Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
13


__ADS_3

**


Mereka pun pergi ke ruang makan untuk makan malam bersama.


" Hmmm, kok Bang Indra sama Kak Samuel gak kelihatan sih, " ucap Rani sambil menyendok nasi dan lauk pauk ke dalam piring Mama Elaine dan Andre Abangnya.


" Samuel lagi tugas ke luar daerah di kota B " ucap Mama Elaine sambil tersenyum menatap si bungsu.


" Bang Indra ke mana Mama ? " tanya Rani lagi.


" Ayo makan dulu Dek keburu dingin nanti " ucap Andre menengahi pertanyaan Rani.


Andre tahu kalau Rani gak di tegur ntar gak jadi makan karena kenyang dengan kata kata Rani.


" Adek bisa diam gak, saat makan gak boleh banyak omong nanti tersedak gimana ? " Andre berkomentar lagi.


" Iya Rani tahu, saat makan gak boleh banyak berbicara " ujar Rani sambil mengerucutkan bibirnya.


" Ayo makan anak anak ! " ajak Mama Elaine lagi.


" Iya Mam, " ucap Rani sambil tersenyum tipis.


Akhirnya piring beradu dengan sendok dan mereka makan dengan sangat nikmatnya.


Selesai makan Rani merapikan meja makan dan membawa piring bekas makan mereka ke wastafel, tanpa di perintah piring piring itu langsung di cuci oleh Rani.


**


Malam kian larut, Rani masih terpaku di balkon kamar sambil menatap langit malam itu.


Bintang bintang berkedip kedip seperti lampu hias di atas pohon Natal.


Tiba tiba Rani teringat kembali pertemuannya dengan Ericsson saat di Mall tadi.


" Bagaimana kalau aku tanyakan pada Abang Andre saja " gumam Rani dalam hati.

__ADS_1


Rani langsung berlari dari kamarnya menuju kamar Bang Andre.


" Tok...tok...tok...! " ketukan pintu tiga kali mendarat di pintu kamar Bang Andrews alias Andre.


" Siapa ? " Sahut Bang Andre dari dalam kamar.


" Abang buka dong pintunya " jawab Rani.


Pintu terbuka dan Rani langsung menerobos masuk ke dalam kamar Bang Andre.


" Adek, kok belum tidur? " tanya Andre sambil duduk di kursi dekat jendela kamarnya.


" Iya Abang ada sesuatu yang hendak Rani ceritakan ke Abang ! " ujar Rani sambil duduk di atas sofa kamar abangnya yang empuk itu.


" Mau cerita apa Dek ! " Andre bertanya lagi.


" Sore tadi saat di Mall Rani bertemu seorang pria berambut gimbal udang bermata biru dan memakai pakaian formal seperti CEO CEO di drama Korea Bang, Pria itu tiba tiba muncul di hadapan Rani dan mengajak Rani ngobrol seputar teknologi di masa kita sekarang dan teknologi mereka di masa depan.


Pria itu memperkenalkan diri padaku, pria itu bernama Ericsson, katanya dia hidup di masa depan dan katanya lagi dia sangat frustasi saat melihat Rani bang Andre. " Cerita Rani panjang lebar.


" Rani sudah tanya tetapi katanya Rani itu gadis unik dan bakal jadi aset berharga di masa depan " ucap Rani mengarang cerita nya agar makin menarik.


" Dan lagi Bang akhir akhir ini Rani mengalami sesuatu hal di luar nalar kita Bang, Rani mencoba berpikir sesuatu nanti langsung Rani menghilang dan muncul di tempat itu " ucap Rani sambil tersenyum simpul dan memegang tangan Abangnya serta membayangkan hutan di kaki gunung itu, dan tiba tiba mereka sudah tiba di hutan rimba di kaki gunung tempat di mana Rani dan teman temannya berpiknik beberapa hari lalu.


" Abang ini yang Rani katakan " ujar Rani sambil berdiri di bawah pohon eik tua itu.


Andre merasa kalau adiknya sudah mulai mengetahui rahasia asal usul keluarga mereka secara perlahan lahan.


Andre pun berjalan mendekat ke arah Rani sambil berkata " Sudah saatnya kamu mengetahui semuanya " bisik Andre sambil tersenyum.


" Guru di manakah dirimu ? Datanglah Guru ! " panggil Rani perlahan lahan seperti suara angin berhembus pelan.


Tiba tiba seorang pria tua bukan setengah abad tetapi satu abad bahkan lebih muncul di hadapan mereka berdua.


" Guru, ucap Rani sambil memberi hormat diikuti oleh Andrew ! "

__ADS_1


" Anak muda ada angin apa yang membawamu bertemu denganku " ucap Pak Tua pada Abang.


" Maaf Pak Tua, saya hanya mengikuti Rani adik saya ketika ia mengajak saya ke sini Pak Tua " ucap Andre sambil tersenyum tipis dan memberi hormat pada Pak Tua alias guru nya Rani.


" Kamu tahu akibat dari menunjukkan dirimu disini anak muda ? " Tanya Pak Tua lagi pada Andre.


" Maaf Pak Tua saya benar benar tidak mengerti maksud Pak Tua " ucap Andre sambil menunduk.


" Mulai detik ini kamu harus ekstra menjaga keluargamu karena mereka berada dalam lingkaran yang sulit akibat dari ulah mu " ucap Pak Tua lagi.


" Maaf Pak Tua tapi saya benar benar tidak mengerti maksud anda ," ucap Andre pada Pak Tua lagi.


" Ketika kamu menggunakan kekuatanmu sore tadi, maka semua aliran hitam sudah mulai curiga akan keturunan keluarga kamu yang sudah lama hilang, cobalah sedikit bersabar jangan gegabah biar semuanya seperti air yang mengalir tanpa mengubah apapun " ucap Pak Tua lagi.


" Apa yang harus aku perbuat sekarang ? " tanya Andrew sambil menatap Pak Tua dengan lesu.


" Mulai sekarang kita harus siap siaga menghadapi perang yang akan terjadi antara keturunan mu dan aliran hitam " ucap Pak Tua sambil berjalan mendekati pohon eik tua itu.


" Nasi sudah menjadi bubur, bagaimanapun juga kalian tetap menjadi tanggung jawab ku, aku takkan pernah membiarkan keturunanku mengalami hal buruk seperti zamanku dulu " ucap Pak Tua itu dalam hati.


" Cukup sekali kita ditindas oleh suku aliran hitam " ucap Pak Tua itu sambil tersenyum sinis.


" Untungnya kalian cepat cepat datang sehingga saya bisa mempersiapkan segala sesuatu yang bisa kita gunakan " ucap Pak Tua sambil berjalan ke sana ke mari.


" Teman teman ! Apakah kalian sudah siap ?" ucap Pak Tua sambil melihat sekeliling pepohonan dan binatang liar yang mulai berkumpul.


" Kami selalu siap kapan pun Ketua " ucap salah satu pohon Pinus yang tumbuh cantik dekat pohon eik tua itu.


" Baiklah kalau begitu tetapi untuk sementara hutan larangan ini kita tutup aksesnya dari jangkauan orang orang dulu " ucap Pak Tua lagi.


Akhirnya mereka sepakat dengan permintaan Pak Tua itu dan mereka mulai mengatur strategi agar mereka bisa mengirim kembali orang orang aliran hitam ke alam jaman dulu.


" Aku punya ide dan aku harap ini adalah ide terbaik yang ku punya, aku akan cari cara untuk bisa bertemu dengan Ericsson aku akan mencoba cara ini demi mengembalikan orang orang aliran hitam itu kepada alamnya " gumam Rani dalam hati.


" Semoga ketakutan ini cepat berlalu dari hadapanku, aku muak dengan keadaan ini, keadaan yang menguras semua energi positif yang aku miliki, semoga ada jalan lain yang bisa menyelesaikan masalah permusuhan turun temurun ini " gumam Rani lagi.

__ADS_1


** Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya guys terimakasih 🙏🥰


__ADS_2