Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
38


__ADS_3

💓💓


Makasih ya sudah setia menunggu update terbarunya maaf Author belum sempat mengupdate karena harus membagi waktu untuk menulis update lanjutan cerita cerita dari author di tambah lagi author sibuk membantu anak anak author yang belajar secara online jadi butuh bimbingan ekstra dari author 🙏


Untuk itu Author akan crazy update ya kebetulan anak anak lagi liburan naik kelas jadi author sedikit merasa lega untuk update...


Jangan lupa dukung terus author ya biar author semangat menuangkan ide ide pada episode selanjutnya...


Love you Readers 💓💓


💓💓


Gerhana & Rani


**


"Selamat pagi Tuan Putri, tolong periksa sampel ini ya kan kamu memilih jurusan antariksa seharusnya kamu lebih tahu menahu soal sampel itu kira kira dari masa apa?"Ucap Gerhana pada Rani.


"Lho bukannya kamu yang lebih tahu dari aku Ger, kan kamu manusia super yang terkenal di abad 21 ini aku harap kamu bisa memberikan jawaban yang tepat atau aku pecat kamu dari hubungan persahabatan kita ya Gerhana?" ucap Rani sedikit menegaskan suaranya agar terlihat serius.


"Serius Lo Ran, mau pecat gue dari persahabatan kita Ran?" ucap Gerhana sambil mencoba meraih tangan mungil Rani.


"Kamu serius banget sih Ger, masa aku akan dengan mudahnya memutuskan hubungan persahabatan kita? Tanggapan Lo gila banget Ger aku gak sebodoh itu Ger kamu sahabat aku dan selamanya akan selalu jadi sahabat aku Ger!!" ucap Rani sambil menunjukkan jari kelingkingnya pada Gerhana, dan Gerhana membalasnya dengan menggaet kan jari kelingkingnya pada jari kelingking Rani.


"Nah begitu kan bagus?" ucap Rani sambil tersenyum simpul.


"Eh, Gerhana bagaimana kalau kita adakan camping di bukit dekat hutan mangrove itu?"ajak Rani mencairkan suasana tegang yang terlihat jelas dari mata Gerhana.


Awalnya sih Gerhana takut banget dengan Rani , ia takut Rani memutuskan tali persahabatan mereka, karena dari awal Gerhana sudah sangat menginginkan Rani sebagai calon pendampingnya walaupun ia kadang takut menghadapi kenyataan yang ada.


"Ger!Kok malah melamun sih aku bilang bagaimana kalau kita camping di bukit dekat hutan mangrove itu aku rasa ini ide terbaik?" ucap Rani lagi sambil menunggu Gerhana menanggapi ajakannya.


"Apa boleh kamu diperbolehkan ibumu kesana Rani?" tanya Gerhana penuh selidik.


"Ya boleh dong sekali sekali kan bukan setiap hari kita kesana lagian aku rasa itu tempat yang paling indah yang pernah aku impikan untuk ke sana Ger!!"ucap Rani sambil mencubit pipi Sahabatnya itu.


"Kamu menganggap aku sebagai sahabat tetapi aku merasa kalau kita bukan sekedar sahabat Rani, aku rasa kita akan menjadi sepasang kekasih yang akan menguasai bumi ini, aku berharap kamu akan mengajak aku kembali ke jalan yang benar yaitu jalan dimana kamu mempercayai Tuhanmu Rani.


Aku pasrah Rani, aku tahu mana yang akan kamu lakukan padaku, perlahan lahan mata hatiku berkata kalau kamu adalah masa depanku dan itu bukan suatu khayalan tetapi realita yang sesungguhnya Rani." Gumam Gerhana dalam hati.


"Rani ayo kita pulang karena hari sudah mulai malam aku takut kamu dimarahi oleh ibu kamu!" ucap Gerhana sambil memegang tangan Rani dan membawanya pergi dari halaman sekolah itu menuju ke jalan raya untuk menunggu bis tujuan rumah Rani.


"Ger, kamu pulang sudah, aku bisa kok pulang sendiri percayalah padaku Ger!"Rani meyakinkan Gerhana yang kadung menjadi protektif pada Gadis itu.


"Ger, aku belum mau pulang rumah aku masih mau ke pantai dulu sore seperti ini sambil melihat sunset sangat indah." ucap Rani tersenyum sambil menatap birunya laut dan birunya langit sebiru hatinya.


"Ger, gitar kamu mana aku pinjam ya?" ucap Rani langsung meraih gitar yang sudah di simpan Gerhana di punggungnya itu.


"Kamu mau nyanyi lagu apa Rani?" tanya Gerhana sambil menyerahkan gitar kesayangannya itu.


"Nanti juga kamu tahu lagu yang akan aku nyanyikan ini,sabar ya?" ucap Rani sambil memainkan melodi dengan gitarnya Gerhana.


Rani pun mulai memainkan melodi sambil menyanyikan lagu dari "Jikustik"


** Samudra Mengering **


Aku harus bisa mengalahkan


Malam-malam kesepian


Yang menjadi musuh besarku


Aku harus bisa menaklukkan


Hari-hari sendirian


💓💓💓💓💓💓💓💓


Yang menjadi lawan tangguhku


Tak ada yang akan bisa meruntuhkan niatku

__ADS_1


'Tuk bertemu, memeluk, dan menyanding...


Meski surya membenamkan tubuhku di lautan


Kutunggu sampai samudra mengering


Kutunggu sampai samudra mengering


Aku harus bisa menaklukkan


Hari-hari sendirian


Yang menjadi lawan tangguhku


Tak ada yang akan bisa meruntuhkan niatku Tuk bertemu memeluk dan bernyanyi,


Meski Surya membenamkan tubuhku di lautan


Ku tunggu sampai samudera mengering


Ku tunggu sampai samudera mengering...


"Terimakasih Tuan Gerhana" ucap Rani memberi hormat pada Gerhana yang membuat Gerhana memberikan tepuk tangan meriah.


"Terimakasih Tuan Putri lagu mu mengalihkan pikiranku yang lagi kalut!" ucap Gerhana tiba tiba.


"Lho kok kalut?Kenapa Ger?Ada apa?Cerita dong ke aku siapa tahu aku ada solusi buat hatimu yang kalut itu."Ucap Rani sambil tersenyum.


"Suatu saat kamu pasti akan kuberitahu, aku masih butuh waktu untuk menjelaskan apa yang ku alami saat ini Rani!" ucap Gerhana pada Rani.


"Iya tapi aku kan sahabat kamu Gerhana? Kenapa kamu bahkan tak menganggap aku sebagai sahabat kamu?" tanya Rani dengan nada kesal.


"Namanya sahabat harus saling berbagi kesedihan, kesenangan dan apapun yang dirasakan harus dibagikan biar hati kita aman dan tenteram, aku gak percaya kalau hati kamu kalut, pasti kamu hanya mengada ada saja biar jadi pusat perhatian!"ucap Rani sengaja memancing emosi Gerhana, karena Rani tahu betul sifat dari Gerhana yang tak mau ada seorang pun memancing emosinya.


"Kamu ...!" ucap Gerhana tertahan emosi karena ia belum ingin membuka hatinya untuk siapapun ia benar benar harus memastikan kalau Rani itu hanya manusia biasa dan bukan dari bangsa Peri, tetapi bagi Gerhana kalaupun Rani itu titisan Dewa yang menikah dengan peri ia akan sangat berbahagia karena hidupnya terselamatkan.


Kenapa terselamatkan?


Bagi mereka kehidupan klan mereka sangat penting dari kehidupan klan lainnya, bahkan mereka tidak segan segan untuk menghancurkan klan lain untuk menguasai alam gelap.


Gerhana tidak sependapat dengan mereka, ia dan ibunya di ungsikan ke dunia manusia karena mereka tidak seia sekata atau tidak sejalan dengan klan Raja Vampir yang merupakan ayah dari Gerhana.


Gerhana itu perpaduan antara manusia, Vampir dan Peri jahat.


Gerhana lebih suka menjadi pusat perhatian dan lebih suka bergaul dengan manusia karena memang ia punya darah campuran yang harus ia jaga.


Cita cita Gerhana adalah mencari anak peri langit ketujuh yang konon katanya terjun ke dunia dan hidup di dunia manusia dan bahkan mereka telah menjadi Manusia seutuhnya karena sifat dan karakter serta kelakuan mereka yang sama dengan manusia sehingga mereka di terima oleh alam bumi dengan sangat baik.


"Rani!Suatu saat kamu akan tahu apapun yang ada dalam hatiku saat ini. aku antar kamu pulang ya dan ingat besok kita campur di hutan mangrove dekat bukit duri itu ya?" ucap Gerhana sambil mengacak rambut Rani yang panjang dan hitam berkilau itu dengan gemasnya.


"Ger!"panggil Rani yang tak ingin Gerhana segera pergi.


"Lho katanya mau mengantar aku ke rumah kok malah pergi sih ?"ucapan Rani mengingatkan Gerhana pada janjinya tadi bahwa ia akan mengantar Rani sampai di rumahnya.


"Ooo iya maaf Tuan Putri Aku lupa! hehehe..." Gerhana terkekeh karena lupa dengan ucapannya.


"Ayo berangkat!" ucap Gerhana pada Rani.


Rani pun ikut naik keatas mobil Gerhana, dan mobil itu berangkat dengan sangat perlahan lahan.


"Rani andaikan kita bisa berkunjung ke Bulan apa kamu juga pernah berpikir seperti itu?" tanya Gerhana dalam keheningan.


"Ah, aku gak pernah berpikir seperti itu karena itu gak mungkin terjadi, karena kita kesana harus benar benar pintar dan menguasai Geografi."ucap Rani dari sisi ilmu yang ia baca.


"Gadis ini sangat misterius, apa benar ia hanyalah manusia biasa tapi ya gak apa apalah sambil aku cari keberadaan putri bungsu peri langit ketujuh."Gumam Gerhana dalam hati.


"Tapi aku harus pastikan kalau ia memang benar benar anak manusia biasa, karena aku sedikit terganggu karena tidak bisa membaca isi kepalanya, dan juga ia begitu tertutup." Gerhana semakin menghayal.


"Gerhana, kamu memikirkan apa lagi Ger?"tanya Rani pada Gerhana.


"Nggak Ran, aku gak mikir apa apa!" ucap Gerhana Kemabli fokus ke jalanan.

__ADS_1


"Itu rumahku Ger, depan ada pintu cat biru langit, tuh ada Pak Dadang Satpam yang sudah bekerja dirumah ini sejak aku belum lahir Ger?" ucap Rani membuat Gerhana kaku seketika karena Rani tidak menunjukkan sesuatu yang ia cari.


"Ok, baiklah Rani besok aku jemput ya agar kita bisa camping, ingat untuk beritahu teman temanmu agar kita bisa sama sama ke sana dan aku yakin pasti ramai."ucap Gerhana sambil memegang erat tangan mungil milik Rani.


"Bye bye aku pergi ya Rani," ucap Gerhana sambil melambaikan tangan ke arah Rani.


"Sampai jumpa ya??"


keduanya mengucapkan secara bersamaan tanpa sengaja.


**


"Huh, akhirnya Gerhana pun pergi aku merasa kalau Gerhana mencurigai ku." gumam Rani pada dirinya sendiri.


Setelah masuk ke dalam rumah ia melihat sang ibu lagi memasak makan malam untuk mereka berdua.


"Mama lihatlah anakmu pulang," ucap Rani sambil merangkul Mama Elaine dan mengecup pipi wanita cantik itu.


Walaupun sudah tua tetapi wajahnya masih terlihat sangat cantik, mungkin karena ia beliau adalah seorang bidadari langit ke tujuh makanya kecantikannya tak lekang oleh waktu.


"Mam, sepertinya Gerhana mencurigai Rani deh Mam, Dia mencoba menjebak Rani dengan berbagai pertanyaan tapi Rani bisa mengelak dari semua pertanyaan itu dan Rani harap dia gak akan bertanya lagi soal Rani Mam."ucap Rani sambil mengerucutkan bibirnya.


"Sudahlah Nak, apapun yang terjadi hari ini lupakanlah sekarang kita makan dulu, tapi sebelum makan kamu harus mandi dan ganti pakaian dulu deh bau asem tuh badan." ucap Mama Elaine sambil menarik anaknya itu masuk ke dalam kamar mandi.


Rani dengan segera mandi dan membersihkan dirinya dari keringat yang menempel di tubuhnya.


Ia mandi sambil bernyanyi, tetapi tiba tiba ia berhenti menyanyi karena ia teringat akan Adam pria yang selama ini telah mengisi hatinya, pria yang selama ini selalu melindunginya.


**


Adam


🍒💓🍒💓🍒💓🍒💓🍒💓🍒💓💓🍒💓🍒


"Rani! Maafkan aku yang pergi tanpa pamit aku harap kamu mau memaafkan aku, aku tahu kamu pasti sedih tetapi aku akan menjelaskan semuanya padamu.


Aku harap kamu jangan sampai mempercayai Gerhana karena dia adalah pria dari keturunan jahat yang hanya akan memanfaatkan dirimu untuk mencapai tujuannya.


Aku harap kamu mau menunggu aku sampai selesai pertapaan aku.


Adam sementara ini sedang dikurung oleh ayahnya karena dianggap melawan orang tuanya.


Walaupun Adam turun ke bumi dalam bentuk manusia tetapi ia tak boleh terlalu larut dengan seluk beluk manusia, ia tidak boleh membantu manusia tetapi Adam melanggar itu semua ia bahkan membantu Rani dalam menghajar semua anak buah ayahnya si Raja Iblis.


Raja Iblis murka dan langsung menarik kembali putranya itu ke alam mereka dimana Adam akan di beri pelajaran dan pelatihan yang lebih ketat lagi, Adam akan dipengaruhi dicuci otaknya agar bisa membantu klan yang dipimpin oleh ayahnya si Raja Iblis agar menguasai dunia manusia, mereka harus menghancurkan segala yang baik dan menyelamatkan segala yang buruk.


Adam tak pernah menyangka kalau ibunya tidak memiliki kekuatan apapun karena sudah dihisap oleh ayahnya si Raja Iblis sehingga ia tak bisa membantu putranya itu.


"Maafkan Bunda Nak, Bunda tidak memiliki sedikit pun kekuatan untuk membawamu kembali ke dunia manusia." ucap ibunya sambil memandangi wajah putranya itu.


"Ibu apa ibu bisa membantu Adam?" tanya Adam pada sang ibu.


"Apapun itu Nak akan ibu coba!" ucap ibunya Adam sambil menatap wajah tampan putra sematawayangnya itu.


"Ibu tolong ambil gelang ini, gelang ini akan terhubung ke seseorang yang sangat baik dengan Adam, dia adalah seorang sahabat bahkan lebih dari sahabat bagi Adam, tolong tunjukkan gelang ini padanya dan minta tolong agar Ia membantu Adam keluar dari sini Bunda!" ucap Adam pada Sang Ibu.


"Baiklah Nak apapun itu ibu akan coba membantu kamu Nak! Tapi apakah kamu tahu kalau kamu akan menjadi sasaran utama kemarahan ayahmu Nak?" tanya ibunya sambil memandangi wajah pucat putranya.


"Adam siap Bunda, apapun itu akan Adam hadapi Adam adalah anak laki laki Bunda harus tahu bahwa laki laki lebih kuat dibandingkan dengan perempuan, Adam yakin Adam pasti bisa menyelesaikan semua masalah pelik ini." ucap Adam penuh semangat.


Setelah mendapat gelang itu ibu Adam kembali ke bumi dengan bantuan kekuatan gelang itu sehingga ia pun tiba di bumi dengan keadaan baik baik saja tanpa diketahui oleh suaminya sang raja Iblis itu.


Ia pun langsung mencari Rani, tetapi ia tak menemukan Rani justru ia bertemu dengan Gerhana yang kala itu sedang melamun dimana Gerhana pernah membawa Rani duduk disana sambil mendengar lagu yang dinyanyikan oleh Rani.


Gerhana pernah bertemu Adam dan ia pun sudah mengetahui siapa Adam sebenarnya.


"Nak, apakah kamu bisa membantu Ibu?" tanya Ibu Adam pada Gerhana.


"Bisa Bu!" jawab Gerhana tulus....


** Bersambung ya Readers tersayang Tolong di like komentar dan vote ya biar author rajin update setiap hari terimakasih 🙏🥰**

__ADS_1


__ADS_2