Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
35


__ADS_3

**


" Kan aku sudah bilang cuma pengen tanya aja Ger, apakah di tempat asalmu itu kita bisa menemukan orang orang yang sudah lama meninggal? " tanya Rani mengulangi pertanyaannya.


" Aku gak tahu juga Rani ! Tetapi disana adalah tempat orang orang klan aku bereinkarnasi disana sehingga mau dikatakan orang orang yang sudah meninggal pun gak juga karena mereka hidup dan bereinkarnasi lagi " ucap Gerhana menjelaskan pada Rani.


" Oooo, begitu ya makasih ya sudah memberitahu aku apa itu reinkarnasi !! " ucap Rani seakan akan bodoh.


" Rani aku antar kamu sampai sini saja ya ? karena aku mau pergi ke tempat latihan muaythai " ucap Gerhana sambil tersenyum lalu mendekati Rani dan mengelus pipi Rani


" Aku merasa sangat stres karena Gadis ini benar benar istimewa, aku gak bisa baca pikirannya bahkan apa yang dia inginkan ada apa dan kenapa bisa seperti ini ? " gumam Gerhana frustasi.


Gerhana hanya terdiam, ia pun melesat pergi dari hadapan Rani sambil tersenyum simpul, saat itu ia benar benar tidak fokus sehingga tanpa disadarinya Rani telah melihatnya melesat dengan kecepatan supernya.


Rani juga tak mau kalah, karena Rani tak ingin Gerhana memanfaatkan dirinya yang dengan sengaja tampil dengan bodoh tanpa mengetahui apa arti dari kedekatan Gerhana pada Rani.


Gerhana berpikir kalau Rani telah terhipnotis sehingga saat ia membawanya ke klan hitam Rani menjadi lebih bodoh dan penurut.


Pemikiranmu salah Gerhana, kamu gak tahu kalau Rani itu tidak bisa ditipu oleh tipu muslihat apapun, karena ia mempunyai banyak mata di sisinya.


Tiba tiba sebuah tangan menggenggam erat tangan tangan Rani sambil tersenyum dan berkata " Rani, mulai saat ini kemana pun kamu pergi aku akan selalu mengikutimu tanpa ada yang mengetahuinya " ucap Ericsson yang tiba tiba muncul di hadapan Rani.


" Ericsson aku merindukanmu, kenapa kamu pergi dan menghilang entah kemana ??" tanya Rani penasaran.


" Aku ada urusan penting di masaku Rani, tenang aja apa yang pernah kamu alami nanti aku bantu pecahkan misterinya ya ? " janji Ericsson sambil tersenyum.


" Misteri apa Eric aku lupa !! " tanya Rani.


" Misteri gulungan kabut tebal di jalanan saat itu ! " ucap Ericsson sambil tertawa kecil.


" Oo iya ya aku baru ingat maaf Eric aku lupa !!" ucap Rani pada Ericsson.


" Ericsson kamu boleh kok tunjukkan wajah aslimu, aku ingin lihat wajah aslimu seperti apa dan aku ingin bertualang bersama kamu ke masa depanmu itu kalau kamu mengijinkan aku !! " ucap Rani tiba tiba tanpa berpikir panjang.


" Apa ?? benar kamu mau ikut aku bertualang ke masa depanku ?? " ucap Ericsson penasaran.


" Iya lah emang gak boleh ya ?? " ucap Rani sambil tersenyum tipis.


" Ya boleh dong sekarang juga boleh kok ! " ucap Ericsson lagi.


" Aku ijin dulu sama mama aku ya tapi jangan lebih dari satu hari ya kasian mama aku bisa pusing cari cari aku " ucap Rani sambil tersenyum semanis mungkin.


" Mama Rani ingin ke masa depan Mam !! " ucap Rani minta ijin.


" Baiklah nak hati hati ya ingat selalu sebut Mama kalau kesulitan !! " ucap Mama Elaine melalui kontak bathin.


" Tenang aja Mam kedua Phoenix aku pasti selalu menuntun aku ke jalan yang benar Mama sayang oke Mama bye bye " ucap Rani sambil mengecup lembut pipi Mamanya.


" Oke nak, kalau sama Ericsson Mama percaya kok !! " ucap Mama Elaine sambil tersenyum dan menghilang.


" Ayo Ericsson Mama sudah mengijinkan !! " ucap Rani sambil menarik tangan Ericsson mereka berdua berteleportasi menuju ke alam bumi ini di tahun 2300.


" Rani kamu hebat loh Rani, aku baru pertama kali melihatmu menggunakan kekuatan kamu yang sesungguhnya Rani " ucap Ericsson memuji.


" Ah, aku biasa aja kok Ericsson ayo kita berteleportasi ke alam kamu !! " ucap Rani dan mereka berdua berpegangan tangan dan mulai melanglang buana ini dan ketika Rani menutup matanya, Ericsson langsung mencegah.

__ADS_1


" Jangan Rani biar kamu benar benar mengalami secara langsung teleportasi yang kita lakukan Rani ! " ucap Ericsson lagi.


" Tapi aku takut Ericsson !! " ucap Rani lagi sambil menutup kedua matanya dengan kedua tangannya.


" Aku disini menjagamu Ran !! " ucap Ericsson sambil tersenyum.


" Jangan sia siakan kesempatan ini !! " ucap Ericsson lagi.


" Siap Boss!! " ucap Rani sambil mencoba membuka matanya perlahan dan melihat sekelilingnya benar benar sangat menakjubkan.


Ericsson membawa Rani melanglang buana ini hingga mereka tiba di sebuah danau yang sangat indah mereka akhirnya berhenti di pinggir danau itu sambil menunggu sebuah pesawat jet untuk membawa mereka ke tahun 2300 dimana di sana semua manusia sangatlah sedikit.


Manusia jaman itu teknologinya sangat tinggi, mereka sangat saling menghargai satu sama lain karena dibumi hujan setiap lima tahun sekali karena matahari semakin dekat dengan bumi sehingga mereka benar benar memakai baju pelindung sinar UV yang sangat tebal dan mereka juga membuat AC raksasa di setiap rumah dan setiap sudut jalan dan taman.


Ketika mereka menunggu pesawat jet itu tidak lama kemudian datanglah sebuah pesawat berbentuk aneh, dimana orang orang yang membawa mereka bisa berkomunikasi bahasa Indonesia seperti yang Rani lihat.


"Ayo Rani, kita sudah di jemput sepanjang jalan kamu boleh tidur kok" ucap Ericsson lagi.


"Baiklah Eric!" ucap Rani langsung duduk tepat dekat jendela dan tangannya tetap menggenggam erat tangan Ericsson.


**


Adam sementara berjalan kesana kemari karena Ia mencari cari Rani di kelasnya tapi tidak kelihatan batang hidungnya.


" Kemana gadis itu?"gumam Adam dalam hati.


"Kenapa gak ada kabar sama sekali, apa dia melupakan aku?"gumam Adam lagi.


Gerhana pun demikian dari tadi mondar mandir di depan kelas mereka seakan akan ia lagi menunggu seseorang, ia berpikir kalau Rani sudah masuk dalam perangkap utamanya sehingga apapun yang dilakukannya saat itu Rani hanya terdiam dan. mengikuti padahal dia gak tahu semua elemen yang menyelimuti klan hitam adalah elemen milik Rani.


Setelah mencoba menerawang, ternyata semuanya gelap dan tak bisa melihat apapun.


"Kemana gadis itu, kenapa yang terlihat gelap gulita bahkan aku tak bisa mendeteksi apapun yang berada disekitarnya"gumam Gerhana sambil manggut-manggut sendiri.


"Dimana kamu Rani, kamu tahu gak kalau aku sangat merindukan dirimu"ucap Gerhana sambil terus mengaduk aduk isi penglihatannya tapi tetap sama saja karena semua serba hitam dan gelap.


"Apa yang terjadi padamu Rani, kasih aku tanda agar aku bisa menemukan dirimu Sayangku"ucap Gerhana sambil mencoba menerobos gelapnya malam yang ia lihat itu, tetapi seperti ada sebuah penolakan yang terjadi pada dirinya sehingga ia terpelanting kembali ke luar.


"Ada apa ini kenapa aku terpelanting keluar dari dalam kegelapan itu?"ucap Gerhana pada dirinya sendiri.


**


Beberapa jam kemudian mereka tiba di tahun 2300 Rani di berikan sebuah baju yang sangat berat tetapi ia tak mau karena ia memiliki empat elemen paling penting untuk kepentingan manusia jaman dulu maupun jaman sekarang di tahun 2300 ini.


"Maaf Erick aku gak bisa pakai pakaian seberat itu, tubuhku sangat kecil dan tak bisa memakai ataupun membawa pakaian itu, kamu biarkan saja aku, aku yakin aku pasti bisa membantu kaum kamu terhindar dari cahaya matahari yang sangat menyengat ini tenang saja Ericsson serahkan semuanya padaku aku akan membantumu" ucap Rani sambil duduk di tepi taman bunga dimana bunga bunga itu bertumbuh sangat kerdil dan tak tumbuh besar akibat cahaya sinar matahari langsung yang sangat panas itu, karena Rani memiliki unsur unsur elemen itu sehingga ia bisa bebas leluasa melihat langsung cahaya matahari bahkan ia tak meleleh sedikitpun.


Setelah beberapa menit kemudian, Rani bersemedi dan memohon bantuan dari Sang Maha Pencipta alias Tuhan untuk memberikan kesejukan berupa angin semilir dan hujan yang deras turun dan mengguyur buana ini di tahun 2300.


Rani sangat berterima kasih pada Ericsson karena ia bisa membawa Rani ke masa depan.


Setelah dirasa cukup, Rani membuat api unggun di sekitar taman bunga itu sehingga asap mengepul sampai ke awan awan yang tingginya hampir mengenai kepala manusia jaman itu.


Dengan kekuatan penuh akhirnya Rani mendorong langit langit itu sampai sangat tinggi seperti langit pada jamannya.


Rani akhirnya memejamkan mata dan memohon pertolongan dari Tuhan agar memberikan hujan yang sangat deras sehingga manusia di jaman tahun 2300an bisa menikmati indahnya hujan dan melihat pelangi setelah hujan berhenti.

__ADS_1


Kemudian Rani berlutut dan berdoa pada Sang Pencipta atas apa yang telah terjadi pada bumi di masa depan.


Setelah hujan reda dari ujung bumi terlihat sebuah pelangi yang sangat cantik.


Orang orang masa depan itu sungguh sangat berterima kasih pada Rani, tetapi Rani menolaknya dengan halus.


"Janganlah berterima kasih padaku karena aku Sama seperti kalian, kita semua sama sama manusia beda jaman,"ucap Rani.


"Berterima kasihlah pada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah menciptakan langit dan bumi, yang telah memberikan keindahan pada bumi ini, yang telah memberikan hujan dan langit yang tinggi ini, aku hanyalah manusia biasa seperti kalian, Percaya saja pada Tuhan kalau Ia akan membantu kalian dalam menghadapi masalah ini" ucap Rani lagi.


Orang orang itu pun berlutut dan menyembah pada langit, Rani melihat orang orang itu sangat percaya pada penglihatan mereka sehingga Rani membuka kalung Rosario dari lehernya dan menggantung di sebuah pohon Pinus yang terletak di dekat rumah Ericsson sehingga semua orang melihat dan percaya kepercayaan seperti yang dianut Rani.


Rani benar benar sangat membantu orang orang masa depan di tahun 2300 itu.


Rani bersama Ericsson memakai batu yang Rani bawa dari tahun 2019 ke tahun 2300 membuat api Dengan pantulan sinar matahari lewat kaca loop sehingga menghasilkan api unggun saat malam hari tiba.


Mereka pun mulai bercocok tanam, menanam bibit bibit sayuran dan buah-buahan yang dibawa Rani dari bumi saat bumi masih berusia 2019 dan Rani sangat berbahagia karena bisa membantu orang orang di jaman modern itu.


Mereka terlalu bangga dengan kemajuan teknologi mereka padahal sebenarnya gampang sekali kembali ke masa lalu apabila mereka mau benar benar berubah menjadi manusia yang taat pada Sang Pencipta.


**


Sedikit pengumuman ya guys, Author sangat berterima kasih karena para readers sudah mau meluangkan waktu untuk membaca halus Author ini, Author berharap kritik dan saran yang membangun dari para readers sangatlah author harapkan semoga ada yang berniat memberi tip dan juga like serta vote bagi author agar author tetap semangat berhalusinasi.🤭😁


**


Setelah Ericsson dan Rani berkeliling kota di masa depan itu akhirnya Rani mohon pamit untuk kembali ke masanya setidaknya Rani sudah membantu orang orang di masa depan untuk sadar akan kebersihan lingkungan sekitar dan juga bisa berhenti memakai baju mereka yang beratnya tidak ada duanya itu.


"Rani! Terima kasih atas kunjungan dan bantuannya ya semoga suatu saat nanti aku berkesempatan membawamu kembali kesini ya !" ucap Ericsson sambil mengajarkan cara berteleportasi yang baik dan benar, mengajarkan kecepatan maksimal pada Rani.


Ericsson tidak pelit ilmu karena ia yakin Rani orang yang tepat untuk dikasih ilmu.


Ericsson membawa Rani menuju ke tempat dimana orang orang masa depan memasak makanan mereka yang sangat keras keras itu sehingga Ericsson bersama Rani memikirkan cara-cara untuk memasak dengan baik dan benar.


Mereka juga memiliki padi atau beras tetapi mereka tidak tahu cara memasaknya, sehingga Rani mengajar pada mereka bagaimana menggunakan Periuk dan api untuk memasak makanan yang akan mereka makan.


Rani juga membawa sepasang ayam betina dan jantan sehingga mereka bisa berkembang biak di masa depan dengan baik.


Rani membawa anak anjing juga sepasang sehingga mereka bisa berkembang biak disana karena memang disana tidak ada hewan yang hidup karena mereka tidak tahan dengan panasnya matahari saat itu, tetapi setelah kejadian yang dibuat oleh Rani hewan hewan pun bisa hidup dan berkembang biak dengan baik di masa tahun 2300.


"Ericsson ayo kita pulang karena aku sudah sangat merindukan Mama aku Ericsson." ujar Rani sambil melipat kedua tangannya di dada sambil tersenyum tipis.


"Baiklah nanti kabari aku kalau kamu berniat untuk datang lagi sekedar melihat tanaman tanaman yang sudah kamu tanam dan kita akan panen bareng bareng ya dan untuk makanan yang sudah kamu bantu aku menanamnya terimakasih banyak ya Rani kamu memang sahabat terbaikku" ucap Ericsson dan memberikan sebuah kalung berbentuk hati pada Rani.


" Terima lah kalung ini sebagai tanda persahabatan kita dan ingat kalung ini adalah bentuk dari cara kamu kembali ke alam bumi di tahun 2019 dan ketika kamu kesulitan dia bisa mendeteksi dan di saat itu aku akan pergi membantu kamu Rani, tolong di jaga baik baik ya semoga kamu menjaganya dengan baik sehingga kita selalu saling terhubung dan tetap terjalin hubungan kita yang sangat aneh ini hehehe" ucap Ericsson sambil tertawa terbahak bahak.


" Ericsson terimakasih atas bantuannya sehingga aku bisa belajar menghargai setiap makhluk ciptaan Tuhan seperti tanaman tanaman di masa kami agar kelak di masamu ini bisa menikmati indahnya menghirup udara segar dan tetap sehat tanpa obat medis ataupun tanpa udara yang kotor" ucap Rani sambil memejamkan matanya.


Ia pun memeluk Ericsson dan keluarganya serta orang orang yang mereka temui kemudian pamit pulang kembali ke Bumi di tahun 2019 seperti sekarang ini.


Ketika Rani membuka matanya ia sudah kembali ke bumi tahun 2019 dan ia mendapati dirinya sedang tertidur di dalam kamarnya, ia pun bangun dari tempat tidurnya dan menuju ke meja makan di mana di sana telah tersedia makanan yang sudah dimasak Mama Elaine.


"Terima kasih Mama sayang, Rani lapar banget selama di sana Rani tidak makan karena makanannya tidak seperti makanan kita dibumi ini Mama" ucap Rani sambil menyendok makanan ke dalam mulutnya lagi dan lagi hingga makanan di piring itu ludes.


💙✨💙✨💙✨💙✨💙✨💙✨💙✨💙✨

__ADS_1


__ADS_2