
Terdampar di Dimensi Lain...
Ketika aku tidur,aku bermimpi jatuh terperosok ke dalam sebuah jurang yang sangat dalam entah berapa meter dalamnya aku tak tahu...
Ketika aku membuka mataku,aku melihat kalau aku berada di sebuah rumah sederhana yang sangat rapi dan bersih.
Ternyata aku bukan saja bermimpi tetapi aku terjebak di tubuh seorang gadis cantik yang sudah lama lumpuh.
Ketika burung murai berkicau,saat itu matahari sudah menerobos masuk ke dalam rumah melalui celah celah dinding rumah yang hanya terbuat dari kayu itu.
Aku pun harus menyesuaikan diri dengan tubuh yang aku masuki itu,entah mengapa aku merasa tubuh gadis yang aku masuki mau menerima keberadaanku.
Dengan cepat aku bisa menyesuaikan diri dan aku pun mulai mengalami hal hal yang belum pernah aku lihat sebelumya.
Ternyata aku tinggal bersama nenek tua itu,nenek itu berumur sekitar 70an tahun,katanya sih cucunya nenek itu bernama Mariska biasa di sapa Riska ya itu dia tubuh gadis yang aku masuki.
Entah mengapa,aku merasa suara wanita tua yang biasa di sapa Nenek Sania itu terasa akrab di telingaku.
Siapa sebenarnya Nenek Sania ini?
Ah aku merasa kepalaku sangat pusing.
Tiba tiba aku merasa rindu pada ketiga orang kakakku dan ibuku.
"Mam,kenapa harus Rani yang terdampar di Dimensi lain seperti ini?Apa yang harus Rani lakukan?"
Gadis itu terus saja melamun dan akhirnya ia dipanggil oleh neneknya.
"Riska,kesini nak ada yang mau bertemu denganmu."Panggil nenek Sania pada Mariska.
**
Selesai mencuci tangan aku pun berjalan menuju nenek sania yang sekarang sedang membersihkan sayuran yang akan kami jadikan lauk pauk nanti siang.
__ADS_1
"Nek,siapa pria itu?"Tanyaku pada nenek Sania yang langsung kaget karena aku bisa berbicara dengannya.
"Kamu bisa berbicara nak?"Tanya nenek lagi sambil meraih tubuhku dalam pelukannya.
"Akhirnya doaku terkabul."Ucap Nenek Sania sambil menengadahkan wajahnya ke langit.
"Nak kemarilah,"panggil nenek Sania padaku.
"Iya nek ada apa?"Aku balik tanya.
"Ayo ikut nenek ke kebun,kita harus memetik sayur untuk makan kita hari ini.
"Baik nek...aku ambil keranjang dulu."Ucapku sambil berlalu ke dapur dan mengambil sebuah keranjang dan kembali menemui nenek Sania.
Kami berdua pun pergi bersama ke kebun yang lumayan jauh dan ketika kami melewati sebuah sungai aku merasa seperti mengenal sungai itu,tetapi aku lupa dimana.
Kami terus saja berjalan sampai akhirnya kami menemukan sebuah kebun mapel yang sangat besar dan juga di sebelahnya ada sebuah kebun buah buahan dan sayuran yang sangat indah.
Aku terpukau melihat semua yang menyejukkan mataku ini.
"Iya ini kebun kita nak,maaf selama ini nenek tidak pernah mengajakmu ke sini karena kamu tidak bisa berjalan dan berbicara."
"Iya nek tidak apa apa toh sekarang saya sudah bisa berjalan dan bahkan berbicara apa yang nenek minta pasti saya carikan."
Ketika sedang asyik bercerita tiba tiba datang sekelompok orang bermuka garang dengan parang dan pedang terhunus.
Aku tak takut sedikitpun bahkan aku terus saja memetik sayuran dan buah buahan yang ada di kebun itu hingga seseorang menegurku.
"Hei gadis cantik apa kamu tuli kenapa kamu tak menghiraukan kedatangan kami apa kamu lupa kalau kepala desa dikampung ini menginginkan kamu jadi isterinya?"Ucap pria berbadan kekar dan bermata merah iti sambil berjalan mendekati ke arahku.
Aku tetap berdiri tegar dan tak bergeming sedikitpun.
Ketika pria itu hendak memegang wajahku langsung saja aku hempaskan tangannya dan saat itu pula aku telah mengunci nenek Sania di dalam mantera perlindungan diri sehingga tak ada seorang pun yang berani mendekati nenek Sania.
__ADS_1
"Nenek tua bangka kenapa aku sulit mendapatkan cucumu ini?"Ucap pria bergolok besar dan panjangn itu seraya melangkah mendekati Riska.
"Kamu tahu apa yang akan kalian alami karena menolak lamaran dari kepala desa dikampung ini?"Ancam pria itu sambil tersenyum garang padaku tetapi aku sedikitpun tak menunjukkan rasa takutku hingga aku menghentakkan kakiku di tanah semua orang di hadapanku terbang seperti di tiup angin entah kemana.
Dengan segera aku pun mendekati nenek yang kubuat diam seperti patung tadi dan ku bawa ia berteleportasi ke rumah dimana disana adalah tempat ternyaman karena tak ada orang yang tahu kalau nenek Sania hidup bersama cucu bisu dan lumpuhnya itu.
Aku oun membuat sebuah tanda agar kami bisa mengetahui kalau ada bahaya mengancam.
Setelah kejadian beberapa minggu kemudian,kepala dan dan anak buahnya mencari keberadaan nenek Sania dan cucunya di rumah reyot dimana pernah mereka lihat tetapi sesampainya disana mereka tak menemukan apa apa justru mereka tersesat dan nyaris tak bisa keluar dari tempat itu.
Aku pun membuat sebuh kebun yang luas untuk nenek Sania untuk berjaga jaga suatu saat nanti kalau aku sudah kembali ke bumiku di mana aku tinggal bersama orang orang tercintaku.
Kebun itu aku kasih perlindungan agar tak ada seorang pun yang datang mengacaukan nenek Sania.
Aku merasa tiba tiba kepalaku sangat pening tetapi aku berusaha agar aku bisa segera keluar dari dalam tubuh Riska karena aku ingin agar Riska secepatnya bisa berbicara dan melangkah seperti orang orang pada umumnya.
Aku pun mulai bertapa duduk bersila di depan sebuah cermin dan pada hitungan menit ke 77 aku pun keluar dari tubuh asli gadis itu dan aku bisa terlihat oleh nenek Sania dan Riska.
Ketika Nenek Sania melihat aku yang sebenarnya keluar dari tubuh cucunya ia pun langsung terduduk dan meminta ampun padaku.
"Bangunlah Nek,aku sama seperti anda nek aku juga manusia biasa yang dikasih talenta atau kelebihan serta kepercayaan memiliki ilmu yang tinggi agar aku bisa membela yang lemah dari penindasan."Ujarku sambil menolong nenek Sania berdiri dari tempatnya bersimpuh.
"Mohon ampunilah pada Tuhan yang menciptakan bumi dan segala isinya dan entah sekarang aku berada di tempat mana aku ingin agar nenek membantuku mengembalikan aku ke temlat asalku yang sebenarnya."Ucapku pada nenek Sania lagi.
"Terima kasih nak kamu telah memasang perisai pelindung bagi gubuk nenek.dan semoga kami segera mendapatkan orang yang bisa menyembuhkan Riska dari penyakit yang ia derita ini."Ucap Nenek Sania mencoba menguji kekuatan dari Rani.
"Tak usahlah Nek aku akan mwmbantu nenek untuk menyembuhkan penyakit bawaannya ini."Ucapku sambil ku petik bunga cinta yang berduri dan ky buatkan sebuah ramuan dari gabungan beberapa bunga dan juga pucuk pohon agar bisa menjadi jamu atau obat racikan unyuk menyembuhkan Riska sang cucu yang selalu menemani nenek Sania.
Dengan berbekal sedikit ilmu dari mama aku pun mulai meramu obat itu dan setelah sejam berlalu obat itu telha selesai kuramu dan ku kasih kepada Riska untuk ia minum dan Puji Syukur tak terhingga pada Tuhan akhirnya Riska bisa berjalan normal layaknya anak anak gadis pada umumnya dan bisa berbicara dengan baik.
Karena Riska sudah sembuh akhirnya aku pun disuruh nenek masuk ke dalam sebuah kamar melalui pintu utama dan ternyata aku telah kembali ke rumahku di bumi.
Bersambung ya guys....
__ADS_1
to be continued