
Eric dengan bantuan titik yang dibuatnya waktu dibumi masa lalu, ia pun kembali bertemu dengan Rani.
"Rani, maaf ya lama gak ada kabar, aku kembali ke zamanku dan kamu tau gak kalau monster monster itu ingin menangkap kamu dan menurut rencana mereka akan mencoba menangkap aku untuk dijadikan umpan agar kamu mau menyerahkan dirimu pada mereka," ucap Ericsson sambil menatap wajah cantik Rani.
Aku gak akan biarin itu semua terjadi, aku akan menghancurkan mereka semua lebur seperti debu yang ditiup angin," ucap Rani penuh semangat.
"Iya tapi kamu harus hati hati, karena mereka membawa alat penangkap jiwa manusia yang tak bisa di ketahui penawarnya, aku ingin agar kamu tidak di sakiti oleh mereka!" ujar Eric lagi.
Eric akhirnya mengumpulkan semua saudara saudaranya yang memiliki berbagai kekuatan super untuk membantu Rani menghadapi Monster Monster itu.
Rani juga ingin mencoba kekuatan apa yang ada padanya.
Ia mencoba memainkan air sedikit yang berada di dalam lubang saluran air itu, dengan sedikit hentakan air itu menjadi tinggi dan tumpah kembali ke dalam saluran itu.
Rani mencoba menginginkan api, tiba tiba api keluar dari tangannya dan ia tak merasa kalau tangannya panas oleh bara api tadi.
Dengan secepatnya ia pun mengarahkan tangannya ke arah tumpukan kayu kering itu dan apa yang terjadi?
Api besar membakar semua kayu kering itu dan suara guntur menggelar di mana mana,kilat sambung menyambung, gemuruh air laut menggetarkan bumi.
"Cukup!! ucap seorang pria bertubuh tinggi besar, dan tegap berambut panjang putih dan jenggotnya juga putih.
"Kamu adalah pilihan para Dewa, semua kekuatan ada pada dirimu Nak, pergunakan semua sesuai kebutuhan dan keadaan," ucap pria tua itu lagi.
Terima kasih Guru atas nasehatmu, doakan aku agar bisa melakukan segala sesuatunya dengan baik.
Kemudian dengan secepat kilat ia melompat ke atas pohon akasia yang berada tepat dihadapannya sambil melihat ke arah depan dimana Eric dan teman temannya telah berkumpul.
Setelah di rasa cukup, ia pun kembali memijakkan kakinya di atas tanah.
"Rani!" Sapa Eric ketika Rani telah turun ke bawah.
"Iya Eric ada apa? kenapa kamu terlihat pucat,apa kamu sakit?" tanya Rani pada Eric.
"Maaf Rani aku gak apa apa, tetapi aku khawatir dengan persediaan tenaga bantuan kita yang kurang memadai." ucap Eric pada Rani.
"Tenang aja, selama kita berada di pihak yang benar kita akan selalu dilindungi oleh Tuhan dan kekuatan itu pasti cukup untuk mematahkan lawan lawan kita " ucap Rani menguatkan Eric.
__ADS_1
Mereka pun mulai mengatur strategi yang bagus agar mereka bisa menyergap alien alien itu dan monster monster itu.
Semua wilayah telah dikepung dan dikasih pelindung dengan empat elemen penting di bumi ini.
Ketika hari yang telah di nanti tiba, Rani berjalan menuju ke sebuah mini market untuk membeli sesuatu yang sangat ia perlukan yaitu gantungan penangkap mimpi buatan orang dari suku Maori.
Ketika hendak melangkah ia merasakan ada sebuah kekuatan tersembunyi yang selalu mengikuti dirinya, ia tak sadar kalau Gerhana sementara memantau pergerakan dirinya.
Karena tak ingin disebut penguntit akhirnya Gerhana menunjukkan wajah aslinya pada gadis cantik itu.
"Hai Rani!!" Sapa Gerhana sambil berjalan sejajar dengan Rani.
"Hai juga!" sapa Rani tanpa menoleh sedikitpun karena ia tengah membaca chat dari teman teman kesayangannya.
Obrolan Via WhatsApp
Erlyen : "Hallo apa kabar semuanya? lama tak jumpa aku kangen banget"
Netta : "Masa sih kamu benar benar kangen apa kangen nih?"
Rani : "Hallo semuanya l Miss you More"
Jeda....
"Rani apa kamu gak dengar aku?" tanya Gerhana lagi sambil meraih tangan Rani.
"Ma..maaf Gerhana maaf!!" ucap Rani sambil menatap sendu wajah Gerhana.
"Maaf aku tadi lagi asyik chatting sama teman temanku, soalnya sudah lama kita nggak nongkrong bareng." ucap Rani sambil tersenyum tipis.
"Baiklah kalau begitu, tetapi kamu mau kemana sekarang?" tanya Gerhana penuh selidik.
"Mau ke Mall membeli sesuatu," jawab Rani sambil jari jemarinya menari indah di atas layar ponselnya.
"Rani! Aku serius bertanya padamu kenapa akhir akhir ini kamu menghilang dari kampus?kemana saja kamu selama ini? kamu tahu gak kalau ada sebuah hati yang sedih karena tak pernah melihat kamu?" ucap Gerhana dengan tatapan tajam setajam mata elang.
Namun yang ditanya justru asyik bermain ponselnya.
__ADS_1
Karena diacuhkan akhirnya Gerhana pergi tanpa memberi tahu Rani.
"Maaf Gerhana aku gak bermaksud cuekin kamu maaf sekali lagi!" ucap Rani dengan senyum termanis dibibirnya yang bahkan menghipnotis siapapun yang memandangnya.
"Maaf? kamu minta maaf padaku Rani?" tanya Gerhana sambil mencoba mendekati Rani.
"Iya aku minta maaf karena acuh padamu, tapi aku gak salah juga kan?" ucap Rani mencari pembenaran dirinya.
"Iya kamu gak salah kamu selalu benar dan tak pernah salah dimataku!" ucap Gerhana lagi pada Rani yang Kembali sibuk dengan aktivitas ponselnya itu.
"Maafkan aku Gerhana!" ucap Rani sambil menatap wajah tampan pria itu sambil tersenyum tipis.
"Temani aku ke Mall boleh?" tanya Rani pada Gerhana karena pada saat seperti sekarang ini dia sedang membutuhkan tenaga yang handal untuk bersama sama menghancurkan para alien itu.
"Dengan senang hati tuan putri!" jawab Gerhana sambil mempersilahkan Rani berjalan ke arah jalan raya di mana Gerhana memarkir mobilnya.
"Gerhana apa kamu punya saudari perempuan?" tanya Rani tiba tiba memecah kesunyian.
"Aku anak tunggal Rani ada apa?" tanya Gerhana sambil tangannya tetap memegang benda pipih bundar di depannya itu.
"Oo kukira kamu memiliki seorang adik perempuan makanya kamu selalu ingin bersamaku kan?" ucap Rani ambigu.
"Rani, aku boleh bilang sesuatu?" tanya Gerhana.
"Iya boleh apa yang akan kamu tanyakan?" ucap Rani sambil menguap.
"Kok aku menguap sih? Kenapa aku ngantuk begini ya?" tanya Rani pada dirinya sendiri tetapi sempat didengar oleh Gerhana.
"Mungkin kamu lelah Rani, sini bersandarkan di bahuku dan kamu akan merasakan kehangatan dari dalam diri ini sehingga membuatmu merasa nyaman dan ingin segera menutup mata indahmu!" ucap Gerhana tiba tiba tanpa merasa canggung dan malu.
Tanpa sadar Rani pun mengangguk kepalanya sambil bersandar dengan lembutnya di dada bidang Gerhana, membuat Gerhana menjadi sumringah dan bahagia tiada duanya.
"Rani kalau boleh jujur, aku sangat menantikan hal ini terjadi, aku jatuh cinta pada pandangan pertama dan aku harap kita bisa bersama selamanya!" ucap Gerhana sambil mencoba menatap gadis di dalam dekapannya itu dan ternyata Rani telah mendengkur dengan sangat halus.
**
Next ya jangan lupa like, komentar dan vote ya biar Author selalu rajin update episode berikutnya terimakasih 🙏🥰
__ADS_1