
**
Rani akhirnya tertidur dalam pelukan Adam yang hangat.
Adam sedikitpun tak bergeming, ia pun larut dalam khayalannya yang sempat tertunda akibat ia pergi bersama Rani.
Sebenarnya Adam bisa saja membawa Rani keluar dari perangkap itu, tapi ia masih ingin berdua dengan Rani dan ia masih ingin mencium wangi aroma tubuh Rani.
Rani pun demikian ingin rasanya ia pergi dari situ kembali ke dunia tempat tinggalnya tetapi ia tidak bisa melakukannya karena ia takut Adam mengetahui siapa dirinya sebenarnya.
Rani dilema dalam menghadapi kenyataan sebenarnya.
" Bagaimana dengan Mama di rumah, bagaimana dengan Kak Adrian, Kak Andrew, aku merasa sangat merindukan mereka " ucap Rani perlahan tapi di dengar oleh Adam.
" Rani ! kamu mengigau tentang keluarga kamu Rani, aku akan mencoba mengeluarkan kita dari sini " ujar Adam dan mencoba menggendong Rani menuju ke dalam mobil.
Setelah masuk mobil, Adam berusaha konsentrasi agar bisa membawa pulang Rani ke dunia dimana mereka tinggal, tetapi upayanya sia sia saja.
Tiba tiba Rani memegang seat belt mobil itu dan memegang erat tangan Adam dan mulutnya mencoba untuk mengingat tempat mereka kunjungi saat sebelum terjebak di sini.
" Taman kota ! " sebut Rani dalam hatinya dan mereka pun tiba tiba sampai di taman kota dekat halte dekat kampus Rani.
Ketika Adam membuka kaca mobil ia baru sadar kalau ia dan Rani berada di taman kota dekat kampus..
" Wah amazing, tetapi aku tak pernah meminta untuk kembali kesini siapa yang sudah mengirim kembali kami ke bumi ? " pertanyaan itu kembali merasuki pikiran Adam.
Di tatapnya wajah cantik Rani yang matanya masih tertutup rapat dan memegang erat tangan Adam.
" Rani, bangun Ran kita sudah kembali ke bumi aku gak tahu apa yang terjadi pada kita tadi tapi sepertinya kita salah masuk ke dimensi dunia lain " ucap Adam sambil tersenyum dan memegang pipi Rani.
"Sepertinya ada orang yang sengaja memindahkan kita ke alam lain, entah siapa orang itu aku tak tahu " ucap Adam pada Rani.
" Adam tolong antar aku kembali ke rumahku ya, " ucap Rani pada Adam.
__ADS_1
" Baiklah Rani ! " ucap Adam langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Ketika mobil masih melaju terlihat dari arah depan sebuah gulungan kabut berada di tengah tengah jalan, akhirnya dengan susah payah Adam membanting setir ke kiri sehingga mereka melewati gulungan kabut hitam tebal itu dengan selamat.
" Akhirnya kita bisa melewati gulungan kabut itu juga " gumam Adam sambil tersenyum.
" Rani, apa kamu takut ? " tanya Adam pada Rani yang sedari tadi hanya diam membisu.
" Aku gak takut kalau ada kamu ! " jawab Rani jujur membuat jantung Adam berdetak dengan cepat.
" Itu rumahku nomor 07 Dam ! " ucap Rani sambil menunjuk ke arah sebuah mansion yang sangat indah dan rindang.
" Wow, Ran rumah kamu ternyata sangat indah ya ! " ucap Adam pada Rani.
" Nggak juga sih ,biasa aja Dam, kamu singgah dulu atau mau langsung terus ? " aja k Rani sedikit basa basi.
" Kalau boleh aku mau singgah sebentar tetapi aku ada sedikit urusan yang harus ku tangani Rani, besok besok aku pasti singgah untuk minum teh buatanmu " ucap Adam langsung pergi dan berlalu dari hadapan Rani.
Rani tak sadar bahkan Rani pun pingsan karena kaget dengan keadaan seperti itu.
" Apa yang terjadi padaku kenapa aku kembali mengalami hal aneh ? " Rani menggumam dalam hati.
" Rani ! ini Gerhana, bagaimana cara aku menjelaskan kepada kamu Rani ? aku sungguh tak tahu '' ucap Gerhana sambil menyeringai melihat Rani masih ketakutan.
" Jangan takut Rani ! kamu gak akan aku apa apakan karena aku mencintaimu dari segala apapun termasuk nyawaku hanya untuk dirimu " ujar Gerhana sok sok jadi pahlawan.
" Aku trauma Gerhana ! aku takut kejadian kemarin terulang lagi " ucap Rani sambil menutup matanya.
" Tenang aja apapun gak akan menimpa dirimu karena aku akan selalu bersamamu menjagamu hingga selamanya " ucap Gerhana penuh semangat.
" Rani ! Aku ingin mengucapkan sesuatu padamu, bolehkah aku mencintaimu dan menyayangimu ? " ucap Gerhana ber api api.
" Maaf Gerhana bukannya aku menolak tetapi aku benar benar belum bisa menerima pernyataan mu itu mohon jangan marah Gerhana " ucap Rani hati hati.
__ADS_1
" Apa kurangnya aku ? apa aku kurang ganteng ? apa aku terlihat miskin ? apa aku terlihat seperti orang yang gak punya perasaan ? " ucap Gerhana tiba tiba dengan mata berkilat kilat.
Rani langsung memeluk Gerhana, dan berkata dengan halus dan lembut " Maaf Gerhana aku belum bisa pacaran untuk saat ini karena aku masih fokus kuliah, aku harap kamu mengerti aku dan gak marah marah please kalau kamu marah aku benar benar takut Gerhana ! " ucap Rani tidak mau mengalah juga.
Gerhana karena terlalu emosi akhirnya ia menyerang benda benda di sekitarnya dengan menggunakan tangannya yang sudah mengeluarkan cahaya panas seperti bara api.
Bukan saja seperti itu tetapi Gerhana juga menghantam batu di sekitar mereka berdiri dengan tangannya hingga tangan itu berdarah.
" Gerhana cukup jangan kamu melukai dirimu sendiri, tolong berhenti Gerhana aku tak sanggup melihat kamu seperti ini " ucap Rani dengan lembutnya.
" Tapi kamu tak mau menerima aku sebagai kekasihmu , kenapa Rani ? apa karena Adam sudah mengisi hatimu ? jawab aku Rani ! " Ucap Gerhana dengan emosi yang menggebu.
Tangis Rani pun pecah, Rani menangis sambil menutup matanya karena takut dengan kelakuan Gerhana.
" Kamu mau aku menghabisi Adam ? " ucap Gerhana sambil terus membakar semua benda yang berada di sekitarnya.
" Cukup Gerhana kamu sangat kasar padaku, kamu bisa melukaiku Gerhana ! " ucap Rani lagi dengan suara lantang tetapi tetap lembut.
" Rani aku benar benar minta maaf karena sudah memaksakan cintaku padamu Rani ! Tetapi ingat aku gak akan pernah melihat kamu berjalan dengan pria siapapun karena aku akan menghancurkan siapa pun yang mendekati mu kecuali manusia biasa ! " ucap Gerhana dengan suara lantang.
Tanpa sadar Gerhana melayangkan sebuah tamparan di pipi Rani.
Rani terduduk di atas rumput hijau itu dengan lemas karena tak tahan dengan kelakuan Gerhana akhirnya Rani sengaja pingsan untuk menghindari Gerhana.
Gerhana belum menyadari kalau Rani pingsan.
Sudut bibir Rani mengeluarkan darah segar akibat tamparan Gerhana tadi.
Gerhana membalikkan badannya dan melihat Rani betapa kagetnya ia karena mendapati gadis yang di sayangnya terkapar tak berdaya.
" Rani ! " panggil Gerhana dengan suara lirih. Apa yang terjadi ketika dilihatnya darah segar di sudut bibir Rani.
" Rani ! bangun sayang aku gak pernah bermaksud untuk melukai dirimu, aku benar benar jahat telah melukaimu Rani bangun sayang ! aku janji gak akan pernah kasar sama kamu lagi Please bangun Rani jangan tinggalkan aku " ucap Gerhana bersungguh sungguh sambil memeluk Rani dengan eratnya.
__ADS_1