
**
Happy reading guys...!!
**
Kedua insan itu pun kembali ke tenda di mana teman teman mereka masih berdiri mematung karena jentikkan jari Rani.
"Gerhana aku heran, kenapa kamu bisa terlihat oleh kami padahal awalnya kamu itu seperti tidak terlihat hanya orang orang tertentu yang bisa melihat keberadaan kamu Ger!!"Rani menggelontorkan pertanyaan yang selama ini selalu menghantui pikirannya.
"Kamu mau tahu jawabannya?"Gerhana balik bertanya.
"Iya dong masa pertanyaan aku digantung sih Ger,"Ucap Rani sambil mengerucutkan bibirnya.
"Kamu ini menggemaskan sekali sayang...!!"Ucap Gerhana sambil mencubit pipi Rani.
"Jawab pertanyaan aku Ger, kenapa kamu bisa terlihat padahal kamu tak bisa dilihat?"Rani tak bisa diam kalau belum dapat jawaban yang tepat.
"Karena aku jatuh cinta sama kamu,calon istriku Maharani..!!"Ucap Gerhana lagi.
"Kamu tahu nama lengkap aku Ger?"Tanya Rani pada Gerhana.
"Ya aku memang harus tahu siapa kamu, karena kamu adalah ratu hatiku."Gerhana langsung memegang tangan Rani dengan erat dan mereka pun terbang diatas awan putih diatas langit biru.
Tanpa sadar si burung Phoenix warna biru muncul dan langsung keduanya menaikinya dengan posisi Rani duduk di depan dan Gerhana duduk di belakang sambil memeluk erat pinggang Rani.
"Rani...kamu kah si Phoenix itu?"Tanya Gerhana lagi.
"Iya memangnya kenapa Gerhana?" Tanya Rani sambil melesat tiba tiba dan berdiri diatas kepala burung Phoenix dan menari tarian Phoenix yang membuat hati gerhana bergetar hebat.
"Rani,aku tidak salah memilih kamu aku sangat senang dan kita akan melaksanakan acara pernikahan kita."Gerhana mengatakan dengan suara lantang.
"Maaf Tuan Gerhana, aku belum berniat untuk menuju ke hal itu aku masih ingin bebas sebebas-bebasnya dan masih ingin sendiri."Jawab Rani sambil tersenyum dan tetap melakukan tarian burung Phoenix yang sangat memukau itu.
__ADS_1
"Baiklah kalau itu mau kamu Tuan putri Maharani aku akan menunggu sampai kamu benar benar siap dan mau menjadi ratuku."Ucap Gerhana sambil tersenyum dan membalas tarian Phoenix yang di mainkan oleh Rani.
"Ayo Rani..!!"Seru Gerhana
"Aku masih ingin menari Ger,sudah lama aku tak pernah menari...!!"Ucap Rani sambil meliuk liuk dan tiba tiba ia berhenti karena gambar bulatan di lengannya mengeluarkan cahaya biru.
"Gawat...!!"Ucap Rani sambil melompat duduk tepat di hadapan Gerhana.
"Ada apa Rani? Kenapa kamu berhenti menari?"Tanya Gerhana heran.
"Ayo turun ada masalah...!!"Ucap Rani sambil memutar mutar tangannya di udara dan ia memegang erat tangan Gerhana dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya masih memutar mutar di udara dan tiba tiba si burung Phoenix warna biru itu menghilang dan seakan terseret ke dalam tubuh Rani.
Gerhana yang melihat itu langsung membelalakkan matanya dan tersenyum penuh arti.
"Kamu memang pantas menjadi permaisuriku Rani..."Ucap Gerhana tanpa sadar.
"Gerhana..!!Ayo jalan,"ucap Rani sambil tersenyum dan mereka berduaan pun turun ke bawah dan menuju ke tenda tenda di mana teman temannya berada.
"Boleh aku panggil kamu sayang?"Tanya Gerhana menggoda Rani.
"Mulai kurang ajar nih pria..!"Ucap Rani dalam hatinya.
"Rani...kamu seharusnya bisa menerima aku dan perasaan ini, susah banget ya ngomong sama kamu Rani??"Ucap Gerhana lagi.
"Mau ikut pulang gak Ger, di bawah sana lagi ada masalah loh Ger?"Ucap Rani sambil mencibir.
"Mau kalau jalan sama gadis secantik kamu."Ucap Gerhana menggoda lagi.
Wajah Rani seketika memerah...dan tiba tiba muncul sebuah angin ****** beliung yang sangat dahsyat menghampiri Rani dan Gerhana, dengan secepat kilat Gerhana meraih tangan Rani dan mereka berdua pun langsung menghilang dari tempat itu.
Ketika mereka tiba di tenda terlihat teman teman mereka telah di sandera oleh monster monster dari abad masa depan yaitu abad 34 dimana Rani pernah berkunjung ke sana bersama sahabatnya Ericsson.
Rani dengan secepat kilat menekan bulatan yang ada di lengannya dan muncul wajah Ericsson.
__ADS_1
Gerhana yang melihat itu merasa tak dihargai keberadaannya sehingga ia berniat untuk pergi tetapi dengan secepat kilat Rani meraih tangan kekar itu dan memeluknya.
"Jangan pergi Ger, kamu tega ya tinggalkan hanya karena sebuah rasa yang belum pasti kebenarannya."Ucap Rani sambil memandang wajah tampan pria di hadapannya itu.
"Kamu tidak menghargai aku Rani,kamu tahu kan kalau aku sudah berada disampingmu berarti kamu akan selalu kujaga aku tak mau milikku dijaga oleh orang lain selain aku sendiri."Ucap Gerhana dengan suara lantang bercampur rasa cemburunya.
"Ger, katanya kamu mencintai aku tetapi kenapa kamu seperti anak kecil yang masih labil begitu cemburu gak a pada tempatnya.
Ericsson itu sahabatku kita sudah saling kenal sebelum aku berkenalan denganmu Ger, tolonglah pahami aku, dan coba posisikan kamu di tempat aku sekarang."Ucap Rani sambil melepaskan tangannya dari genggaman tangan Gerhana.
"Maafkan aku Rani,aku tak seharusnya cemburu berlebihan seperti ini."Ucap Gerhana sambil menyandarkan dagunya tepat di atas bahu Rani.
"Iya aku maafkan kamu kok,"ucap Rani sambil meraih tangan Gerhana dan berjalan menuju tempat dimana ke 7 sahabatnya di sekap oleh para monster itu.
Rani membuat sebuah perisai pada dirinya dan pergi menuju tempat penyekapan temannya, ia melakukan semuanya dengan sangat rapi tanpa terlihat oleh sinar laser dari musuh musuhnya.
Rani dengan sigap melepaskan tali tali itu dan ia membisikkan sesuatu ke telinga Gerhana dan Gerhana terlihat menyetujuinya.
Rani dan Gerhana kemudian membuat suatu formasi yang akan mengirimkan semua temannya ke rumahnya masing masing dan menghapuskan semua memori tentang kejadian yang mereka alami.
Tiba tiba muncul Ericsson yang sangat gagah memakai pakaian seperti pakaian para monster monster itu dan mendekati ke arah Rani yang tengah membuka akses pintu masuk ke dalam penjara dimana semua tempat tidak bisa dia operasikan.
"Ericsson bantu aku membuka semua ini karena teman temanku semuanya berada di balik pintu itu."Ucap Rani pada Ericsson tetapi tak digubris oleh Ericsson karena Ericsson juga ternyata menaruh hati pada Rani.
Sinyal dari Ericsson pada tatapan matanya terhadap Rani dibaca oleh Gerhana yang membuat Gerhana membuat suatu keonaran yang memicu keributan antara Ericsson dan Gerhana.
"Kalian berdua ada apa?"Tanya Rani sambil melepaskan sepatunya yang sudah rusak itu.
"Itu karena kamu Rani.."Jawab Ericsson yang sudah kadung benci dengan perbuatan Rani.
"Ericsson fine, kalau kamu benci sama aku gak apa apa kamu pergi saja gak usah bantu aku, biarkan aku sendiri yang akan menghadapi mereka aku juga bisa kok, apalagi aku berada di sisi pria yang sangat menyayangi aku."Ucap Rani sambil tersenyum khas...
"Jangan memaksa aku untuk membencimu Rani, karena kamu tidak tahu sebesar apa harapan aku untukmu..."Ungkap hati Eric pada Rani dan Gerhana.
__ADS_1
* Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote, agar author rajin update setiap hari terima kasih 🙏🥰*