
"HAPPY BIRTHDAY KE - 67 UNTUK BAPAKKU TERSAYANG, PAHLAWAN BAGI KELUARGAKU TUHAN MEMBERKATI 🙏💙💝🎂🎀🎁"
Happy reading ya guys....
**
Malam telah datang menguasai alam ini, mentari telah kembali ke peraduannya, burung burung malam berkicau dengan sangat merdunya.
Aku tak bisa memejamkan mataku karena aku merasa mata batinku terbuka dan aku merasa ada banyak mata yang memandangku, yang tersenyum melihatku.
Banyak binatang kecil di antara rerumputan hijau yang tertimpa cahaya bulan,mereka seakan-akan mengenali sang bidadari yang cantik jelita yang berbaur dengan manusia dan sangat menyayangi setiap makhluk hidup ciptaan Tuhan.
Aku mencoba bangun dan duduk, sengaja tak ku hidupkan lampu di dalam tendaku aku hanya duduk diam bersila dan menatap melalui sebuah lubang kecil ke arah tendanya Gerhana.
Terlihat dari lubang kecil itu kalau Gerhana masih duduk di dalam tenda dan sedang melakukan semedi.
Karena penasaran aku pun,keluar dari tendaku dan berjalan perlahan menuju ke arah kamar mandi yang baru sore tadi baru saja di bangun oleh Gerhana.
Ketika hendak ku buka pintu kamar mandinya tiba tiba sebuah tangan kekar dan dingin bercampur panas memegang pundakku dan membawa aku ke arah tanah lapang yang agak luas di depan tenda kami.
"Sssst...mau kemana Rani?"Tanya Gerhana sambil tetap memegang erat tanganku.
"Aku mau ke kamar mandi..!!"Jawabku tanpa menoleh sedikitpun kepadanya.
"Jangan bohong Rani, katakan padaku apa yang kamu lihat tadi?"Tanya Gerhana memaksaku untuk menjawab pertanyaannya yang sebenarnya tak ku tahu.
"Benar deh Ger,aku memang gak bisa tidur dari tadi bolak balik ada banyak nyamuk yang menggigit kaki dan tanganku, kamu tahu kan kalau selimut aku basah sore tadi."Jawabku sambil ku tolehkan wajahku dan kulihat wajahnya yang tampan bersinar di terpa cahaya bulan.
"Ger, please deh aku kebelet pipi,aku harus ke kamar mandi please!!"Pintaku padanya.
__ADS_1
Akhirnya ia pun mengijinkan aku menuju ke kamar mandi.
Setelah aku selesai melakukan ritualku di kamar mandi, aku keluar dan berjalan ke arah tendaku, tapi lagi lagi aku di cegat oleh Gerhana.
"Maukah kamu menatap bulan bersamaku,"pinta Gerhana sambil tersenyum.
"Apa kamu gak apa apa Ger?"Tanya Rani pada Gerhana.
"Maksudnya?"Gerhana balik bertanya.
"Maksudnya bagaimana dengan luka kamu tadi apakah sudah sembuh?"Tanya Rani pada Gerhana.
"Kamu gak usah khawatir,soal luka cambuk tadi sudah sembuh kok berkat pertolongan obat dari kamu."Jawab Gerhana pada Rani.
"Syukurlah kalau begitu." Jawab Rani sambil melangkah bersama Gerhana menuju ke tenda milik Gerhana.
"Rani,aku ingin jujur sama kamu,kalau aku sudah merindukan dirimu sejak berabad-abad lamanya,aku merasa aku akan melindungi kamu dan mencintai kamu seumur hidupku,kamu tidak keberatan kan?"Tanya Gerhana pada Rani.
"Baiklah Rani aku setuju dengan perkataan kamu,aku harus secepatnya menjadi manusia.
"Tapi aku masih ragu,apa mungkin dengan perubahan status padaku aku bisa di terima oleh keluarga aku atau aku malah di jadikan sasaran empuk pelampiasan kekesalan ayahku raja iblis?"Ucap Gerhana sambil memegang erat tangan Rani.
"Kamu harus sabar, untuk menjadi bagian dari kami,kamu harus melatih emosi kamu,harus lebih sabar harus selalu tabah dalam menghadapi segala tantangan yang dihadapi.
Karena menjadi manusia itu menyandang status sosial yang tidaklah gampang atau mudah karena manusia itu makhluk sosial yang hidupnya saling bergantung dengan yang lain."Ucap Rani panjang lebar.
Ketika mereka sedang asyik bercerita, tiba tiba Gerhana mendapatkan sebuah penglihatan bahwa raja iblis dan anak buahnya sangat kesal terhadap Gerhana karena telah membocorkan rahasia keluarga klan iblis pada manusia.
**
__ADS_1
Anak tak tahu di untung, kenapa harus jujur pada manusia kalau ia adalah putraku?
Dengan ceritanya seperti itu anak perawan itu akan segera menghindar darinya.
Dan aku belum bisa memecahkan balon ini, entah dari mana dan perbuatan siapa balon ini seakan membuat ruang gerak aku sempit, aku tak sabar untuk segera bebas dari cengkraman balon ini.
Raja iblis dan anak buahnya bersemedi bersama di dalam balon yang ditiup oleh angin kesana kemari, sehingga mereka tidak bisa konsentrasi karena mereka terombang ambing bagai biduk yang kehilangan arah dan tujuannya.
Mereka tertiup oleh angin semakin jauh ke kutub selatan yang dinginnya dibawah suhu nol derajat, membuat tiba tiba raja iblis kaget bukan main karena merasakan dingin yang menusuk kulitnya.
Ia pun dengan segera berdiri dari duduknya tetapi lagi lagi terhempas dan tak bisa bangun karena tubuhnya melengket dengan ujung permen karet yang masih basah dan lengket.
Dengan sebuah kekuatan yang sangat dahsyat ia pun kembali bangun dan menghancurkan balon itu sehingga mereka semua jatuh tercerai berai diatas tumpukan salju yang sangat dingin itu.
"Dimana kita?Kenapa sangat dingin?"Raja iblis bertanya tanya sambil memeluk kedua tangannya dan tubuhnya semakin bergetar karena kedinginan.
"Apa yang telah terjadi pada diriku ini? Kenapa bisa sampai di tempat yang lembab dan basah seperti ini?"Ucap raja iblis yang kian tak karuan wajahnya karena wajahnya tertutup oleh salju.
Tiba tiba dari arah selatan datanglah sekelompok angin siklon yang ganas dan membuat suasana semakin tidak bagus, mereka beterbangan ke mana mana sehingga mereka tidak saling berdekatan dan semakin menjauhi raja iblis.
Raja iblis menjadi sangat murka tatkala mendapat sebuah penglihatan kalau putranya sedang bermesraan dengan anak manusia yang entah dari mana asalnya, karena wajahnya terlihat sangat cantik, dan kecantikannya bukan seperti manusia biasa pada umumnya hal itulah yang membuat raja iblis semakin penasaran untuk turun ke buana panca tengah ini.
Sementara raja iblis masih terombang-ambing di kutub Utara dan Selatan, kedua insan berbeda jenis itu tengah duduk sambil bersandar di sebuah batu besar yang konon katanya batu itu sering berpindah pindah mencari tempat yang aman untuk bisa ia tinggali.
"Gerhana, apakah kamu yakin dengan keputusan mu itu?"Tanya Rani memecah kesunyian.
"Rani aku serius ingin meninggalkan klan iblis dan menjadi manusia seutuhnya dan bermartabat serta bisa bermanfaat bagi orang lain."Gerhana membuka percakapan lagi soal ia akan segera menjadi manusia seutuhnya.
"Baiklah aku akan menemani kamu sampai kamu benar benar menjadi manusia seutuhnya."Ucap Rani sambil menggenggam erat tangan pria kekar itu.
__ADS_1
Mereka berdua pun saling menatap dan kembali ke tendanya masing masing.
** Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya biar author rajin update setiap hari terimakasih 🙏