Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
17


__ADS_3

Setelah makan mereka kembali ke kelas mereka lagi untuk melanjutkan kuliah selanjutnya.


Ketika Rani hendak duduk, seorang pria negro menarik kursi Rani dan Rani hampir jatuh untung Gerhana langsung cepat menendang kursi Rani dan Rani tidak terjatuh.


" Lain kali sebelum duduk perhatikan tempat duduk mu " ucap Gerhana kembali duduk di kursinya.


" What ? " ada yang salah denganku ? " tanya Rani pada Gerhana tetapi pria itu tak menghiraukannya.


" Damn ! Kenapa aku harus bertemu dengan pria seperti dia ? " Rani membathin.


Gerhana duduk sedikit menjauh dari Rani, bahkan Gerhana hanya menatap lurus ke depan tanpa menoleh ke arah Rani sedikitpun.


" Ada apa denganmu ? Kenapa kamu selalu menghindar dariku ? " Tanya Rani pada Gerhana.


Tiba tiba salah satu teman Gerhana datang dan menghampiri Rani dan tanpa aba aba langsung melayangkan sebuah ciuman pada pipi Rani.


" Sialan ! " umpat Rani sambil mengelus pipinya.


Terlihat dari tatapan Gerhana yang tidak senang dengan kelakuan pria tadi yang bernama Roy.


Tiba tiba Gerhana berdiri dari duduknya dan langsung menuju ke tempat di mana Roy duduk.


" Awas kalau macam macam lagi sama gadis itu aku akan buat perhitungan dengan mu " ancam Gerhana pada Roy.


" Sewot amat sih,memangnya kamu siapanya dia ? " ucap Roy menantang.


" Aku bukan siapa siapa nya dia tetapi jangan coba-coba kamu ulangi perbuatan mu sebelum aku hajar kamu " ucap Gerhana geram dan kembali ke tempat duduknya.


" Dasar pria aneh ! " Gerutu Roy sambil kembali menulis di buku tulisnya.


" Apa yang kamu bilang tadi ? " Gerhana berbalik dan bertanya lagi pada Roy.


" Bu Naruto datang ! " teriak salah seorang mahasiswi yang duduk di ujung dekat pintu.


Gerhana langsung berlari ke tempat duduknya dan kembali duduk dengan tenang.


" Dari mana saja kamu ? " tanya Rani pada Gerhana tetapi yang di tanya malah diam dan tak menjawab sepatah kata pun.


" Manusia paling gak punya perasaan yang kayak gini nih " ucap Rani sambil menunjuk pucuk kepala Gerhana.


Mendapat perlakuan itu, Gerhana hanya diam tanpa berkata apa-apa ia membiarkan gadis itu marah kepadanya.


**


Mata kuliah Anatomi fisiologi telah selesai, Rani langsung bergegas menuju ke halaman depan kampus untuk menunggu teman temannya, karena buru buru Rani tidak melihat seseorang yang sementara menelepon sambil berjalan dan tidak fokus dan " bruggg " mereka pun bertabrakan dan tas berisi buku buku Rani berhamburan di jalan setapak itu.


" Maaf ! " kata pria itu.


" Iya gak apa apa saya yang salah ! " ucap Rani sambil menunduk dan mencoba mengumpulkan semua buku buku yang berserakan itu.


" Maaf, kamu gak apa apa ? tanya pria itu sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


" Hm, sepertinya kita pernah bertemu tapi di mana ya " ucap pria itu sambil tersenyum.


" Mana ku tahu " jawab Rani sedikit kesal.


" Emang muka aku pasaran banget ya ? " tanya Rani pada pria itu lagi.


" Nggak juga sih cuma sepertinya kita pernah bertemu ! " Pria itu kembali berkata.


" Nama kamu Rani benar kan ? " tanaya pria itu lagi.


" Iya benar ! " ucap Rani sambil mengernyitkan keningnya dan masih heran.


" Kok kamu tahu namaku ? " ucap Rani lagi.


" Gadis cantik seperti kamu pasti selalu di kenang oleh orang orang tertentu seperti saya " ucap pria itu sambil tersenyum tipis.


Tanpa mereka sadari, sepasang mata biru dari tadi terus menatap ke arah Rani dan pria itu.


" Siapa pria itu ! " gumam Gerhana dalam hati sambil mengepalkan tangannya.


" Ada apa denganku ? kenapa dadaku terasa sangat sesak ? apakah aku cemburu? tetapi kenapa aku harus cemburu dengan gadis itu ? " gumam Gerhana dalam hati.


" Rani ! " panggil Erlyen sambil berjalan mendekati Rani dan Pria asing itu.


" Iya sayang, ada apa buru buru " ucap Rani saat Erlyen datang mendekat.


" Bagaimana kalau kita jalan jalan ke arah taman sebelum kalian pulang ke rumah kalian, " ajak pria itu.


" Aku Galang ! " ucap Galang sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Rani.


" Oooo iya Galang aku baru ingat sekarang, maaf ya Lang aku lupa " ucap Rani sambil tersenyum tipis.


" Iya gak apa apa Rani " ucap Galang.


" Karena kamu sudah mengingatku aku pamit dulu ya kapan kapan kita ketemu lagi " ucap Galang hendak melangkah pergi namun di tahan Rani.


" Lang bukankah kamu bilang kalau kita akan duduk duduk di taman belakang kampus ? " ucap Rani lagi.


" Nggak Ran, kamu salah dengar '' ucap Galang meyakinkan Rani.


" Masa sih ? " ucap Rani lagi.


" Iya benar, coba kamu tanya teman kamu " jawab Galang lagi.


" Er apa iya ? " ucap Rani lagi.


" Iya Ran benar " ucap Erlyen sambil tersenyum tipis.


Tiba tiba groupnya Alicia muncul dan langsung mendekati Rani, Erlyen dan Galang.


" Eh ada cowok ganteng " ujar Alicia pada ke dua sahabatnya.

__ADS_1


" Sok kenal sok dekat banget sih lo ! " ucap Erlyen sambil berkacak pinggang di depan Alicia dan ke dua temannya itu.


" Eh cowok ganteng boleh kenalan gak ? " ucap Alicia pada Galang dengan genitnya.


" Maaf aku harus pergi " ucap Rani sambil menarik tangan Erlyen dan pergi menjauh dari Alicia dan groupnya serta Galang.


" Tunggu Rani ! " ucap Galang sambil melangkah pergi mengejar Rani yang sudah lari dari hadapannya.


" Rani ! tunggu Rani ! " ucap Galang sambil terus melangkah dengan cepatnya.


Tiba tiba seseorang menangkap tangan Galang dan langsung menampar Galang.


" Apa mau mu ! " ucap pria itu yang tak lain adalah Gerhana.


" Siapa kamu berani beraninya menampar aku ? " ucap Galang sambil terus mengawasi gerak gerik Gerhana.


" Apa pentingnya ! " ucap Gerhana sambil berlalu dari hadapan Galang.


" Hei tunggu pria muka bikin jengkel ! " ujar Galang setengah berteriak.


" Apa apaan sih lo teriak teriak begitu? mau menantang aku ? tanya Gerhana lagi.


" Kalau iya kenapa ? " ucap Galang sambil melangkah mendekati Gerhana.


" Aku bilang ke kamu ya tolong jangan dekati cewek aku kalau gak kamu akan ku buat menyesal " ucap Galang dengan mata berkilat.


" Sepertinya pria ini bukan manusia biasa " gumam Gerhana dalam hati.


" Emang aku bukan manusia biasa " ucap Galang sambil tersenyum sinis.


" Sial dia bisa baca pikiran aku ! " Gerhana menggumam lagi.


" Siapa sebenarnya kamu, kenapa bisa baca pikiranku ? tanya Gerhana penuh selidik.


" Apa penting aku mengatakan padamu ? " ucap Galang lagi.


" Gak juga sih ? " ucap Gerhana sambil mencibir dan berlalu pergi dari hadapan Galang.


Dengan kecepatan super Galang bisa mencapai Rani dan Erlyen.


" Kok kamu lagi sih ? " ucap Rani sambil menggigit bibir bawahnya.


" Kemana mana selalu ketemu kamu, emang kamu gak punya kerjaan lain apa ? " umpat Rani pada Galang.


" Aku ingin mengatakan sesuatu padamu tetapi kita berbicara empat mata ya," ucap Galang memohon pada Rani.


" Baiklah ! Er, tunggu aku di halte ya 15 menit ! " ucap Rani lagi.


Setelah Erlyen pergi, Galang langsung memegang tangan Rani dan membawanya dengan kecepatan super ke arah sebuah rumah kosong di pinggiran kota.


**

__ADS_1


Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya guys terimakasih 🙏🥰


__ADS_2