Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
41


__ADS_3

Happy reading guys, jangan lupa tinggalkan jejak ya,biar author rajin dan semangat update episode berikutnya 🙏🙏


**


Malam telah berlalu, matahari ⛅ sudah terbit di ufuk timur pertanda kekuasaan terang terang datang.


Sesuai jadwal,hari ini ada ujian di kampus.


Rani sudah selesai bersiap siap dan melangkah pergi ke dapur untuk sarapan pagi.


"Selamat pagi sayang!"Sapa mama Elaine yang sudah standby di ruang makan.


"Pagi juga mama!"jawab Rani sambil mengambil kursi untuk duduk.


"Sayang,hari ini kamu ujian?"Tanya mama Elaine lagi.


"Iya mama!"Jawab Rani dan ia pun mulai menyendok makanan ke dalam piring mama Elaine kemudian dirinya.


"Ma,uang SPP Rani bulan ini belum bayar Mam,apa mama sudah punya uang?"Tanya Rani sambil menyendok nadi dan lauk pauk ke dalam piringnya.


"Ini ATM mama kamu ambil sendiri ya?"ucap Mama Elaine sambil menyodorkan kartu ATM itu pada Rani.


"Makasih Mama sayang, Mam kapan Kak Andrew pulang dari Satgas?Rani udah sangat merindukan Kakak!!"Ucap Rani memulai pembicaraan lagi.


"Sudah sayang sekarang kamu makan dulu ya?Nanti kita lanjut ceritanya nak!"Ucap Mama Elaine pada Puteri satu satunya itu.


Mereka berdua pun makan dengan lahapnya,dan tanpa berbicara.


Selesai makan,Rani membawa semua piring kotor ke wastafel untuk mencuci dan membereskan semua peralatan makan di dapur.


"Mama, sudah minum ramuan yang Rani bikin tadi mam?"tanya Rani pada mama Elaine.


"Sudah sayang!! Pahitnya dapat tapi Mama rasa badan mama ringan dan kembali muda."ucap Mama Elaine sambil tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah Mam, istirahat saja ya Rani mau ke kampus dulu pagi ini ada ulangan biar gak telat!"ucap Rani sambil mengecup pipi mama Elaine dan beranjak pergi.


Rani membawa sepeda motor N-max kesayangannya yang merupakan hadiah dari Kak Andre sebelum pergi ikut Satgas di Timur Tengah.


Andai Kak Andrew sudah pulang,aku akan sangat bahagia.


Rani hanya geleng-geleng kepala dan melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju ke kampus.


**


Sesampainya di kampus ia pun tak lupa untuk mengambil uang di ATM untuk membayar tunggakan SPP nya.


Selesai membayar ia langsung menuju ke ruang kelas,di dalam kelas sudah ada Rasty dan Erlyen.


"Hai cantik, tumben pagi pagi sekali?"Tanya Erlyen sambil tersenyum dan menarik kursi untuk ia duduk di samping Rani.


Baru saja tangannya meraih kursi tiba tiba muncul Gerhana dari pintu masuk kelas dan berkata "Erlyen di mana tempat dudukku?"ucap Gerhana seperti sudah tahu kalau Erlyen akan duduk di tempat duduknya.


"Maaf Ger,aku hanya sementara kok!"ucap Erlyen sambil berjalan kembali ke tempat duduknya.


"Serius lo Ger? bukannya lo itu pria terdingin di kampus ini?Sudah mulai membuka pintu hati untuk gadis cantik?Ya syukurlah temanku ini punya perkembangan yang sangat bagus,aku dukung itu."Ucap Reyhan sahabat Galang yang merupakan sahabat dari Gerhana.


"Iya aku serius emang kenapa,kamu kok sewot banget dengan urusanku?"Gerhana balik bertanya pada Galang.


"Rey, Gerhana benar benar ada perubahan ayo kita dukung dia."Ucap kedua pria itu sambil berbisik bisik.


Sedangkan orang yang jadi topik pembicaraan mereka tengah memandang ke arah gadis yang mendapat predikat gadis cantik, sederhana tapi elegan di kampus itu kalian pasti tahu kan kalau Rani lah gadis itu.


Lagi asyik-asyiknya bercerita tiba tiba datanglah dosen killer yang akan memberikan ulangan pada mereka.


"Selamat pagi teman teman semuanya, hari ini kita akan mengadakan ulangan harian tentang simbiosis mutualisme yang terjadi pada kalangan manusia."Ucap Pak Lukas sambil mengeluarkan kaca mata andalan dan mengambil beberapa biji kacang tanah untuk ia makan sambil memberikan soal soal ulangan.


Pak Lukas itu dosen killer yang sangat jeli dengan semua penglihatannya,jadi ketika ia memberikan soal ulangan tak ada suara apapun yang berbunyi kalau tidak dengan segera semua mahasiswa akan mendapatkan tugas makalah untuk presentasi dengan jumlah halaman harus Seratus halaman.

__ADS_1


Pak Lukas itu seorang dosen yang sangat di segani di kampus tempat Rani menimba ilmu.


Aslinya pak Lukas itu tak ada yang tahu ia berasal dari mana karena setiap liburan musim panas ia selalu berkemping bersama sahabat dan keluarganya ke puncak gunung 🗻 tertinggi di kota itu.


Sahabat sahabatnya pun bukan orang sembarangan karena mereka terdiri dari Tiga serangkai yang tak pernah pisah walaupun badai datang menerjang.


"Rani!"Bisik Gerhana lirih.


"Iya Ger ada apa?"balas Rani sambil tetap menjaga posisi agar tak terlihat sedang ngobrol.


"Punya kamu sudah selesai belum?"Tanya Gerhana lagi.


"Belum lah Ger,ini baru saja sampai soal nomor Empat."ucap Rani lagi.


"Apa kamu bisa mengerjakan semua soal itu?"Tanya Gerhana seolah meragukan kecerdasan otak dari Rani.


"Gak apa apa perlahan lahan pasti selesai kok."ucap Rani tak termakan omongan seorang Gerhana.


"Kalau gak bisa jawab soalnya colek aku ya?"Ujar Gerhana sambil membuat sebuah gerakan yang membuat seisi kelas pada diam dan tanpa bicara alias mematung kecuali pak Lukas karena memang mereka satu server.


"Ternyata kamu yang bikin ulah selama ini ya?"Ucap Pak Lukas sambil melangkah mendekati tempat duduk Gerhana dan Rani.


"Lho bukannya gadis itu tidak mematung juga kok bisa mematung sih?"ucap Pak Lukas ketika melihat Rani juga ikutan menjadi diam seperti patung.


"Karena dia juga manusia biasa Pak Lukas!!"Jawab Gerhana enteng padahal ia tidak tahu kalau Rani sengaja membuat dirinya terdiam mengikuti mahasiswa mahasiswa lainnya.


"Baiklah kalau begitu apa yang mau kamu katakan?"Tanya Pak Lukas dengan seringainya.


"Aku mau kalau anda ke kampus tidak boleh membawa anak anak asuh anda yang notabene haus akan darah manusia karena kita itu dari turunan keluarga yang vegetarian dan tolong jangan sampai antara teman temanku ada yang terluka kalau sampai terluka aku tak segan segan untuk membakar mu hidup hidup."Ucap Gerhana dengan nada mengancam.


"Gerhana apapun yang kami lakukan setidaknya kami tidak pernah mengganggu keluarga kami Gerhana ingat itu,aku tak mau apa yang sudah ku rencanakan gagal hanya karena satu kutu busuk seperti kamu Gerhana,kami pikir kamu itu vampir iblis yang sempurna? Jangan terlalu terobsesi karena kalau kau terlalu mencampuri urusan keluarga aku, kamu akan tahu akibatnya."ucap Pak Lukas sambil melangkah pergi menjauh dari hadapan Gerhana.


"Dan ingat Gerhana,gadis yang kau cintai itu adalah target utama dari klan kami, kami sudah tahu seluk beluknya gadis itu, dia bukan manusia biasa seperti yang kamu duga dia adalah turunan bidadari langka yang tengah diperbincangkan oleh semua makhluk saat ini."ucap Pak Lukas sambil menunjukkan jarinya pada Rani.

__ADS_1


"Jangan coba coba menghasut aku, karena aku lebih tahu siapa Dia sebelumnya dia hanyalah manusia biasa yang serupa dengan Peri bidadari."Jawab Gerhana sambil memegang tangan Rani dengan segala upaya agar ia kuat menghadapi virus kata kata dari Pak Lukas.


** Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya biar author rajin update setiap hari terima kasih 🙏🥰


__ADS_2