Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
61


__ADS_3

Seorang bidadari yang berambut panjang dan berwarna keemasan turun dari kursi putih dan sangatlah indah,dialah bidadari langit ke tiga yang konon katanya pernah kehilangan bayi pertamanya saat beribu ribu tahun lalu ia melahirkan bayi pertamanya, bidadari itu sangatlah anggun.


Bidadari itu bernama Bidadari Elsa, bidadari penguasa langit ke tiga.


"Mendekat kemari Nak,"Tegur Elsa pada Rani dan Gerhana.


"Terima kasih Bidadari...!!"Rani mengucapkan terima kasih atas panggilan dari sang bidadari yang menganggap mereka anaknya.


Dengan segera kedua anak muda itu mendekati bidadari Langit ke-tiga.


Ketika mereka sedang menuju ke tempat di mana bidadari langit ke-tiga berada,tiba tiba semua cahaya biru dan putih,datang dan mengelilingi mereka berdua, dan lagi ternyata pasangan burung Phoenix warna biru dan putih juga ada disana.


Semua orang berkumpul karena akan ada festival memanah dari para bidadari bidadari langit itu.


Rani sudah berganti pakaian dengan pakaian kebesaran bidadari langit yang sangat anggun dan elegan itu.


Gerhana pun demikian,mereka berdua berpakaian layaknya bidadari langit.


Gerhana menoleh ke arah Rani dan melihat apa yang dilakukan oleh gadis kesayangannya itu, ternyata gadis itu berdiri dengan anggunnya dan bersinar biru putih seakan akan ia adalah bidadari yang baru turun dari langit.


Terdengar suara anggun bidadari Eloisa yang memanggil Mama Elaine untuk maju ke atas pentas untuk memanah.


Rani melihat sang bunda sedang berjalan ke atas panggung dan mengambil panah untuk memanah.


Mama Elaine tersenyum sambil memberi hormat pada hadirin semuanya, kemudian mulai memanah dan panahan itu melesat dengan sempurna tepat pada sasarannya.


Suara tepuk tangan bergema di sekitar taman istana langit itu,kenapa tiba tiba mereka telah tiba di istana langit? Karena mereka bisa melakukan apapun dan kapanpun mereka inginkan mereka akan segera berpindah tempat,ternyata lagi suatu keajaiban terjadi di perkebunan apel itu ada sebuah lorong dimensi lain yang menghubungkan masa silam masa sekarang dan masa depan, hanya saja lorong misteri itu hanya boleh dilewati oleh orang orang yang memiliki jiwa kebenaran dan keberanian serta kepercayaan yang tinggi pada Tuhan Yang Maha Kuasa.


Konon menurut cerita, siapapun yang masuk ke dalam lorong waktu itu orang tersebut tidak akan pernah kembali lagi alias hilang entah kemana.


Rani dan Gerhana berencana untuk masuk ke lorong misterius itu,mereka ingin membuka tabir rahasia yang tersimpan dalam lorong ruang dan waktu yang masih sangat misterius itu.

__ADS_1


Kali ini,kita akan berpetualang ke dimensi lain untuk mengetahui apa saja sih yang berada di dimensi lain?


Sebelum kesana kita akan menyiapkan semua bekal kita di sana.


Ketika kedua anak muda itu sedang larut dalam lamunan mereka,tiba tiba bidadari Eloisa memanggil nama Maharani alias Rani untuk mengambil posisi memanah di atas panggung.


Semua hadirin bersorak gembira,tetapi ada yang bertanya tanya siapa Maharani itu?Bukankah Maharani sudah lama hilang di bumi beberapa abad silam?


Semua pertanyaan itu membuat mereka sangat penasaran ingin melihat seperti apa Maharani yang di maksud oleh bidadari Eloisa itu.


Dengan sebuah jentikkan jari,Rani telah naik ke keatas panggung membuat para hadirin semakin bersorak sorai dan ternyata nih mereka semua sudah berada di halaman istana langit, entah mereka masih di perkebunan apel atau tidak mereka benar benar mengalami teleportasi yang tak ada satu orang pun yang mengetahui keberadaan mereka berdua untuk saat ini.


Dengan anggun,Rani mengambil busur panah dan mulai mengarahkan ke sasaran, tetapi entah apa yang ada dipikirannya tiba tiba ia menurunkan kembali panahnya sambil berkata pada bidadari Eloisa.


"Bunda Eloisa apakah Rani boleh minta sesuatu?"Tanya Rani pada bidadari Eloisa.


"Boleh Nak,apa yang kamu inginkan?"Tanya bidadari Eloisa pada Rani.


"Gadis ini sangat berani..!!"Gumam Gerhana pada dirinya sendiri.


Akhirnya permintaan Rani dikabulkan.


Dan mereka yang menyiapkan acara itu mulai mempersiapkan seperti apa yang diminta oleh gadis itu.


Setelah semua siap, Rani pun kembali naik ke atas panggung dan mengambil busur dan panahnya, ia pun menaiki seekor kuda putih berponi putih dan bertanduk seperti unicorn,berbulu pink atau merah muda diatas kepalanya.


"Hai pinky, apa kamu siap melakukan misi kita?"Tanya Rani sok akrab dengan pinky si unicorn.


"Ya saya siap Tuan putri...!!"Jawab pinky pada Rani.


"Baiklah ayo bersiap...!!"Ucap Rani mulai mempersiapkan panahnya.

__ADS_1


Setelah hitungan ke Tujuh,pinky si unicorn langsung melesat mengikuti jalur yang sudah di tentukan oleh para juri dan Rani berdiri pada posisi lurus dan mata berkedip ke arah sasaran panahnya.


Kenapa hitungan sampai tujuh? Karena Eloisa tahu bahwa Rani adalah penerus langit ketujuh yang telah vakum berabad abad lamanya.


Dengan cekatan Rani pun mulai memanah, dan anak panahnya itu melesat dengan sangat baik dan menukik seperti paruh burung elang,meliuk seperti tarian burung Phoenix menuju ke arah sasaran yang berjejer.


Tiba tiba panahnya itu mengenai lapisan pertama dan menembus sampai lapisan ketujuh sekaligus memecahkan botol yang tersimpan di antara lapisan ketujuh dan ke enam.


Semua mata yang melihat sungguh tercengang dan mereka semua pun melepaskan bunga bunga dan burung burung merpati putih yang mereka bawa ke atas panggung dan burung burung itu pun membawa sebuah mahkota bertahtakan berlian termahal di dunia diatas kepala Rani.


"Terimalah hadiah kecil kami Tuan putri...kami sangat senang dengan kedatangan tuan Putri yang telah hilang berabad abad lamanya."Ucap bidadari bidadari itu sambil menyanyikan lagu lagu indah dan meniup seruling yang sangat indah.


Rani pun mengungkapkan terima kasih pada semua bidadari yang ada disitu dan ia pun memeluk erat Mama Elaine dan menangis penuh kegembiraan dalam pelukan sang bunda.


"Mama,apakah Rani bermimpi?"Tanya Rani sambil mengangkat wajahnya dan melihat ibunya yang sudah berubah menjadi seorang bidadari yang sangat cantik, cantiknya bidadari itu membuat Rani hampir tak mengenali ibunya.


"Mama?"Panggil Rani heran.


"Iya sayang maafkan Mama yang tak bisa bersamamu pulang ke bumi karena Mama harus menemui kakek kamu Nak, kakek kamu adalah Raja Langit dan mungkin dalam beberapa waktu ini Mama belum bisa kembali ke bumi, Mama harap kamu bisa menjaga rumah kita di bumi ya?Tolong ceritakan apa yang kamu lihat ini pada kakak kakak kamu ya Nak?!"Ucap Mama Elaine sambil tersenyum dan mengecup kening Rani.


"Nak Gerhana saya menitipkan anak saya yang bungsu padamu,tolong dijaga ya?Dia harus selesaikan studinya agar kelak bisa menjadi manusia yang berguna bagi Nusa dan bangsa.


Setelah berkata demikian, Gerhana memegang erat tangan Rani dan menutup mata Rani dan mereka melesat pergi meninggalkan tempat itu.


Tiba tiba saja mereka telah berdiri di tepi jalan sebelum masuk ke perkebunan apel itu.


Gerhana memeluk Rani dari belakang sambil berbisik.


"Ayo sayang kita harus ke hutan Amazon, seperti rencana awal kita...!!"Ajak Gerhana sambil tersenyum bahagia.


**

__ADS_1


Bersambung guys...


__ADS_2