
Setelah Rani merasa baikan ia pun segera dibawa pulang ke suatu tempat di mana tempat itu sangat rahasia yang hanya boleh diketahui oleh orang orang yang sedarah saja dengan Rani untuk pemulihan.
"Dek,semangat ya pasti kamu bisa pulih lagi."Ucap Kak Andrew memberikan semangat pada Rani.
"Terima kasih Kak."Ucap Rani sambil tersenyum.
"Kak Rani boleh gak makan bakso,pengen banget makan bakso."Ucap Rani memelas.
"Boleh kok tunggu ya kakak belikan. "Ucap Andrew sambil berjalan keluar dan ia pun bertelepati agar cepat sampai tujuannya.
Setelah membelinya ia pun segera bertelepati dan kembali ke rumah dan menuju ruang rahasia mereka.
"Ini Dek makan yang banyak biar kuat karena setelah ini kakak akan menghapus lukisan labirin di lengan kamu ini dek biar selamanya mereka tak menyakitimu lagi Dek."Ucap Kak Andrew sambil memberikan sendok pada Rani.
Setelah makan,Rani pun beristirahat sejenak sambil menunggu kapan Kak Andrew akan mentransfer tenaganya untuk dirinya agar mampu bertahan saat melewati penghapusan labirin itu.
__ADS_1
"Bagaimana Dek,sudah siap?"Tanya Kak Andrew tetapi tiba tiba Rani merasa takut dan gemetar.
"Kak,Rani takut...!!"Ucap Rani lirih dsn sedikit berbisik.
"Jangan takut sayang,Kakak akan membantumu menghilangkan tanda itu tetapi apabila saat pentransferan energi itu kamu kesakitan biar kita tunda saja."Ucap Kak Andrew lagi.
"Baiklah Kak kita tunda aja ya?"Ucap Rani sambil memeluk erat tubuh pria itu.
"Bagaimana kalau kita cari buah buahan dihutan dekat gunung Manggis Kak?"Usul Rani membuat Kak Andrew kaget setengah mati.
"Mulai sekarang jangan ke gunung manggis lagi ya Dek,Kakak gak mau kehilangan kamu juga Dek?"Ucap Kak Andrew lagi sambil membelai rambut adiknya itu.
"Tapi Kak disana banyak teman Rani."Ucap Rani sambil mengeluh.
"Gak akan kakak gak rela,mulai sekarang ingatan adek soal gunung manggis harus di hilangkan."Ucap Kak Andrew hendak membaca sebuah manta tapi mantra itu tidak bisa bekerja dengan baik.
__ADS_1
"Loh benaran tidak mempan ada apa ini?"Tanya Kak Andrew dan langsung Rani menghilang dari hadapan Kak Andrew dan menuju ke gunung mangggis sana mambuat Kak Andrew pun langsung melesat mengikuti adik perempuannya yang merupakan mutiara langka baginya itu.
Baginya Rani adalah permata keluarganya yang sangat ia kasihi dan takkan pernah ia sakiti adiknya itu.
Ketika sedang kalut karena Rani sudah masuk ke hutan lindung di gunung manggis itu tiba tiba seorang kakek tua berjenggot putih datang menghampirinya dan berkata "Mari silahkan masuk."Ajak pria tua itu sambil menarik tangan Andrew dan Andrew seakan menhirup wangi parfum ibunya.
Ketika tiba di dalam hutan ia pun disuguhkan dengan sebuah penglihatan yang menurut dirinya penglihatan yang aneh karena semua pohon memiliki mata,mulut dan hidung serta mereka sedang bercerita dengan Rani yang sangat mereka sayangi.
"Nak,long time no see. "Sapa pohon ek tua dekat pohon salak itu.
"Hai juga long time no see."Jawab Rani dan mereka pun berpelukan dan ternyata pohon itu menangis.
Pohon itupun mengambil buah apel di sampingnya sambil memberikannya pada Rani.
"Nak kamu harus memetik buah buahan ini agar kami bisa berbuah lain lagi."Ucap pohon apel sambil tersenyum.
__ADS_1
To be continued...