
Ya sepertinya aku memang sedang bermasalah,tetapi kenapa aku yang bermasalah bukankah Vampir tak kan pernah mengalami masalah apapun dalam hidupnya?
Ketika sedang kalut dalam memikirkan keadaan yang menimpa dirinya tiba tiba ia melihat siluet seorang gadis yang benar benar ia kenal lewat disitu menuju ke kantin kampus.
Sepertinya sejak aku mengucapkan perasaanku pada gadis itu kehidupanku berubah tetapi siapakah gadis yang bernama Maharani itu?
Aku jadi penasaran deh,apakah dia sejenis denganku atau bukan ya?
Stres aku...kenapa bisa begini?Kenapa aku jadi pusing seperti ini ya?
Apa aku harus bertemu dengan guru dulu ya kalau perlu aku akan membawa guru untul melihat Rani dari dekat.
Sejak kejadian di perpustakaan itu pak killer bersikap dingin dengan Rani bahkan ia tak bertegur sapa sekalipun dengan Rani.
"Ran,tumben si killer cuekin lo bukannya ia pernah jujur sama lo kalo dia jatuh cinta sama lo Ràn?"Tanya Erlyen suatu senja di depan kampus mereka.
"Ya aku gak tahu kenapa tiba tiba ia berubah menjadi dingin yang pastinya aku tak menahu soal itu Lyen."Jawabku sambil memakan terus popcorn di tanganku itu.
"Ran aku serius ngomong sama kamu kok bisa si killer suka sama anak baru kencur kayak lo?"Tanya Erlyen lagi yang merasa tidak puas dengan jawaban Rani.
"Terserah kamu aja deh yang penting aku udah kasih tahu yang sebenarnya padamu."Ucap Rani lagi sambil terus makan.
"Kamu ini kerjanya makan aja tetapi badanmu dari dulu gitu gitu aja apa sih rahasianya?"Tanya Erlyen menatap serius pada wajah gadis cantik itu yang merupakan sahabatnya itu.
"Gak tahu lah intinya aku happy dan tetap menjaga kebugaran tubuhku dengan berolahraga setiap pagi dan sore dan yang pastinya aku selalu konsumsi air putih Dua liter perhari sehingga semua racun dan lemak dalam tubuhku terdetoksifikasi dan keluar semua melalui urin dan keringat."Jawaban Rani memang ada benarnya juga sih aku percaya itu.
Ketika lagi asyik bercerita tiba tiba sepasang mata mendekati mereka dengan cara yang sangat menakutkan.
Seekor burung hantu muncul di hadapan mereka dan berniat untuk mencakar Rani dan Erlyen tetapi tiba tiba sebuah cahaya terang muncul dan menyalurkan mata si burung dan burung itu pun menghilang.
Rupanya burung itu jelmaan dari si killer yang berniat untuk menakuti Rani dan Erlyen.
__ADS_1
Si burung pun jatuh terpental di lapangan bola basket di belakang kampus yang menyebabkan belakangnya sangat sakit akibat kena tanah kering dan kerikil.
"Ah sialan siapa sih yang berani mencoba menghalau dari pandangan Maharani?"Gumam si killer dan mencoba untuk bangkit dari jatuhnya tadi dan betapa kagetnya ia saat ia melihat seorang pria bertubuh tegap,atletis dan sangat tampan berdiri di hadapannya dan rambutnya agak gondrong keemasan.
"Aku Gerhana adalah kekasihnya Rani jangan coba coba kamu menakut nakutinya sebelum aku membakarmu."Ucap Gerhana dengan nada mengancam killer.
Si killer langsung kaget dan mencoba mengangkat mukanya untuk melihat siapa sebenarnya pria yang mengaku ngaku sebagai kekasih dari Maharani itu tetapi karena cahaya dari tubuh pria itu sangat kuat sehingga ia tak bisa melihat dengan jelas pria itu.
"Sialan...!!"Umpat Si killer sambil menghilang dari hadapan Gerhana.
"Rani ...kamu gak apa apa kan sayang?"Ucap Gerhana saat mendapatkan Rani dan Erlyen masih syok dengan keadaan tadi.
"Iya Ger kamu baik baik saja tapi kejadian tadi sungguh membuatku sangat kaget dan tak bisa menyangka akan ada penyerangan secara mendadak dan membabi buta seperti tadi itu entah siapa aku benar benar tak tahu."Ucap Rani Sambil berdiri dari tempat duduknya dan tentunya semua yang mereka lakukan di depan kampus itu di saksikan langsung oleh si killer.
"Siapa pria itu?"Ucap Killer dalam hati.
"Aku akan menyelidiki semua hal ini dan aku pastikan aku akan menghajar siapapun yang sudah berani menghalau aku dari hadapan Maharani."Killer terus saja berbicara pada dirinya sendiri.
**
"Kak gimana kalau kita buat surprise pada adek sepertinya adek belum tahu kalau Kak Adrian sudah balik dari luar negeri dan semakin tampan saja."Ucap Adrian sambil tersenyum simpul.
"Adek Rani sini dek lihat kakakmu yang baru datang dari luar negeri dia sangat tampan dan sombong."Ucap kak andrew sambil tersenyum simpul dan mereka berdua pun berniat menjemput Rani di kampus.
"Ayolah bang Adrian sudah lama gak ketemu adek pasti sudah semakin cantik adikku itu."Ucap ADRIAN sambil tersenyum dan menghidupkan mesin mobilnya dan mereka pun meluncur ke kampus di mana Rani kuliah.
A few moment letter...
Kedua pria tampan dan gagah itu pun turun dari.monil mereka berniat untuk bertemu Rani dan membawanya berkeliling kota sambil berbagi cerita karena mereka sendiri belum dapat jawaban dari Ahaz soal kedatangannya.
"Abang kapan Kak Ahaz balik dari Roma?"Tanya Adrian sambil menyetir mobil itu dengan kecepatan yang sangat tinggi.
__ADS_1
Pelan pelan aja dek menyetirnya karena adek sementara bercerita dengan teman temannya di depan kampus sambip menunggu kita ke sana.
Kak Andrew pun menasehati agar Adrian menyetir mobilnya dengan kecepatan biasa saja.
"Siap Kaka...!!"Jawab Adrian sambil tersenyum dan ia pun memperlambat jalan mobilnya itu.
"Itu adek..."Ucap Andrew sambil menunjuk ke arah depan di mana Rani sedang bercerita dengan Erlyen dan beberapa orang teman mereka.
Adrian yang sudah sangat menahan rasa dinegara adik perempuan semata wayangnya itu pun menghentikan mobil dan turun dari mobil serta merta ia pun berlari ke arah Rani Sambil berteriak memanggil nama Rani.
"Adikku sayang Maharani."Panggil Adrian sambil mendekati Rani dan memeluk serta menggendong Rani sampai semua popcorn milik Ranintiba rumah di atas pangkuannya Erlyen.
"Maaf Lyen ..!!"Ucap Rani Sambil mempererat pelukan Adrian.
"Hei Kak Adrian?"Sapa Erlyen sambil berjabat tangan dengan Erlyen.
"Apa kabar Dek erlyen?"Tanya Adrian sambil berjabat tangan dengan Erlyen.
"Baik Kak sehat selalu."Jawab Erlyen sambil tersenyum manis ke arah Adrian.
Adrian pun membalas senyuman Erlyen dan mereka pun duduk di bangku depan kampus itu sambil bercerita cerita.
"Abang jangan pergi lagi ya Bang?"Ucap Rani memelas sambil memeluk erat tubuh pria di sampingnya itu dengan rasa rindu.
"Iya sayang kakak janji kakak takkan pernah pergi lagi kemana mana cukup menjaga adikku saja yang semakin hari semakin menggemaskan ini."Ucap Adrian sambil tersenyum dan mengacak acak rambut Rani.
♡○●♡○●♡○●♡○●♡○●♡○●♡○●♡○●°°°°○○•••
Sedangkan di dalam ruangan sana seseorang sedang mengutuk habis habisan Rani karena ia gagal mendekati Rani.
To be continued
__ADS_1
°•°•°•°•°•°•°•~~☆☆☆☆~°•°•°•°•☆¤☆¤☆¤☆♡♡
Denpasar,senja hari 18.33 Essy Kehi _09122021