya.
" Adek kamu dapat rusa ini dimana, biar kita pelihara saja soalnya Abang juga gak tega sama rusa ini tampan sekali rusanya " ucap Andre sambil tersenyum dan membiarkan rusa itu bebas di halaman belakang.
**
Obrolan di WhatsApp
Rani : " Siang teman teman kita jadi gak ke Mall. "
Irna : " Nanti sore aja jam empat gitu ya teman temanku aku masih cuci baju satu kontainer. "
Genoveva : " Kenapa gak sekalian satu kampung kamu cuci bajunya. "
Erlyen : " Bikin sakit perut aja Gen ucapan mu membuatku lucu. "
Ditta : " Kalau aku sih lagi bebas gak ngapa ngapain karena gak ada kerjaan gimana Ran aku ke rumahmu ya kita menanam bunga di taman bunga halaman belakang rumahmu ya. "
Rani : " Oke boleh, aku menunggu dirimu ya sayangku. "
Neta : " Ditt, tunggu aku ya otw sekarang ke rumahmu nanti kita ke rumah Rani bareng bareng. "
Rasty : " Ditta, Neta, tunggu aku ya nih mau otw ke rumah Ditta biar sekalian kita jalan. "
Rani : " Baiklah aku menunggu kalian, jangan lama lama ya, dan untuk yang masih masak dan mencuci baju jangan lama lama juga, biar kita bisa jalan jalan ke taman kota untuk makan jagung bakar. "
Obrolan di WhatsApp pun berakhir.
" Abang teman teman Rani mau ke sini, katanya sumpek di rumah mereka dan sepi jadi mereka memilih untuk datang ke rumah kita Bang " ucap Rani.
" Iya gak apa apa datang saja, " ucap Abang Andre.
**
Satpam penjaga pintu membuka pagar dan anak anak gadis itu lari berhamburan masuk ke dalam rumah itu.
__ADS_1
Rumah itu sangat sederhana dan tertata apik membuat yang memandang pasti akan berdecak kagum.
" Siang Pak, Rani ada ? " tanya Ditta pada Pak Satpam itu.
" Masuk aja non, sudah ditunggu di dalam oleh Non Rani " ucap Pak Satpam sambil mempersilahkan gadis gadis itu masuk.
" Tok...tok...tok... " Ditta mengetuk pintu rumah utama itu.
" Iya tunggu ya " ucap suara ibu ibu dari dalam rumah.
Pintu berderit dan terbuka ada seorang ibu yang berumur setengah abad lebih berdiri di hadapan mereka.
" Selamat siang Tante, Rani ada ? " ucap Neta, Rasty, Ditta bersama sama.
" Siang juga anak anak, iya Rani ada di kamarnya tunggu disini ibu panggilkan ya " ucap Mama Elaine sambil berlalu dan sebelum pergi ia mempersilahkan anak anak itu untuk duduk.
" Rani, tuh ada teman temanmu datang ayo sana temui mereka " ucap Mama Elaine sambil tersenyum dan berlalu dari hadapan Rani.
" Kutu kupret kutu kupret itu kok cepat banget ya " ucap Rani dalam hati.
" Haiii semuanya kok cepat banget sih " ucap Rani lagi.
" Memang kamu gak mau kalau kami datang secepatnya haaah ? " ujar Ditta menimpali.
" Nggak juga sih cuma kaget aja manusia kura kura seperti kalian kok cepat banget, atau janagn jangan kalian sudah kompak mau menghabiskan kue kering buatanku itu, ayo ngaku " ujar Rani sambil menunjuk toples toples di atas meja di living roomnya.
" Ahh, otakmu memang sangat bagus " ucap Rasty sambil tersenyum.
" Aku sih gak tau kalau kamu punya kue banyak di toples toples tetapi karena kamu sudah menunjukkan ke kita kita ya mau gak mau harus kita habiskan " ucap Neta sambil tersenyum.
" Kalian boleh menghabiskan kue kue itu tetapi apa kita gak tunggu dulu kutu kupret yang masih pada sibuk di rumah sana " ucap Rani sambil tersenyum tipis.
" Iya benar itu, kita kan sahabat " ucap Ditta lagi.
" Tapi kuenya menggoda banget Ran, apa aku boleh cicip satu aja " ucap Neta sambil memanyunkan bibirnya.
" Boleh dong " silahkan ucap Rani sambil mengambil satu stoples kue untuk dihidangkan di atas meja.
Alhasil satu stoples langsung ludes seketika, dan Rani hanya tertawa terbahak-bahak sambil berkata " Katanya mau nunggu Erlyen dan teman yang lain kok stoples udah ludes gimana nih ? " ucap Rani lagi
**Bersambung guys Tolong di like komentar dan vote ya terimakasih 🙏🥰
__ADS_1