Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
19


__ADS_3

" Siapa yang berani melindungi gadis itu? gumam wanita bercadar hitam itu lagi.


" Aku akan mencoba menerawang untuk mengetahui siapa di balik semua ini, kenapa aku tidak bisa melihat jejak sedikitpun di tempat ini.


Wanita bercadar hitam itu masih menelisik misteri di balik serangannya tadi.


Wanita itu sangatlah berbahaya, seketika ia langsung menebarkan racun asap di sekitar lokasi kejadian untuk mengetahui siapa yang terlibat di balik kejadian tadi.


Sekian lama ia menerawang tetapi apa yang di dapatkan, benar benar tidak ada petunjuk apapun.


" Sial, aku kehilangan jejak ! " umpat wanita bercadar hitam itu.


" Gadis kecil kira kira siapa teman dari gadis berambut panjang tadi ? mungkinkah engkau mengetahuinya ? " tanya wanita bercadar hitam yang bernama hantu iblis dari rawa rawa.


" Mana aku tahu, aku membayar kamu untuk membuatnya jera tetapi apa yang ku dapat ? apakah ilmu kamu benar benar tidak berfungsi ? sehingga harus bertanya kepadaku " ucap Alicia ketus.


" Hei perempuan kecil aku hanya bertanya padamu apakah kamu melihat ada yang aneh dengan gadis itu atau tidak ? " tanya hantu iblis dengan suara sedikit kencang.


" Aku nggak tahu lah Bu, " ucap Alicia sambil melambaikan tangannya pada Gerhana yang pada saat itu lewat di hadapan mereka.


**


" Siapa wanita bercadar hitam itu ? " gumam Gerhana sambil berlalu pergi dari hadapan Alicia dan kaki tangannya.


" Aku yakin orang yang membantu Rani bukanlah orang sembarangan, karena benar benar tidak bisa dilihat sosoknya saat di terawang " ucap Gerhana pada dirinya sendiri.


" Tapi siapa orang itu ? " Gerhana pun penasaran dengan semua yang terjadi di depan matanya.


" Rani, untuk sementara aku akan selalu melindungi dirimu, kamu suka atau tidak aku akan tetap menjagamu karena kesalahanku hari ini membuat mereka semakin memiliki rasa ingin tahu siapa dibalik semua kejadian ini " ucap Ericsson sambil tersenyum.


" Boleh boleh saja tapi kamu harus berjaga di luar rumahku karena aku gak mau gerak gerik ku kamu perhatikan, apalagi kalau aku mandi atau pun masuk kamar mandi untuk buang hajat, masa kamu juga harus ikut Erick ? " ucap Rani pada Ericsson sambil tersenyum.


" Iya tuan putri hamba mendengar semua perintah kamu, hamba akan laksanakan sesuai protokol dari kamu gadis cantik ! " ucap Ericsson lagi.


" Nah, gitu dong " ucap Rani sambil tersenyum dan tetap memakai headset bluetooth agar tidak ada yang tahu kalau dia sementara berbicara dengan seseorang di sampingnya.


" Penyamaran yang sempurna gadis cantik ! " puji Ericsson pada Rani.


" Ah, kamu bisa aja ! " ucap Rani.


" Emang aslinya kamu sangat memukau siapapun yang memandang dirimu " ucap Ericsson tulus.


" Ah Erick kamu terlalu berlebihan aku gak seperti itu kok aku biasa saja " ucap Rani sambil tersenyum tipis.


Ponsel Rani berdering nyaring bunyinya....


dreeeetttt... dreeeetttt....


" Angkat ponselmu Rani, " ucap Ericsson.


" Hallo, adek di mana udah mau balik belum ? " tanya Andre yang sementara menyetir karena baru saja pulang dari kantor.


" Adek masih di kampus Bang, satu jam lagi baru selesai kuliahnya " Jawab Rani.


" Iya sayang nanti selesai kuliah infokan ke Abang ya biar Abang jemput, atau Abang tunggu saja di depan kampus sambil pantau siapa tahu ada hal yang mencurigakan " ucap Andre lagi.

__ADS_1


" Boleh boleh aja Abang ! " Rani menjawab lagi.


" Ya sudah Abang tunggu saja ya di depan kampus " ucap Andre sambil menutup ponselnya.


" Ada apa Ran, " tanya Ericsson lagi.


" Abangku pulang kerja katanya mau menunggu aku di depan kampus " ucap Rani lagi.


" Terus ? kamu mau ? " tanya Ericsson.


" Ya mau lah dia Abang aku Erick nanti sekalian aku kenalin kamu ke Abang aku ya ? " ucap Rani Sambil tersenyum manis.


" Ya boleh lah kalau begitu " jawab Ericsson.


" Nah , gitu dong baru namanya pria sejati " ucap Rani sambil memonyongkan bibirnya.


" Kalau kamu seperti itu bikin aku gemas sama kamu " ucap Ericsson.


" what ? gak boleh lewat batas ya Erick biar kita tetap sahabatan, dan jangan ada dusta diantara kita " ujar Rani setengah serius.


" Ran, aku kan sahabatmu, apa aku salah bilang gitu ? " ucap Ericsson merajuk.


" Nggak lah kamu sahabatku akan selalu jadi yang terbaik " ucap Rani menggantung.


" Erick aku kuliah dulu ya bye bye sampai jumpa " ucap Rani sambil melambaikan tangan kepada Ericsson dan pergi ke dalam kelasnya.


Sesampainya di kelas Rani melihat Gerhana sudah duduk dengan cakep nya.


" Hai Rani, dari mana saja kamu ? lama gak kelihatan kemana saja ? " tanya Gerhana penasaran tetapi tetap fokus pada buku dan pulpennya.


" Ya aku kan teman sebangkumu apa salahnya jika aku bertanya ? " sambung Gerhana lagi.


" Ooo, jadi sekarang aku sudah dianggap temanmu ya ? makasih ya mau berteman denganku " ucap Rani sambil tersenyum tipis dan mengulurkan tangannya kepada Gerhana.


Gerhana menjabat tangan Rani dengan sangat erat.


" Aku menyayangimu Rani, " bisik Gerhana dalam hati.


Rani juga merasakan bisikan pria tampan bermuka dingin itu lewat tatapan mata elang Gerhana.


" Ada apa denganku seperti merasa terhipnotis dengan tatapan mata Pria ini " gumam Rani dalam hati.


" Kamu memikirkan apa Rani ? " tanya Gerhana melihat Rani seperti sedang memikirkan sesuatu.


" Nggak aku nggak mikir apa apa aku hanya lagi mencoba mengingat kejadian beberapa menit lalu " ucap Rani sedikit terbata.


" Emangnya ada apa Ran beberapa menit lalu ? " Gerhana sengaja bertanya seolah tidak tahu.


" Di luar dugaanku, dan aku benar benar tidak paham " ucap Rani sekenanya.


Rani tahu kalau Gerhana juga memantau saat kejadian wanita bercadar hitam itu bersekutu dengan Alicia si gadis licik.


." Ah sudahlah gak usah dipikirin ntar kepalaku bisa botak karena gak dapat jawaban apapun " ujar Rani menyudahi cerita mereka.


**

__ADS_1


Selesai kuliah Ericsson sudah menunggu tanpa ada yang melihat kecuali Rani si gadis sederhana yang cantik dan baik hati itu.


Rani pun mulai memasang headset nya agar tidak ada yang tahu kalau dia sementara berbicara dengan seseorang dari masa depan.


" Gerhana aku duluan ya Abang aku sudah menunggu dari 1 jam yang lalu, kasihan kalau dia menunggu lebih lama lagi " ucap Rani sambil tersenyum dan melambaikan tangannya pada Gerhana.


" Sampai jumpa besok ya Rani, I love you honey " ucap Gerhana setengah berteriak.


" Gila tuh cowok kenapa dia mengklaim aku sebagai pacarnya ? " ucap Rani pada dirinya sendiri.


Dari jauh terlihat mobil Bang Andre sudah terparkir di depan kampus UPH.


Rani hendak berlari ke arah mobil tetapi di tahan oleh Ericsson.


" Tunggu Dan, ada yang mengawasi gerak gerik kamu, kamu harus sengaja menyanyi agar mereka tahu kamu lagi bernyanyi lewat headset " ucap Ericsson mengingatkan Rani.


" Baiklah kamu tenang saja ! " ucap Rani sambil menggoyangkan kepalanya seperti orang bergoyang.


" Sukses ! ujar Ericsson.


" Bye bye Ericsson, aku balik dulu ya " ucap Rani sambil berjalan mendekati mobil Bang Andre.


Ketika hampir dekat mobil Fortuner itu langsung di cegat oleh Galang yang entah muncul dari arah mana.


" Rani, tolong jangan mendekat dulu karena mobil Abang mu sementara di kunci oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab sehingga ketika kamu memegang pintunya kamu akan terkena aliran listrik seperti setrum.


Rani kemudian berjalan mendekati mobil Abangnya tetapi hatinya terasa berat, akhirnya ia pun memutuskan untuk menelpon Abangnya.


" Abang di mana ? tanya Rani lewat ponselnya.


" Abang di kantor lah Dek, " Jawab Bang Andre.


" Tadi Abang telepon Rani gak " tanya Rani lagi.


" Hp Abang gak ada jaringan makanya gak bisa telepon mungkin ada gangguan dari jaringannya Dek " ucap Andre lagi.


" What ? berarti siapa dong yang telepon Adek tadi ! " ucap Rani lagi.


Rani pun menceritakan kejadian siang tadi pada abangnya dan langsung abangnya bilang untuk berhati-hati dan jangan masuk ke dalam mobil itu.


" Eric bantu aku dong ubahlah pohon itu menjadi diriku sehingga masuk ke dalam mobil itu tetapi mobilnya harus kamu pasang semacam CCTV agar kita tahu siapa sebenarnya yang mencoba menculik aku Erick " ujar Rani lagi.


" Nggak Ran aku akan menyelidiki kasus ini, kamu doakan aku ya " ucap Ericsson sambil tersenyum tipis.


" Iya kamu tenang saja aku pasti bantu doakan kamu kok " ucap Rani.


Setelah Ericsson mengubah air jadi Rani kemudian air itu langsung masuk ke dalam mobil yang lagi parkir di depan kampus itu.


" Abang, ayo jalan " ucap samaran Rani pada Bang Andre palsu.


" Ayo, tapi mau kemana kita " ucap Andre palsu Sambil tersenyum.


" Ke rumah bang kan Adek harus ganti baju dan istirahat." ucap samaran Rani.


** Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya guys terimakasih 🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2