Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
Episode 40


__ADS_3

**


Tak lama kemudian kedua saudara beda ibu itu keluar dari penjara api misterius itu.


"Ternyata gelang ini sangat berfungsi dengan baik,"gumam Gerhana dalam hati.


"Adam,kamu dapatkan gelang ini dari mana? Karena gelang ini adalah penolong bagiku untuk menyelamatkan diri kamu dari api panas itu."Ucap Gerhana panjang lebar.


"Suatu saat kamu pasti akan mengetahuinya, untuk saat ini ayo pikirkan caranya bagaimana kita bisa secepatnya kembali ke bumi."Ucap Adam lagi dengan wajah agak pucat akibat terpanggang api panas misterius itu.


"Adam, untuk saat ini aku akan menyembunyikan kamu di suatu tempat yang tak diketahui oleh siapapun untuk menghindari ayah kita raja iblis menghancurkan bumi, aku khawatir raja iblis akan turun ke bumi untuk mencari dirimu."ujar Gerhana pada Adam.


"Tapi Gerhana,aku takut ayah akan menghajar ibuku."ucap Adam lagi.


"Baiklah kalau begitu aku akan mengubah wajahmu menjadi seseorang yang tak dikenal oleh ayah, dan aku akan menghilangkan jejak mu sehingga ia tak mudah mengenali dirimu dan sebelum masalah pencariannya selesai kamu belum bisa menjadi Kembali diri kamu yang sekarang ini Adam."Sambung Gerhana lagi.


"Maafkan aku karena sudah melibatkan kamu dalam masalahku ini Gerhana!"ujar Adam sambil menatap wajah tampan pria iblis di depannya itu.


Mereka sama sama iblis tapi entah mengapa hati mereka tak seperti iblis yang sebenarnya,mungkin pengaruh ruang gerak mereka yang sudah terbiasa bergaul dengan manusia sehingga sifat dan karakter mereka pun sudah seperti manusia pada umumnya.


Gerhana menatap jauh ke atas awan dimana awan terlihat sangat bersahabat hari ini dengan dirinya.


Tapi,dia tetap memikirkan apa yang di lakukan Rani sekarang ini.


Kenapa baru dirasakan betapa ia sangat merindukan sosok gadis rupawan itu, gadis itu seolah olah telah menjadi sebuah candu bagi dirinya.


Ia sampai mengelus dadanya sambil berkata dalam hati,"Aku akan mencintai kamu Rani, walaupun kamu menolak aku tapi aku akan selalu ada untuk mu." Gumam Gerhana dalam hati.


Tapi bagaimana aku bisa tahu keberadaan Rani sekarang, pikirannya saja aku tak bisa membacanya apa aku harus mencoba bertapa lagi agar bisa membuka pikiran Rani?


Ah,kalau dipikir pikir aku benar benar telah jatuh cinta pada gadis itu.


Rani, apapun caranya aku akan terus berada di samping kamu, aku merasa sangat bahagia bila melihat dirimu tersenyum apalagi tertawa lepas, sungguh suatu kebahagiaan tersendiri yang membuat hidupku berwarna.

__ADS_1


"Adam pegang tanganku dan rasakan aliran darah mengalir di dalam dada mu, saat itulah kamu menutup matamu dan membayangkan tempat mana yang mau kau kunjungi atau kau tinggali."ucap Gerhana pada Adam yang sedari tadi membersihkan luka luka bakar di bagian kaki dan tangannya.


"Adam!" Seru Gerhana pada pria bermata biru itu.


"Iya Gerhana ada apa?"tanya Adam pada Gerhana pula.


"Duduk bersila dan tutup matamu, aku akan segera mengubah wajahmu menjadi seorang pria bertampang pas pasan dan kamu akan segera aku kirim ke rumah ibumu."Ucap Gerhana pada Adam.


Adam pun melakukan apa yang di perintahkan oleh Gerhana padanya.


Mereka seperti bertapa dan saling memberi kekuatan.


Cahaya biru kembali menyinari wajah tampan Adam dan semakin besar bias cahayanya semakin memudar wajah asli dari Adam sehingga hanya butuh beberapa menit saja wajah Adam telah berubah menjadi wajah pria lain yang bernama Reno.


"Sekarang nama kamu sudah berubah menjadi Reno."ucap Gerhana pada Adam dan ia pun kembali Makai gelang tangan itu dan menaikkan gelang itu sampai ke lengannya.


**


Sementara di bumi, Rani sedang bercengkrama bersama dengan Erickson si pria tampan dari masa depan.


"Rani!"Panggil Erick.


"Iya Erick ada apa?" Tanya Rani pada Erick.


"Kapan kita ke masa depan lagi?"Ujar Erick pada Rani.


"Nanti aja ya kita ngobrol soal itu, sekarang kita fokus untuk pertahanan di bumi ini apa yang harus kita lakukan agar para monster monster dan alien alien itu tidak sampai masuk ke dalam bumi, aku tak rela melihat bumi tempat tinggal aku hancur berantakan Erick."ucap Rani lagi.


"Tapi Rani, bukannya bumi kalian ini sudah kamu segel dengan empat elemen yang sudah kamu miliki?"Tanya Erick pada Rani.


"Iya juga sih tapi aku takut tidak mempan dengan kekuatan parah monster dan alien alien itu Erick?" ucap Rani sedikit ragu.


"Yakin dan percayalah pasti semua akan baik baik saja,dan soal pertahanan empat elemen itu aku sudah mengujinya kok, semua berfungsi dengan baik."ucap Erick lagi.

__ADS_1


"Terima kasih Erick kamu sudah banyak membantu aku!"Ucap Rani pada Erick.


"Iya gak apa apa namanya juga sahabat pasti saling membantu ya kan Rani?"Ucap Erick sambil mengangkat kedua bahunya.


"Iya sahabat masa depanku!"ucap Rani lagi.


Ketika lagi asyik bercerita tiba tiba dari kejauhan tampaklah ke enam orang sahabat Rani yang baru saja turun dari bis menuju ke rumah Rani.


"Rani...!!"Seru mereka berenam serempak.


"Bawel amat sih tuh gadis gadis?"Rani bergumam perlahan tapi sempat di dengar oleh oleh Erick juga.


"Nggak apa apa Rani, kamu temui mereka ya aku berangkat dulu nanti besok kita ketemu lagi ya Ran?"ucap Erick lagi sambil meraih tas punggungnya dan melesat pergi dari tempat itu.


"Hei cantik! Kemana aja kamu selama ini kenapa gak ada kabar sama sekali cantik?"Erlyen berbicara sambil tersenyum simpul pada Rani.


"Kamu tahu gak Ran,kami semua sangat merindukan kamu Ran,kenapa pergi gak bilang bilang Ran?"pertanyaan yang beruntun datang dari Irna yang ikutan nimbrung juga.


"Maaf teman temanku sayang, aku lagi berkunjung ke kampung halaman ibuku, makanya gak sempat kasih kabar lagian di sana gak ada jaringan sama sekali teman temanku sayang."Bohong Rani pada teman temannya, tidak mungkin kan kalau ia menceritakan pengalamannya berteleportasi bersama Adam dan sempat terjebak di dalam mobil dekat pulau salju dan bisa melihat secara langsung suku bangsa Maori.


Rani menghela nafas panjang, akhirnya teman temannya tidak lagi bertanya padanya soal kepergiannya tanpa pamit itu.


"Kapan kapan kita jalan jalan yuk!"Netta mengajukan rencana mereka untuk berkeliling kota atau hang out bareng sekalian having fun.


"Boleh boleh saja asalkan jangan ingkar janji dan selalu tepat waktu ya?"sambung Rasty lagi.


"Bukannya kamu yang selalu lelet?"sambung Ditta menimpali omongan Rasty.


"Eh, sembarang saja kamu Ditta,aku orang paling tepat waktu asal kamu tahu ya?"Ucap Rasty gak mau kalah.


"Sudah sudah cukup! Kenapa harus jadi masalah kita kan sahabat!"Ujar Rani bijaksana.


"Nah lo berdua ngapain pakai acara ngomel ngomel segala, kayak anak labil aja hehehe...!!"Erlyen ngakak dengan kelakuan sahabat sahabatnya itu.

__ADS_1


** Bersambung ya Guys tolong vote ya dan jangan lupa like dan komentar agar author rajin update setiap hari terimakasih 🙏🥰**


__ADS_2